Pembunuhan di Bogor berawal dari kenalan di Facebook

Ilustrasi laman jejaring sosial Facebook
Ilustrasi laman jejaring sosial Facebook | Simon Steinberger /Pixabay

Tiga pelaku pembunuhan terhadap seorang sales promotion girl (SPG) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akhirnya tertangkap polisi, Selasa (24/10/2017). Mereka rupanya mengincar korban lewat Facebook, dan sudah merencanakan aksinya.

Herawati (21), ditemukan tewas di pinggir Jalan Raya Kemang, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, pada Senin (23/10) dini hari. Saat ditemukan, korban dalam kondisi luka lebam di wajah dan berlumur darah. Barang-barang seperti tas dan dompet tidak hilang, namun handphone-nya tak ditemukan.

Polisi awalnya mengaku agak kesulitan mengungkap kasus ini, karena minimnya saksi dan petunjuk di lokasi temuan. Hingga sehari pasca-ditemukannya korban, polisi baru bisa mendapat keterangan dari empat saksi.

Setelah memeriksa CCTV yang berada di tempat parkir tempat korban bekerja, diketahui bahwa sebuah mobil Avanza dengan pelat nomor B 2594 SKD menjemputnya pada Minggu yang nahas itu. Tampak pula tiga orang yang menyertai kendaraan.

Penangkapan lalu dilakukan terhadap satu pelaku di daerah Pamulang, Tangerang Selatan, pada Selasa (24/10). Selanjutnya, petugas melacak dan menangkap dua orang lainnya, termasuk menyita barang bukti yang terkait dengan aksi jahat itu.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus, mengungkapkan pembunuhan bermula saat pelaku berinisial BB (21) berkenalan dengan korban melalui Facebook. Mereka lalu sepakat bertemu di satu tempat. Bersama dua pelaku lainnya, DD (24) dan RA (20), pada Minggu (22/10) ia datang menjemput korban dan mengajaknya berkeliling.

"Para pelaku sudah merencanakan membeli tali tas untuk mencekik korban dan membuang mayat korban, untuk selanjutnya mengambil barang berharga korban," papar Kombes Yusri, dikutip Okezone.com.

Kepada polisi, pelaku mengaku tega membunuh karena ingin menguasai barang milik korban berupa uang dan ponsel. Kemudian barang tersebut dijual kepada penadah berinisial DF (33). Sang penadah, dilaporkan Kompas.com, juga telah ditangkap.

"Ketiga pelaku ini adalah komplotan pencuri yang sering beraksi di kawasan Depok, Jakarta, dan Bogor," ujar Yusri kepada Pojokjabar, Rabu (25/10). Mereka mengaku sudah tujuh kali melakukan hal yang sama di wilayah Jabodetabek,

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bogor, AKP Bimantoro, sebelumnya sudah menduga korban meninggal karena dibunuh. Dugaan itu muncul pasca-olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyidikan sementara.

"Sebelum tewas korban diduga mengalami tindak penganiayaan," ujarnya pada Selasa (24/10), yang dilansir Sindonews. Hasil autopsi menunjukkan terdapat luka tusukan di bagian lehernya.

Korban yang kelahiran Bogor, 24 Desember 1996, beralamat di Kampung Cibeureum, Desa Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Saat ditemukan warga yang melintas di Desa Sukaluyu, ia mengenakan kaus putih, sweater kuning, celana panjang hitam, dan membawa tas berwarna hitam.

Dari keterangan paman korban, Herawati yang biasanya dijemput kakak sepupunya sepulang kerja, sejak tiga hari sebelum kejadian diantar pulang oleh laki-laki yang tak dikenal keluarga. Kontak terakhir dengan keluarga, terjadi pada Minggu (22/10).

"Terakhir Minggu dia bilang mau nonton dulu, udah enggak ada kabar lagi," kata Sang Paman yang bernama Hermawan, Senin (23/10). Korban yang biasanya pulang kerja sekitar pukul 21.00 WIB, akhirnya ditemukan telah tewas pada Senin dini hari itu.

Jenazah korban telah dimakamkan di pemakaman umum di sekitar rumahnya, Desa Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, sehari setelah ditemukan. Jasadnya sempat dibawa ke RSUD Ciawi untuk menjalani autopsi.

Adapun keempat pelaku kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Bogor. Polisi pun mengembangkan kasus ini untuk mengungkap sindikat pencurian dan pembunuhan melalui perkenalan dari Facebook.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR