PILPRES 2019

Pemberitaan Prabowo kembali pepet Jokowi

Grafik jumlah pemberitaan media di Indonesia antara Jokowi (hijau) dan Prabowo (merah) selama periode 28 Januari-1 Februari 2019.
Grafik jumlah pemberitaan media di Indonesia antara Jokowi (hijau) dan Prabowo (merah) selama periode 28 Januari-1 Februari 2019. | Lokadata /Beritagar.id

Pemberitaan terkait calon presiden Joko "Jokowi" Widodo dan Prabowo Subianto kembali memanas, seperti pada momen debat capres perdana dua pekan lalu. Dari sisi jumlah, pemberitaan Prabowo kembali memepet Jokowi.

Selama Senin (28/1/2019) hingga Jumat (1/2/2019), pantauan Beritagar.id terhadap sekitar 800 media daring di Indonesia, ada sekitar 12,5 ribu artikel yang menyebut keduanya. Jumlah pemberitaan tentang capres Prabowo kembali naik sedangkan Jokowi turun.

Jika pada pekan lalu Prabowo hanya diberitakan dalam 3.110 artikel, pekan ini Prabowo muncul dalam 6.115 artikel alias melonjak 96 persen. Sedangkan Jokowi, justru turun dari 7.384 berita pekan lalu menjadi 6.297 alias turun 17 persen.

Prabowo sempat unggul dalam jumlah pemberitaan pada Selasa (29/1/2019). Hari itu, ada 1.715 berita tentang dirinya, melampaui Jokowi yang pada hari itu hanya diberitakan sebanyak 1.268 kali.

Perbandingan jumlah pemberitaan dan sebaran media antara Jokowi (kiri) dan Prabowo (kanan) rentang 28 Januari-1 Februari 2019
Perbandingan jumlah pemberitaan dan sebaran media antara Jokowi (kiri) dan Prabowo (kanan) rentang 28 Januari-1 Februari 2019 | Lokadata /Beritagar.id

Berita yang paling banyak menyebut nama Jokowi adalah tentang dukungan dari Partai Bulan Bintang (PBB) pimpinan Yusril Ihza Mahendra. Dari topik pemberitaan ini, nama Jokowi ditulis dalam 337 berita.

Sedangkan berita yang paling banyak menyinggung nama Prabowo masih sama dengan pekan lalu, soal tabloid Indonesia Barokah. Mesin mencatat ada 88 kali nama Prabowo disebut dalam topik berita tudingan anggota TKN Jokowi di balik tabloid itu.

Tiga media terbanyak memuat dua kandidat itu adalah Tribunnews, Detikcom, dan Antaranews. Jokowi tercatat ada di Tribunnews sebanyak 778 kali, Detikcom 611 kali, dan Antaranews 571 kali. Sedangkan Prabowo, ada di berita Tribunnews sebanyak 925 kali, Detikcom 649 kali, dan Antaranews 397 kali.

Satu berita, bisa juga sekaligus menyebut dua nama capres sekaligus. Jadi mereka berbagi popularitas dalam satu topik. Berikut rangkuman berita yang paling banyak menyebut nama-nama capres tersebut.

Capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin tiba untuk mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat pertama yang diikuti pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo dan Sandiaga Uno tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin tiba untuk mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat pertama yang diikuti pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo dan Sandiaga Uno tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc. |

Dukungan PBB untuk Jokowi-ma'ruf

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menyatakan kini mendukung paslon capres cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019. Menurut penilaian Yusril, pasangan nomor urut 01 tersebut lebih memberi manfaat baik.

PBB sebenarnya tidak bisa mencalonkan orang dalam Pilpres. Jadi mereka memilih yang menurut mereka paling baik dan paling bermanfaat.

Alasan lainnya, agar partainya bisa tembus syarat ambang batas parlemen, yakni 4 persen. "Kami ingin lolos empat persen dan masuk kembali ke DPR. Karena itu perlu kerjasama baik sama partai maupun dengan Capres," ungkap Yusril. "Yang paling mungkin dan paling bisa bernegosiasi memang dengan paslon nomor 01. Oleh karena itu, kami mengambil langkah sama-sama dengan paslon 01."

Langkah PBB ditanggapi sinis oleh FPI. Imam Besar FPI Rizieq Shihab menilai PBB sudah tidak sesuai dengan perjuangan mereka.

Rizieq lantas memerintahkan seluruh anggota dan simpatisan FPI mundur sebagai pengurus dan caleg PBB dan mengalihkan dukungannya untuk Prabowo-Sandi

Kedatangan Gatot Nurmantyo ke Istana Negara

Presiden Jokowi menggelar rapat pengamanan Pemilu dengan mengundang para perwira tinggi TNI dan Polri di Istana Negara, Jakarta. Ada mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dalam pertemuan itu.

"Bukan apa-apa, tapi memang saya ingin rapim ini sekali-sekali kita lakukan di sini, kan nggak ada salahnya," kata Jokowi.

Gatot Nurmantyo yang mengenakan kemeja batik cokelat diketahui hadir sebagai tamu undangan pembukaan Rapat Pimpinan TNI-Polri yang digelar di Istana Negara tersebut.

Mantan Panglima TNI yang sempat diklaim mendukung Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019 nanti ini duduk bersama para eks Panglima TNI dan Kapolri terdahulu, seperti Jenderal Polisi (Purn) Dai Bahtiar, Jenderal Polisi (Purn) Bambang Hendarso Danuri dan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. Mereka duduk sebaris dengan Presiden Jokowi.

Ada 368 perwira tinggi TNI dan Polri yang hadir dalam rapat pimpinan pada tahun 2019 ini. Mereka terdiri 198 perwira tinggi TNI, dan 170 perwira tinggi Polri.

Capres nomor urut 02 Prabowo tiba untuk mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat pertama yang diikuti pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo dan Sandiaga Uno tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Capres nomor urut 02 Prabowo tiba untuk mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat pertama yang diikuti pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo dan Sandiaga Uno tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc. |

Tudingan aktor di balik Indonesia Barokah

Juru Bicara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade menduga ada kaitannya Indonesia Barokah dengan Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ipang Wahid.

Menurut Andre, ada jejak saat Ipang mengunggah logo yang hampir mirip Indonesia Barokah di akun media sosial. "Karena ada rekam jejak digitalnya. Ipang pernah memposting di akun media sosialnya sebuah video dengan logo yang sama dengan Indonesia Barokah," kata Andre, Senin (28/1/2019).

Andre menyatakan sudah melaporkan kasus ini kepada Bawaslu, Dewan Pers, dan kepolisian. "Kami serahkan pada kepolisian," kata Andre.

Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto, membantah tudingan itu. "Bukan, bukan dari tim pak Jokowi," kata Hasto, Senin (28/1/2019).

Politikus PDIP itu menyatakan saat ini kubu Prabowo-Sandiaga merasakan sakitnya fitnah seperti yang dirasakan Jokowi atas tabloid Obor Rakyat pada Pilpres 2014 lalu.

"Kalau kubu pak Prabowo dan Pak sandi menggugat hal tersebut akhirnya mereka merasakan, ketika Obor Rakyat saat itu beredar dengan masif dengan memfitnah Pak Jokowi ini jadi pelajaran yang penting bagi kita," kata dia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR