PILPRES 2019

Pembuktian gugatan 02 dari Allah dan pihak lain

Kata BW pihaknya tak mungkin membuktikan kecurangan. Namun Arsul Sani bilang, "Barang siapa mendalilkan, maka ia harus membuktikan."
Kata BW pihaknya tak mungkin membuktikan kecurangan. Namun Arsul Sani bilang, "Barang siapa mendalilkan, maka ia harus membuktikan." | Salni Setyadi /Beritagar.id

SILAT | Di dalam maupun di luar persidangan, sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) adalah atraksi silat kata. Lima sidang sudah terlewati, dan besok (27/6/2019) adalah pembacaan putusan.

Akan tetapi Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto (BW), kemarin (25/6/2019) di Jakarta berkata, "Saya akan menghadirkan bukti yang kami punya, biarkan Allah yang melengkapi seluruh bukti itu."

Sehari sebelumnya BW dikutip media, "Siapa yang bisa buktikan (kecurangan) ini? Pemohon? Tidak mungkin. Hanya institusi negara yang bisa. Karena ini canggih."

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani, yang berlatar advokat, menanggapi, "Tugas lembaga peradilan adalah menilai alat bukti, bukan membuktikan dalil salah satu pihak. Kalaupun pengadilan ingin mencari alat bukti, maka itu untuk menambah keyakinan hakim, bukan untuk mendukung atau memperkuat dalil salah satu pihak."

Lantas Arsul mengutip tamsil hukum, "Barang siapa mendalilkan, maka ia harus membuktikan."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR