NATAL DAN TAHUN BARU

Pekerjaan konstruksi di jalan tol Jakarta-Cikampek dihentikan sementara

Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri), Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) dan Menhub Budi Karya Sumadi mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (21/12/2018).
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri), Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) dan Menhub Budi Karya Sumadi mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (21/12/2018). | Wahyu Putro A /Antara Foto

Pemerintah memutuskan menghentikan semua pekerjaan konstruksi jalan tol Jakarta-Cikampek pada 24 Desember-2 Januari 2019. Penghentian sementara pekerjaan konstruksi itu untuk mendukung lancarnya arus lalu lintas pada liburan panjang Natal dan Tahun Baru 2019.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan telah melakukan berbagai persiapan mengatasi potensi kemacetan di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk saat ini sedang membangun jalan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek II. Proyek yang dimulai pada 2017 itu ditargetkan bisa dioperasikan pada periode mudik Lebaran Juni 2019.

Selain menghentikan pekerjaan konstruksi, Pemerintah melarang truk besar beroperasi pada hari tertentu. "Kecuali truk pengangkut bahan-bahan pokok dan bahan bakar minyak," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dikutip laman Sekretariat Kabinet, usai mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Dalam rapat terbatas di Istana, Presiden Joko Widodo telah meminta jajarannya untuk membuat kelancaran, kenyamanan, dan keselamatan pengguna transportasi selama liburan panjang.

Selain transportasi, Jokowi juga meminta jajarannya menjaga stabilitas harga pangan dan ketersediaan bahan pokok, termasuk bahan bakar minyak.

"Yang terakhir hadirkan rasa aman kepada masyarakat dan terus untuk menjaga kerukunan, toleransi, persatuan serta situasi keamanan yang sudah kondusif seperti sekarang ini agar terus dipertahankan," kata Presiden Jokowi.

Puncak arus kendaraan pada liburan Natal dan Tahun Baru diperkirakan bakal terjadi dalam dua gelombang, yaitu 21-25 Desember 2018 dan 28 Desember 2018-1 Januari 2019. Budi Karya memperkirakan peningkatan arus kendaraan darat pada libur akhir tahun ini yang paling masif akan terjadi di Pulau Jawa.

Selesainya jalan tol Jakarta-Surabaya, kata Budi, akan ada kenaikan lebih dari 15 persen. Perjalanan Jakarta ke Surabaya diperkirakan dalam waktu 10-11 jam. Menhub mengimbau kepada pengendara yang akan melalui jalan tol Jakarta-Surabaya mengontrol kecepatan.

Pemerintah baru saja meresmikan tujuh ruas tol Trans Jawa di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Diresmikannya tujuh ruas itu menandakan bahwa Merak, Banten-Pasuruan, Jawa Timur sudah tersambung oleh tol sepanjang 993 kilometer serta bisa dilalui pada puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru.

Rampungnya tol Trans-Jawa diperkirakan akan mendorong peningkatan jumlah kendaraan yang masuk melalui gerbang tol Cikarang Utama.

General Manager PT Jasa Marga Cabang tol Jakarta-Cikampek, Raddy R Lukman mengatakan, pembatasan operasional truk berlaku pada Jumat (21/12/2018), saat arus mudik Natal pada Sabtu (22/12/2018), dan saat arus mudik tahun baru pada 28 Desember 2018 dan 29 Desember 2018.

Aturan itu juga berlaku pada arus balik Natal, yakni pada 25 Desember dan arus balik tahun baru pada 1 Januari 2019.

Waktu penerapan pelarangan truk tersebut dibagi dalam beberapa sesi. Saat mudik Natal, aturan akan berlaku pada 21 Desember 2018 pukul 00.00 WIB hingga 22 Desember 2018 pukul 24.00 WIB. Waktu penerapan itu juga berlaku untuk arus balik Natal dan tahun baru.

Larangan truk melintas itu hanya diberlakukan searah. Pada puncak arus mudik 21-22 Desember, larangan diterapkan dari arah Jakarta ke Cikampek pukul 00.00-24.00 WIB. Khusus arus balik pada Selasa (25/12/2018) larangan diterapkan pada jam yang sama untuk arah Cikampek ke Jakarta.

Pada libur pergantian tahun, pelarangan truk ke arah Cikampek berlaku pada 28-29 Desember. Sementara pada 1 Januari 2019, pelarangan berlaku untuk truk yang akan ke Jakarta.

Pelarangan truk melintas di jalur Jakarta-Cikampek itu berlaku bagi kendaraan bersumbu tiga atau kendaraan dengan jumlah berat yang diizinkan (JBI) lebih besar atau sama dengan 14.000 kilogram.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR