PILPRES 2019

Pemberitaan Jokowi-Prabowo saling susul sepekan ini

Grafik jumlah pemberitaan media di Indonesia antara Jokowi (hijau) dan Prabowo (merah) selama periode 14-18 Januari 2019.
Grafik jumlah pemberitaan media di Indonesia antara Jokowi (hijau) dan Prabowo (merah) selama periode 14-18 Januari 2019. | Lokadata /Beritagar.id

Debat calon presiden-wakil presiden perdana yang digelar pekan ini membuat nama Prabowo Subianto membumbung dalam pemberitaan media daring. Nama Prabowo meningkat drastis selama rentang Senin (14/1/2019) hingga Jumat (18/1/2019).

Sepanjang periode tersebut, analisis konten oleh mesin Lokadata Beritagar.id terhadap lebih dari 800 media daring di Indonesia, menemukan hampir 14 ribu berita yang menyebut para kandidat presiden dalam Pemilu 2019.

Pemberitaan yang menyebut nama Prabowo menanjak sejak Selasa (15/1) hingga Kamis (17/1)--saat debat berlangsung--dengan jumlah 1.740 berita. Sedangkan Jokowi, mencapai puncak pemberitaan pada Senin (14/1/2019) dengan 1.770 artikel.

Isu-isu seputar Joko "Jokowi" Widodo terpantau mencapai 6.954 artikel di media daring. Jumlah pemberitaan ini naik 3 persen dari pemberitaan pekan lalu , 6.747 artikel. Sedangkan berita yang menyinggung Prabowo, mencapai 6.934, melonjak 45 persen dari pemberitaan pekan lalu yang "hanya" mencapai 4.779 artikel.

Perbandingan pemberitaan dan sebaran media antara Jokowi (kiri) dan Prabowo (kanan).
Perbandingan pemberitaan dan sebaran media antara Jokowi (kiri) dan Prabowo (kanan). | Lokadata /Beritagar.id

Berita yang paling banyak menyebut nama Jokowi adalah soal pembebasan Abu Bakar Ba'asyir. Total ada 405 entitas 'Jokowi' yang disinggung dalam pemberitaan ini. Sedangkan nama Prabowo banyak disinggung terkait ancamannya mundur dari Pilpres jika ada kecurangan. Mesin mencatat ada 262 kali entitas Prabowo yang disebut.

Tiga media terbanyak memuat dua kandidat itu adalah Tribunnews, Antaranews, dan Detikcom. Tribunnews memberitakan Jokowi dalam 1.051 berita dan Prabowo 1.234 berita. Jokowi hadir dalam 726 berita di Antaranews, sedangkan Prabowo 613 berita. Di Detikcom, nama Jokowi muncul 548 artikel dan Prabowo 611 artikel.

Kedua tokoh ini tak hanya muncul dalam berita politik, tapi juga dalam kategori lain seperti Peristiwa, Bisnis, Olah Raga, dan Hiburan. Jokowi muncul dalam pemberitaan bidang Kesehatan karena tampil dalam makan soto video vlogger Boy William. Sedangkan Prabowo muncul dalam berita hiburan karena terkait kasus pemakaian lagu Jogja Istimewa karya Kill The DJ.

Berikut rangkuman berita yang paling banyak menyebut nama-nama capres tersebut.

Capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin tiba untuk mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019).
Capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin tiba untuk mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). | Aprillio Akbar /Antara Foto

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir menurut juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily adalah salah satu bukti Presiden Jokowi adalah sosok yang mencintai ulama.

"Tentu pemberian pembebasan Ustadz Abu Bakar Baasyir ini sebagai bukti bahwa Presiden Jokowi merupakan figur yang memang pada dasarnya mencintai ulama," kata Ace Hasan di Jakarta, Jumat.

Ace mengatakan pembebasan Ba'asyir atas dasar kemanusiaan, lantaran yang bersangkutan sudah sering sakit dan usianya juga sudah lanjut. Ace meminta pembebasan Baasyir tidak dimaknai secara politik. Dia menilai langkah pembebasan semestinya didukung.

Persiapan Gimik politik untuk Ma'ruf Amin

Anggota Dewan Penasihat tim kampanye kubu Jokowi, Romahurmuziy, mengatakan ada persiapan khusus yang akan diberikan untuk Ma'ruf Amin dalam debat Pilpres 2019. "Secara persiapan, Kiai Ma'ruf disiapkan political gimmick, marketing gimmick. Kami beri pembekalan," ujar Romahurmuziy, di Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Romi menuturkan gimik politik ini sengaja dipersiapkan untuk Ma'ruf sebab tampilan Ma'ruf dalam berbicara harus berbeda saat Ketua Umum MUI itu memberikan tausiyah ke publik. "Karena selera masyarakat yang menonton televisi memiliki pendekatan berbeda dengan masyarakat umumnya," tuturnya.

