PASAR SAHAM

Pelemahan 16 emiten sebabkan JII loyo - Kamis (10/10/2019)

Pelemahan 16 emiten sebabkan JII loyo - Kamis (10/10/2019)
Pelemahan 16 emiten sebabkan JII loyo - Kamis (10/10/2019) | Robotorial /beritagar.id

Jakarta Islamic Index (JII) turun pada penutupan perdagangan hari ini Kamis (10/10/2019). Indeks masuk ke zona merah 0,53 persen, atau 3,49 poin di level 660,64. Sepanjang perdagangan saham hari ini, JII sempat mencapai 665,93 poin di titik tertinggi, dan terendah 659,84 poin.

Total frekuensi perdagangan saham hari ini mencapai 99,33 ribu kali dengan nilai transaksi Rp1,85 triliun. Dari 30 saham, sebanyak 12 emiten mengalami penguatan yang menahan pergerakan JII, 16 emiten melemah, dan 2 emiten tidak mengalami pergerakan.

Indo Tambangraya Megah Tbk. dengan mayoritas saham dimiliki oleh Banpu Minerals (Singapore) Private Limited (65,14%) membukukan penguatan harga saham paling signifikan pada perdagangan Kamis (10/10). Emiten bersandi ITMG tersebut memimpin penguatan saham (top gainer) setelah ditutup menguat 1,78 persen pada level Rp12.875 per saham, dari Rp12.650 per unit pada penutupan Rabu (09/10).

Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. yang 80,53 persen saham dikuasai oleh PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk ini merupakan emiten yang mengalami penurunan terparah pada sore ini. Emiten bersandi ICBP mencatatkan diri sebagai saham terlemah (top loser) setelah ditutup di level Rp11.450 (4,58 persen) per saham, dimana Rabu (09/10) ditutup Rp12.000 per unit.

Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) merupakan saham paling banyak diperjualbelikan (top mover) dengan total frekuensi mencapai 1,10 ribu kali, dengan volume 14 juta saham.

Sama halnya dengan JII, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga melemah 0,09 persen atau 5.519 poin ke level 6.023,64 pada penutupan perdagangan sore ini.

Dari 657 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 187 saham bergerak menguat, 205 saham bergerak melemah, dan 265 saham stagnan.

Pada perdagangan IHSG, saham Kedaung Indah Can Tbk (KICI) menjadi top gainer dengan nilai kenaikan mencapai 68 poin (25 persen). Sedangkan saham Optima Prima Metal Sinergi (Tbk) (OPMS) menjadi top loser dengan kenaikan 102 poin (24,88 persen).

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini dipublikasikan secara otomatis oleh program komputer yang mengubah angka-angka menjadi narasi. Laporan-laporan otomatis pergerakan bursa saham oleh Robotorial ini dapat diakses di Beritagar.id, khususnya dalam topik Pasar Saham.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR