KRIMINALITAS

Pembanting sepeda motor jadi tersangka pasal berlapis

Ilustrasi sepeda motor rusak.
Ilustrasi sepeda motor rusak. | darksouls1 /Pixabay

Polisi menetapkan AS (20 tahun), pembanting sepeda motor di Jalan Letnan Soetopo, Serpong, Tangerang Selatan, Banten sebagai tersangka dengan pasal berlapis. Menurut Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan, pemuda yang viral pada Kamis (7/2/2019) itu disangka melakukan beberapa tindak pidana.

Polisi menjerat AS dengan pasal 263 KUHP (pemalsuan surat) dan Pasal 372 KUHP (penggelapan) dan atau Pasal 378 KUHP (penipuan) jo Pasal 480 KUHP (penadahan) dan Pasal 233 KUHP (merusak barang bukti) dan atau Pasal 406 KUHP (perusakan) dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

"Motor yang dalam penguasaan tersangka patut diduga hasil tindak pidana penipuan atau penggelapan yang dilakukan tersangka D," kata Ferdy, Jumat (8/2/2019) di Mapolres Tangerang Selatan, seperti dinukil dari Kompas.com. Polisi kini masih memburu tersangka D.

Ferdy menjelaskan, AS mendapatkan sepeda motor dari tersangka D setelah transaksi melalui Facebook. Sepeda motor itu lalu diserahkan bersama STNK tanpa BPKB seharga Rp3 juta.

Tersangka D diduga menggelapkan Honda Scoopy itu dari korban bernama Nur Ichsan. Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho menerangkan, Nur Ichsan awalnya menggadaikan sepeda motor itu beserta STNK kepada D.

Oleh D sepeda motor itu dijual lewat Facebook. AS lalu ketemu dan membayar di tempat (cash on delivery/COD) sepeda motor itu pada pertengahan Desember 2018 seharga Rp3 juta. Sepeda motor itu hanya dilengkapi STNK B 6382 VDL. Tapi kemudian, pelat nomor diganti B 6395 GLW.

"Ketika saudara Nur Ichsan akan menyelesaikan tanggungan terhadap utang yang dia ambil dari saudara D. Saudara D sudah tidak dapat dihubungi dan dia tidak mengetahui di mana keberadaan motor serta saudara D pada waktu itu. Sampai tadi malam didapat informasi bahwa motor tersebut ada pada AS," ujar Ferdy seperti dipetik dari detikcom.

Berbeda saat beraksi yang tampak garang. Saat digelandang polisi, AS menangis. "Saya memohon maaf kepada masyarakat Indonesia, kepada bapak Polisi, terima kasih sudah mengingatkan saya. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi," tutur AS seperti dinukil Okezone.com.

AS viral di media sosial Kamis (7/2/2019) karena merusak sepeda motor. Sebabnya, ia tak terima ditilang polisi. Polisi menilangnya karena AS dan temannya tak memakai helm, tak memiliki SIM, tak melengkapi diri dengan STNK, serta melawan arus.

Tak berhenti di situ saja, setelah videonya banting motor itu viral, AS kemudian muncul dalam rekaman membakar STNK. Tak diketahui STNK siapa yang ia bakar. Menurut polisi, ia membakar STNK itu karena sepeda motornya sudah tak ada. "Tujuannya adalah lanjutan dari kejadian pagi harinya, karena dia pikir motor sudah tidak ada, tidak ada gunanya lagi STNK sehingga dia bakar," kata Ferdy.

Polisi memastikan, aksi AS tak ada pengaruh narkoba. Menurut hasil pemeriksaan urine, pemuda itu tak terbukti mengonsumsi obat-obat terlarang. "Hasil tes urinenya negatif," ucap Ferdy. Polisi masih akan memeriksa kejiwaan AS. "Arahnya ke sana karena ini masih kami kembangkan," ujarnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR