NERACA PERDAGANGAN

Pelayanan di Tanjung Priok tiada libur demi genjot ekspor

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (25/6/2019).
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (25/6/2019). | Nova Wahyudi /Antara Foto

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan keinginan pemerintah untuk mendorong layanan ekspor-impor membuat pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok tak akan pernah libur alias 7x24 jam alias nonsetop.

Budi menegaskan, otoritas pelabuhan, syahbandar, bea cukai, imigrasi, operator pelabuhan, bank, dan pemangku kepentingan akan diminta melakukan pelayanan optimal secara terus-menerus selama 24 jam 7 hari, seminggu.

"Beberapa hal harus ditingkatkan untuk mengoptimalkan potensi ekspor. Salah satunya adalah meningkatkan waktu operasional pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok," tandas Budi dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Senin (7/7/2019).

Menilik catatan Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia per Mei 2019 mencapai $14,74 miliar AS atau meningkat 12,42 persen dibandingkan April 2019. Namun, jika dibandingkan dengan nilai ekspor pada Mei 2018 justru turun 8,99 persen.

Sementara nilai impor Indonesia per Mei 2019 menurun hingga 5,62 persen atau mencapai $14,53 miliar AS dibandingkan April 2019.

Meningkatnya ekspor dan menurunnya impor pada bulan ini menyebabkan neraca perdagangan Indonesia surplus $0,21 miliar AS. Hal tersebut juga dipicu oleh surplus sektor nonmigas sebesar $1,19 miliar AS walaupun sektor migas defisit $0,98 miliar AS.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus, mengatakan kinerja ekspor Indonesia saat ini belum mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi perekonomian.

Satu di antara indikatornya adalah kontribusi ekspor terhadap produk domestik bruto (PDB) yang masih relatif kecil (20,19 persen) dan cenderung mengalami penurunan.

Sementara negara-negara lain di ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam menunjukkan hal sebaliknya. Secara detail, ekspor Malaysia berkontribusi sebesar 71 persen terhadap PDB dan Vietnam sebesar 101,6 persen.

Peranan Indonesia dalam percaturan ekspor dunia, juga kata Heri, tak seberapa. Peringkat ekspor Indonesia di posisi ke-29 dengan pangsa hanya 0,9 persen terhadap total ekspor dunia. Sementara Tiongkok menempati posisi tertinggi dengan kontribusi sebesar 13 persen terhadap total ekspor dunia.

Di ASEAN, Indonesia juga tertinggal dari Singapura, Vietnam, Thailand dan Malaysia. "Sebagai negara G20, sepertinya hal ini sangat ironis," ujar Heri (23/6).

Produktivitas pelabuhan

Sebelumnya, jumlah hari produktif pelayanan di Tanjung Priok, sebut Budi Karya, adalah tiga hari dan kemudian meningkat menjadi 4-5 hari. Kini pemerintah ingin tujuh hari.

"Agar orang-orang yang melayani di sini waktunya tersebar dan fasilitas tol, truk itu terbagi rata di tujuh hari. Sehingga produktivitas itu lebih baik," ujarnya.

Ia mengilustrasikan dengan waktu pelayanan 3 hari, apabila ada eksportir yang ingin mengirim 14 kontainer barang, maka harus ada 5 truk kontainer yang berjalan dalam sehari. Jika waktu pelayanan menjadi 7 hari, dalam satu hari hanya dibutuhkan 2 kontainer.

Menurutnya, hal tersebut akan membuat jalanan dari dan menuju pelabuhan menjadi tidak terlalu padat, sehingga efek positifnya dapat mengurangi kemacetan.

Tak hanya itu, Budi juga menyoroti empty container (kontainer kosong) dalam impor barang. Dengan banyaknya kontainer yang telah melakukan proses impor barang, truk-truk kontainer tersebut berjalan dalam keadaan tanpa muatan atau kosong.

Dia akan mengkoordinasikan lebih lanjut agar truk-truk tersebut tidak berjalan dalam keadaan kosong. "Setelah impor, dia (truk) kosong. Dibawa ke Cikarang, ke sini (Tanjung Priok) kosong. Kita akan minta kepada cargo owner, atau shipping line untuk menyiapkan supaya jangan ada truk yang kosong. Kita upayakan itu dalam keadaan terisi," tukasnya.

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (25/6/2019).
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (25/6/2019). | Nova Wahyudi /Antara Foto

Operator pelabuhan Tanjung Priok, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, telah berbenah dengan mengubah wajah pelabuhan menjadi lebih modern lewat sistem digital dalam tiga tahun terakhir.

Pembenahan pelabuhan Tanjung Priok itu meliputi sisi laut, terminal, dan kegiatan pendukung lainnya. Kawasan pelabuhan Tanjung Priok yang semula dikenal kumuh dan tidak teratur kini menjadi lebih rapi dan sistematis.

Direktur Operasional dan Sistem Informasi Pelindo II, Prasetyadi, mengatakan penataan lahan parkir untuk truk kontainer juga menjadi prioritas agar memangkas waktu di pelabuhan.

Pelindo II kini menyediakan kantong parkir seluas dua hektare di sisi barat kantor. Tak ada lagi truk yang parkir di sisi Jalan RE Martadinata yang kerap memicu kemacetan.

"Kami berbenah untuk memperlancar kegiatan bongkar muat. Itu kalau satu kantong parkir menampung 100 truk, yang parkir rata-rata berhenti dua jam dalam sehari ada 12 kali maka buffer area bisa menampung kurang lebih 1.200 truk," kata Prasetyadi (19/2).

Sopir truk tidak hanya diarahkan untuk parkir di buffer area, melainkan juga bisa melihat langsung antrean bongkar muat barang di terminal yang dituju. Alhasil, waktu menunggu jadi lebih efisien.

Pelindo juga menerapkan gerbang digital di pintu masuk pelabuhan. Transaksi non-tunai diharapkan bisa mencegah kebocoran potensi penerimaan perusahaan.

"Kalau dulu truk masuk, 'bayarnya' cukup lambaikan tangan ke petugas sambil senyum, sekarang mereka harus bayar lewat digital," ujarnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR