Pemerintah siapkan strategi redam PHK

Pekerja menyelesaikan proses pembuatan kerajinan kapal pinisi dalam botol di Ngaglik, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (5/2/2016). Kerajinan kapal pinisi dalam botol dengan memanfaatkan bahan dasar botol bekas dan kayu mahoni itu dijual dengan harga Rp5.000 hingga Rp10.000 per botol tergantung ukurannya, yang telah dijual ke dalam negeri dan luar negeri seperti Amerika Serikat dan Turki.
Pekerja menyelesaikan proses pembuatan kerajinan kapal pinisi dalam botol di Ngaglik, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (5/2/2016). Kerajinan kapal pinisi dalam botol dengan memanfaatkan bahan dasar botol bekas dan kayu mahoni itu dijual dengan harga Rp5.000 hingga Rp10.000 per botol tergantung ukurannya, yang telah dijual ke dalam negeri dan luar negeri seperti Amerika Serikat dan Turki. | Aloysius Jarot Nugroho /ANTARAFOTO

Pemerintah optimistis mampu meredam gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang marak terjadi belakangan ini. Salah satunya adalah dengan mengintensifkan belanja pemerintah.

"Terutama di sektor infrastruktur, yang menyerap banyak tenaga kerja," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan kepada Koran Tempo, Selasa (9/2/2016).

Pemerintah menganggarkan belanja negara 2016 sebesar Rp2.095,7 triliun, meliputi belanja pemeirntah pusat Rp1.325,6 triliun, serta transfer ke daerah dan dana desa senilai total Rp770,2 triliun.

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro menjabarkan, anggaran untuk pembangunan proyek-rpoyek infrastruktur publik, terutama jalan, bendungan, irigasi dan pembangkit listrik dalam APBN 2016, mencapai Rp313,5 triliun atau naik 8 persen dibanding APBN-P 2015 sebesar Rp290,3 triliun.

Edy Putra Irawady, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri mengatakan, untuk meminimalisir dampak PHK, pemerintah juga akan mempercepat pemberian kompensasi bagi industri. Kompensasi yang dimaksud adalah melalui pemberian insentif dan mempermudah izin berusaha.

Selain itu, pemerintah akan mendorong penyerapan tenaga kerja dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Paket Kebijakan Ekonomi jilid X juga sedang dirancang pemerintah untuk membantu mengatasi hal ini.

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung mengatakan, rencananya paket itu akan diumumkan pekan depan, usai rapat paripurna, sebelum Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Amerika Serikat. Namun, Pramono enggan memaparkan lebih jauh apa isi paket kebijakan lanjutan itu.

Seperti yang dilansir tempo.co, Pramono hanya mengatakan, paket itu telah ditunggu-tunggu para pebisnis dan investor di Indonesia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin menilai, penting bagi pemerintah untuk mendorong usaha mikro. Menurutnya, PHK akan berdampak pada konsumsi sektor rumah tangga. Namun, BPS belum menghitung seberapa besar dampak tersebut.

Saat ini, industri mikro kecil mencapai 3,5 juta usaha dan yang level sedang hanya 24.000 usaha. Jika dari 3,5 juta usaha tersebut minimal menyerap 3 tenaga kerja, maka totalnya akan mencapai minimal 9 juta orang.

Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan, penting bagi Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) untuk membentuk Satgas Pencegahan PHK yang bertugas membantu pengawasan dan berdialog dengan berbagai sektor industri.

"Satgas ini tetap keanggotaannya tripartit terdiri dari unsur pemerintah, pengusaha dan serikat pekerja atau buruh dan dibantu dengan tim ahli lainnya," kata Sarman seperti yang ditulis Kontan.co.

Keberadaan Satgas ini dalam situasi ekonomi global yang tidak pasti sangat strategis untuk membantu pemerintah mencegah terjadinya PHK. Mengutip data Kemenaker, sepanjang tahun 2015 jumlah karyawan yang terkena PHK tercatat sebanyak 48.843 orang.

Meskipun begitu, pemerintah menolak menyebut ini sebagai PHK massal yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah. Karena, mundurnya sejumlah perusahaan dari tanah air ini lebih dikarenakan kondisi ekonomi global, termasuk merosotnya harga minyak dunia, sebagai pemicunya.

Setidaknya ada lima sektor industri yang terancam sebagai dampak merosotnya harga minyak dunia, di antaranya industri padat karya, otomotif dan turunannya, elektronik dan turunannya serta minyak dan gas.

BACA JUGA