Kandang sapi jadi akhir pelarian Waketu DPRD Bali

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo (kanan) menunjukkan berkas profil Wakil Ketua DPRD Bali, Jero Gede Komang Suastika, yang masuk daftar pencarian orang kasus narkoba dalam konferensi pers di Polresta Denpasar, Bali, Senin (6/11/2017).
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo (kanan) menunjukkan berkas profil Wakil Ketua DPRD Bali, Jero Gede Komang Suastika, yang masuk daftar pencarian orang kasus narkoba dalam konferensi pers di Polresta Denpasar, Bali, Senin (6/11/2017).
© Antara Foto /Nyoman Budhiana

Pelarian Wakil Ketua DPRD Bali, Jero Gede Komang Swastika, berakhir pada Senin (13/11/2017) malam. Jero Gede yang biasa disapa Jero Jangol ditangkap tim gabungan Satuan Tugas Counter Terrorism and Organize Crime (CTOC) Polda Bali di sebuah kandang sapi di Desa Melinggih, Kabupaten Gianyar, Bali.

Namun Polda Bali enggan menjelaskan bagaimana Jero Jangol dtangkap. "Kronologis tidak bisa kami sampaikan karena itu taktik dan teknik kepolisian," kata Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Petrus Golose, dilansir Antaranews.

Kapolresta Denpasar Kombespol Hadi Purnomo, mengatakan keberadaan Jero Jangol di Desa Melinggih tak lepas dari pemeriksaan kerabatnya. Kebetulan Polda Bali lebih dulu memeriksa pacar Jero Jangol berinisial A.

Polisi, demikian ditulis Banjarmasin Post, juga memeriksa orangtua Jero Jangol, I Made Suda dan Ni Made Nasih. Polisi menduga orang tua dan A mengetahui aktivitas Jero Jangol selama ini.

Orang tua Jero Jangol dan A bahkan bisa menjadi tersangka pula karena tahu ada transaksi narkoba di kediaman termaksud. "Kalau pacarnya kami periksa karena terakhir ketemu dengan yang bersangkutan," ujar Hadi.

Hadi menjelaskan A sempat bertemu dengan Jero Jangol di kota Denpasar, tiga hari setelah penggerebekan. Namun polisi enggan mengungkap lokasi pertemuan itu.

Polisi juga sempat memeriksa tiga orang istri Jero Jangol; Ni Luh Ratna Dewi, Ni Putu Ariestarini, dan istri ketiga yang namanya tidak terungkap. Ratna Dewi sudah menjadi tersangka setelah kabur dengan mobil dinas suaminya ke kediaman Ariestarini.

Ariestarini yang biasa disapa Hesta juga jadi tersangka karena menyembunyikan Ratna Dewi. Tes urine mereka pun kebetulan positif, sementara istri ketiga negatif.

Jero Jangol menjadi buronan dan masuk daftar pencarian orang Polda Bali sejak kediaman dinasnya di Jalan Pulau Batanta Nomor 70, Denpasar Barat, digerebek Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar pada 4 November lalu.

Polisi menggerebek rumah tersebut setelah menangkap seorang pemuda berumur 21 tahun yang kedapatan memiliki narkoba jenis sabu. Dalam interogasi, pemuda bernama I Gede Juni Antara itu mengatakan barang haram diperoleh dari rumah tersebut.

Dalam penggerebekan; polisi menemukan 31 paket sabu --tujuh di antaranya siap edar, empat pucuk pistol merek Beretta, serta enam kamar "kos-kosan" yang digunakan untuk mengonsumsi sabu.

Dari penggerebekan itu pula, polisi mengamankan sekitar 45 orang saksi. Lima orang di antaranya langsung menjadi tersangka; I Kadek Dandi Suardika, Nurhasyim Bay Gawi, Rahman, Semiati, dan I Made Agus Sastrawan.

Adapun Jero Jangol berhasil kabur, diduga dari jendela kamar di lantai dua. Anggota DPRD yang kini telah dipecat dari Partai Gerindra itu mengetahui kedatangan polisi melalui kamera pengawas (CCTV) di depan rumah.

Sembari mencarinya, Polda Bali juga menegaskan bahwa Jero Jangol terlibat dalam peredaran narkoba --bukan sekadar pemakai. Dengan begitu, jumlah tersangka menjadi sembilan orang.

Selain lima orang di atas yang merupakan kaki tangan dan pekerja kediaman; ada Mang Jangol, Ratna Dewi, Hesta, dan kakak kandung Jero Jangol -- Wayan Kembar yang kini masih dalam pelarian.

Polda Bali kini punya waktu enam hari untuk mencari tahu apa peran Jero Jangol dalam peredaran narkoba. Polisi menduga Jero Jangol berperan sebagai bandar.

Polisi ingin tahu dari mana Jero Jangol mendapatkan narkoba dan siapa jaringannya. Dari sana, polisi juga berharap bisa menemukan sang kakak.

"Dari mana barang bukti jaringan mana dan kami juga mendapatkan pengembangan penangkapan kakaknya berikutnya sampai kenapa rumahnya dia dijadikan tempat," tandas Petrus dilansir Metrotvnews.com, Selasa (14/11).

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.