Menurut Romi, Ma'ruf akan lebih diposisikan sebagai pendamping Jokowi dalam debat. Hal itu, kata dia, sesuai dengan peran Ma'ruf sebagai ulama untuk mendampingi Jokowi. "Beliau tidak akan kehilangan perannya dan akan diposisikan seperti itu," katanya.

Respon kubu capres terkait tantangan baca tes Al-qur'an

Dua kubu capres memberikan respons yang berbeda saat diminta tes baca Al-qur'an oleh Ikatan Dai Aceh (IDA). Perwakilan IDA, tak sempat bertemu dengan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Ketua Ikatan Dai Aceh Tgk Marsyuddin Ishak beserta rombongan hanya bertemu perwakilan sekretariat di Media Center di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan.

"Namun dari pihak sekretariat tadi bapak (Prabowo) sedang di luar mempersiapkan acara yang besar. Mungkin ini akan dirapatkan kembali. Insya Allah dalam waktu dekat mendapatkan jawaban," ujar Marsyuddin di Jakarta, Senin (14/1/2019). Kubu Prabowo menyatakan siap jika uji tes itu digelar oleh KPU.

Sedangkan dari kubu Jokowi menerima tantangan ini. Mereka langsung menggelar konferensi pers untuk menjelaskan kesediaannya. Mereka mau diuji di Aceh, jika saat ada kesempatan kunjungan ke Aceh.

Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno tiba untuk mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat pertama yang diikuti pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo dan Sandiaga Uno tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno tiba untuk mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat pertama yang diikuti pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo dan Sandiaga Uno tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc. |

Prabowo ancam mundur dari Pilpres

Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Djoko Santoso menyatakan Prabowo mengancam mundur dari Pilpres jika potensi kecurangan terus terjadi.

Menurut Djoko, salah satu potensi kecurangan dalam Pemilu 2019 adalah diperbolehkannya penyandang disabilitas mental untuk menggunakan hak pilihnya. "Karena memang ini sudah luar biasa. Masak orang gila suruh nyoblos," katanya.

"Tuhan saja tidak memberi tanggung jawab kepada orang gila. Masak kami memberi tanggung jawab nyoblos," imbuhnya.

Djoko pun menyampaikan akan mendukung Prabowo Subianto jika benar mengundurkan diri dari kontestasi pilpres meskipun ada ancaman pidana.

Jokowi sindir Prabowo soal Ratna Sarumpaet

Dalam debat perdana, Prabowo menyinggung Jokowi soal adanya kepala desa di Jawa Timur yang mendukungnya ditahan. Menurut Prabowo, hal merupakan perlakuan yang tidak adil dan juga pelanggaran hak azasi manusia (HAM).

"Karena menyatakan pendapat itu dijamin oleh UUD, jadi sebetulnya siapapun boleh menyatakan pendapat dukungan siapapun. Saya kira ini yang mohon Bapak (Jokowi) perhitungkan mungkin juga ada anak buah Bapak yang berlebihan," tuturnya.

Jokowi meminta Prabowo jangan asal menuduh dan memastikan kabar itu. Sebab Indonesia adalah negara hukum. "Kalau ada bukti sampaikan saja ke aparat, jangan grasa-grusu. Misalnya jurkam Pak Prabowo katanya dianiaya, babak belur ternyata operasi plastik," pungkasnya.

Pro-Prabowo dilaporkan Marzuki Mohamad

Rapper Marzuki Mohamad alias Kill The DJ melaporkan pendukung Prabowo karena mengubah lirik lagu ciptaanya 'Jogja Istimewa' menjadi dukungan ke capres Prabowo Subianto. Sebab, si pengunggah video itu tak kunjung minta maaf.

Marzuki menyatakan tak akan pernah memberikan ijin kepada siapa pun menggunakan lagu Jogja Istimewa tersebut digunakan untuk kampanye pilpres, baik itu pasangan nomer urut 01 maupun 02.

"Bagi saya, @javahiphop, dan sebagian besar warga Yogyakarta, pasti tahu sejarah dan kebanggaan pada lagu tersebut, itu kenapa saya tidak akan pernah mengganti liriknya untuk tujuan lain, baik komersil apalagi kampanye politik,"ujarnya.

Marzuki juga mengatakan siapa pun yang mengubah lagu tersebut, membuat videonya, dan ikut menyebarkannya, dianggap telah melanggar undang-undang dan pihaknya bisa membawanya ke ranah hukum.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR