Pemerintah segera bangun bandara internasional sekitar Borobudur

Presiden Joko Widodo berjalan di halaman Candi Borobudur saat melakukan kunjungan kerja ke Taman Wisata Candi Borobudur Magelang, Jateng, Jumat (29/1).
Presiden Joko Widodo berjalan di halaman Candi Borobudur saat melakukan kunjungan kerja ke Taman Wisata Candi Borobudur Magelang, Jateng, Jumat (29/1). | Anis Efizudin /Antara Foto

Pemerintah menargetkan sekitar 2 juta wisatawan mancanegara dan 5 juta wisatawan domestik berkunjung setiap hari ke kawasan Candi Borobudur pada 2019. Untuk itu, pemerintah akan mengembangkan kawasan Borobudur sebagai tujuan wisata utama dengan standar internasional, termasuk pembangunan bandar udara.

"Kalau sudah ditetapkan sebagai destinasi utama maka international airport harus dibangun, fasilitas hotel-hotel harus juga berskala internasional," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya usai rapat terbatas di Hotel Manohara, kawasan Candi Borobudur, Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dilansir laman Sekretariat Kabinet.

Rapat terbatas dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Luar Negeri Retni Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Kawasan Candi Borobudur telah menjadi tujuan wisata dunia dengan rata-rata kunjungan wisatawan 300 ribu per hari. Arief belum memperincikan bandar udara standar internasional untuk mendukung wisata Candi Borobudur itu.

"Kita bisa saja membangun bandara baru tapi bisa dipastikan dia harus international airport dan standarnya harus internasional, seperti Soekarno Hatta," ujarnya. "Lokasinya saya tidak boleh ngomong."

Arief mengatakan, rapat terbatas telah menyepakati Borobudur sebagai destinasi utama wisatawan. Slogan yang disepakati adalah Borobudur Mahakarya Budaya Dunia atau World Cultural Masterpiece.

Rapat terbatas juga menyepakati pembentukan Badan Otorita Borobudur yang akan mengurusi wisata Bodrobudur secara terintegrasi. Selama ini, kata Arief, kelemahan pengelolaan daerah wisata adalah satu tujuan wisata tapi banyak pengelola.

Badan Otorita Bodrobudur akan berada di bawah Presiden berkoordinasi dengan Menko Kemaritiman. Sedangkan ketua pelaksana hariannya adalah Menteri Pariwisata. "Ini masih diusulkan ya, nanti Presiden yang menerapkan," kata Arief.

Arief mengatakan akan ada investasi sekitar Rp20 triliun untuk tahap pertama pengembangan Borobudur. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp10 triliun dari pemerintah berupa infrastruktur dasar dan Rp10 triliun lagi berasal dari investor swasta. "Nanti yang bangun hotel dan sebagainya, kita akan tawarkan kepada swasta lokal maupun dari luar negeri," kata Arief.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah diberi anggaran untuk penataan di empat kawasan tempat wisata, yaitu Dieng, Sangiran, Karimun Jawa, dan Borobudur.

Ganjar menambahkan tahun ini sudah melakukan lelang dan diharapkan akan mempercepat pengembangan daerah wisata. "Nanti berkoordinasi dengan teman Bupati, sehingga kita harapkan tahun ini review selesai dan tahun depan sudah bisa action," kata Ganjar.

BACA JUGA