Pemerintah resmi larang ormas Gafatar

Seorang warga menunjukkan formulir organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) milik anaknya di rumahnya di kawasan Alauddin, Makassar, Rabu, 13 Januari 2016. Hasrini Hafid, 31 tahun, anak seorang imam masjid, bersama suaminya, Abdul Kadri Nasir, dilaporkan hilang oleh orang tuanya ke Polda Sulsel sejak November 2015 setelah mengikuti organiasi Gafatar yang dianggap sesat.
Seorang warga menunjukkan formulir organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) milik anaknya di rumahnya di kawasan Alauddin, Makassar, Rabu, 13 Januari 2016. Hasrini Hafid, 31 tahun, anak seorang imam masjid, bersama suaminya, Abdul Kadri Nasir, dilaporkan hilang oleh orang tuanya ke Polda Sulsel sejak November 2015 setelah mengikuti organiasi Gafatar yang dianggap sesat. | Iqbal Lubis /Tempo

Pemerintah secara resmi melarang ajaran ormas Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara). Larangan itu dikeluarkan oleh Kejaksaan Agung, Menteri Dalam Negeri, dan Kementerian Agama. Larangan itu tertuang dalam tiga keputusan Nomor 93 Tahun 2016, Nomor KEP-043/A/JA/02/2016, dan Nomor 233-865 Tahun 2016 tentang Perintah dan Peringatan kepada Mantan Pengurus, Mantan Anggota, Pengikut, dan/atau Simpatisan Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Fajar Nusantara atau Dalam Bentuk Lainnya untuk Menghentikan Penyebaran Kegiatan Keagamaan yang Menyimpang dari Ajaran Pokok Agama Islam. Demikian Antaranews.com menulis, Kamis (24/3/2016).

Karenanya, kata dia, ajaran Gafatar ini dianggap sesat. Kenapa sesat? Karena setelah dipelajari dan didalami, Gafatar adalah ajaran yang pernah dilarang oleh Jaksa Agung tahun 2007 yakni Al-qiyadah al-Islamiyah.

Awal Februari lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengeluarkan fatwa yang isinya menganggap ajaran Gafatar itu sesat. Menurut Ketua Umum MUI Pusat Ma'ruf Amin Gafatar terbukti telah mencampur ajaran tiga agama yaitu Islam, Kristen dan Yahudi.

Jaksa Agung HM. Prasetyo menambahkan, sebelum mengeluarkan keputusan itu, pihaknya telah beberapa kali melakukan rapat. Hasilnya? Ketiga lembaga itu menilai Gafatar telah mengajarkan pemahaman yang sesat kepada masyarakat.

"Memberi perintah dan peringatan kepada mantan pengurus, mantan anggota, pengikut dan simpatisan Ormas Gafatar, dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum untuk melakukan penafsiran tentang suatu agama yang dianut Indonesia," kata Prasetyo.

Bagi mantan pengurus, anggota, pengikut yang tidak mengindahkan peringatan ini, kata Prasetyo, akan dikenai sanksi.
Prasetyo meminta agar masyarakat dapat memahami keputusan ini. Ia berharap mantan pengikut Gafatar mau memahami, menyadari, dan mematuhi keputusan yang telah dikeluarkan ini.

"Kepada masyarakat yang kebetulan ada warganya yang sempat terbawa arus, mengikuti ajaran Gafatar dan bermigrasi ke tempat lain, ketika kembali ke halamannya, tentu kami harap masyarakat asalnya bisa menerima dengan baik," katanya seperti ditulis CNN Indonesia.

Gafatar mencuat setelah dokter Rica Tri Handayani menghilang dan diduga pernah mengikuti organisasi ini. Dokter Rica bersama anaknya dilaporkan hilang sejak 30 Desember 2015 dan ditemukan di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Senin (11/1/2016).

Di Mempawah, kehadiran mantan anggot Gafatar ini mendapat penolakan dari warga hingga terjadi amuk massa yang berujung pada pembakaran rumah, Selasa (19/1/2016).

Pemerintah setempat melakukan evakuasi terhadap para mantan anggota Gafatar. Lebih dari 1.000 orang ditampung di Pembekalan Angkutan Daerah Militer XII Tanjungpura dan dipulangkan menggunakan kapal laut.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR