ATURAN LALU LINTAS

Pelat nomor mobil listrik bisa mirip mobil diplomatik

PELAT | Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan DAN pebalap Sean Gelael di atas mobil listrik berpelat nomor biasa, dalam  konvoi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (20/9/2019).
PELAT | Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan DAN pebalap Sean Gelael di atas mobil listrik berpelat nomor biasa, dalam konvoi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (20/9/2019). | M. Risyal Hidayat /Antara Foto

Kalau pemilik mobil listrik ingin mendapatkan perlakuan khusus, dari biaya parkir sampai aturan ganjil-genap, pelat nomornya harus khusus. Supaya mudah dibedakan dari mobil yang berbahan bakar minyak.

Keringanan ongkos parkir adalah bagian dari insentif non-fiskal. Kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, Agustus lalu, "[...] kalau perlu gratis untuk pengguna mobil listrik."

Sedangkan kebebasan mobil listrik dari aturan ganjil-genap di Jakarta sudah dinikmati bintang televisi Deddy Corbuzier. Dia memiliki Tesla Model 3.

Ihwal pelat nomor yang menjadi patokan perlakuan itu belum jelas. Masih menjadi seliweran wacana.

Kasubdit Pengawalan dan Patroli Jalan Raya Korlantas Polri, Kombes Pol. Bambang Sentot Widodo, mengatakan usul dari Kementerian Perhubungan itu pernah dibahas antarintansi. Namun masih perlu kajian.

Mirip mobil CD

Bambang memberi ancar-ancar Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) mobil listrik: latar belakang putih dengan tulisan hitam (→ Tempo.co, 8/10/2019).

"Jadi yang dulu latar belakangnya hitam jadi putih. Nanti saran dari dishub, melalui kajian dulu," ujar Bambang.

Bila merujuk warna pelat dan tulisan, tanpa penjelasan lengkap, TNKB mobil listrik seperti mobil korps diplomatik.

Selama ini masyarakat mengenal pelat putih dengan teks hitam sebagai TNKB Korps Diplomatik, baik perwakilan negeri asing maupun anggota staf badan PBB. Ada kode CD (Corps Diplomatique) disusul nomor kode negeri.

Pelat hijau teks hitam

Menurut Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 5 Tahun 2002, warna STNKB dibuat sesuai peruntukan.

Kalau pelat putih teks merah, itu untuk tanda coba kendaraan bermotor (TCKB). Lalun dasar hitam dengan teks putih untuk kendaraan pribadi dan perusahaan/lembaga serta rental.

Sedangkan pelat merah dengan teks putih untuk mobil pemerintah — meski akhirnya banyak mobil dinas negara berpelat hitam, teks putih, dengan akhiran RFS, RFP, RFD, RFU, dan RFL.

Ada pula yang jarang terlihat namun sudah diatur oleh Kapolri: pelat hijau, teks hitam. TNKB macam itu berlaku di kawasan perdagangan bebas.

Bisa juga mobilnya mendapatkan fasilitas pembebasan namun tidak boleh dioperasikan dan dimutasikan ke wilayah lain di Indonesia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR