PEMILU 2019

Pemilu 2019 digelar di 810.329 TPS

Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Padang Barat mengangkat kotak suara sebelum distribusikan ke Tempat Pemungatan Suara (TPS) di Padang, Sumatra Barat, Selasa (9/4/2019).
Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Padang Barat mengangkat kotak suara sebelum distribusikan ke Tempat Pemungatan Suara (TPS) di Padang, Sumatra Barat, Selasa (9/4/2019). | Muhammad Arif Pribadi /Antara Foto

Pemilihan umum (Pemilu) 2019 pada 17 April nanti akan digelar di 810.329 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 34 Provinsi, serta 514 Kabupaten/Kota, dan 7.201 Kecamatan. Total pemilih mencapai 190.779.969 orang.

Komisi Pemilihan Umum ( KPU) menetapkan penambahan TPS sebagai tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam rapat pleno terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih pasca-putusan MK, jumlah TPS bertambah dari 809.500 menjadi 810.329 TPS.

"Ini berdasarkan berita acara yang dikirim 34 provinsi," ujar Ketua KPU Arief Budiman dinukil Kompas.com di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Senin (8/4/2019).

Penambahan TPS lantaran tindak lanjut putusan MK yang memungkinkan KPU membentuk TPS tambahan, serta penambahan jumlah pemilih yang pindah memilih atau pemilih yang masuk kategori Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

Penambahan daftar pemilih tetap (DPT) diimbangi KPU dengan penambahan 199 TPS, dari 809.500 TPS menjadi 809.699 TPS. Sebanyak 199 TPS ini terbagi menjadi dua kategori; yaitu 46 TPS baru dan 135 TPS hasil regrouping.

Sementara itu, ada juga penambahan TPS untuk mengakomodasi jumlah DPT tambahan yang melebihi batas maksimal sebuah TPS. Adapun, Arief menjelaskan jumlah DPTb Pemilu 2019 ada 800.219 pemilih yang tersebar di 169.668 TPS.

Dalam rekapitulasi daftar pemilih Pemilu 2019 di laman KPU yang diolah tim Lokadata Beritagar.id, jumlah TPS terbanyak berada di Provinsi Jawa Barat, 138.050 TPS.

Posisi kedua ditempati Provinsi Jawa Timur sebanyak 130.012 TPS, dan Jawa Tengah sebanyak 115.391 TPS. Sementara, jumlah TPS paling sedikit ada di Provinsi Gorontalo sebanyak 3.363 TPS dan Kalimantan Utara (Kaltara) 2.183 TPS.

Jumlah pemilih yang mencapai 190,77 juta penduduk terdiri dari 96,51 juta laki-laki dan 95,4 juta perempuan. Sedangkan jumlah pemilih di luar negeri sebanyak 2,06 juta jiwa.

Selain Pemilihan Presiden (Pilpres), Pemilu 2019 juga akan memilih orang-orang yang akan mewakili rakyat di empat lembaga legislatif: DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kota/Kabupaten.

Tak boleh ada jeda

Kendati MK memutuskan mengabulkan sebagian uji materi Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang satu di antaranya mengatur penambahan waktu hingga 12 jam untuk penghitungan suara di TPS, KPU tak mau proses pemungutan dan penghitungan suara memiliki jeda.

Menurut Arief, proses pemungutan dan penghitungan suara akan terus dilanjutkan hingga batas waktu berakhir dan prosesnya selesai. "Putusan MK kan dalam pertimbangannya jelas mengatakan tidak boleh ada jeda," ujar Arief (28/3).

Lalu, berapa lama proses pencoblosan hingga penghitungan suara di TPS?

Dari hasil simulasi, kata Arief, durasi pemungutan suara di TPS per daftar pemilih tetap (DPT) berkisar tiga sampai lima menit.

Simulasi pemungutan suara Pemilu serentak itu, jelas Arief, meliputi pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota dan DPD RI di beberapa daerah. Arief mengklaim tidak ada kendala terkait proses pemungutan suara.

Dalam simulasi, tambah Arief, proses pemungutan suara digelar sejak pukul 07.00 WIB di beberapa daerah berjalan lancar hingga pukul 13.00 WIB. "Untuk pemungutan suara itu tidak ada problem," tandasnya.

Untuk proses penghitungan suara, sambung Arief, durasi waktu dari simulasi di beberapa daerah bervariasi. Ada yang selesai pukul 23.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB.

Terpisah, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menyebutkan, Pemilu nanti per TPS dibatasi maksimal 300 pemilih dengan empat bilik suara. "Lama mencoblos per orang bisa 4 sampai 10 menit," sebut Titi.

Perkiraan lama pencoblosan juga diungkapkan Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, Kaka Suminta. Menurutnya, setiap TPS paling banyak 300 dan rata-rata di bawah itu.

"Pencoblosan per orang rata-rata kurang dari lima menit. Diperkirakan pemungutan suara bisa selesai pukul 14.00 WIB, penghitungan rata-rata pukul 20.00 sampai pukul 22.00 WIB sudah selesai," sebut Kaka.

Target partisipasi 77,5 persen

Target tingkat partisipasi pemilih yang dipatok oleh KPU dan Pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) mencapai 77,5 persen. Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus menggencarkan sosialisasi.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Bahtiar menekankan pentingnya sosialisasi Pemilu untuk pemilih pemula dan kaum millenial lantaran tingkat pemahaman mereka dianggap masih minim.

"Adik-adik kita ini yang akan menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2019 memang belum cukup banyak informasi yang diketahui. Pemahaman surat suara, bagaimana cara mencoblos, itu hampir blank," ungkap Bahtiar dalam keterangan tertulis (8/4).

Selain menggelar Rapat Koordinasi Nasional bagi kepala daerah sebut Bahtiar, camat hingga kepala desa sebagai sarana sosialisasi dan persiapan Pemilu, sosialisasi jemput bola dan iklan Pemilu juga telah digencarkan untuk meningkatkan pengetahuan dan partisipasi pemilih.

Menilik data Institute for Democracy and Election Assistance yang diolah tim Lokadata Beritagar.id, partisipasi Pemilu Legislatif (Pileg) di Indonesia cenderung menurun setelah reformasi 1999.

Sedangkan pada 2014, hanya 75,11 persen dari total DPT yang mencoblos. Sedangkan untuk Pilpres, cenderung fluktuatif. Sempat menurun pada 2004 yakni 68,51 persen, kemudian meningkat menjadi 71,91 persen pada Pilpres 2009.

Namun kembali menurun pada Pilpres 2014 yang hanya mencapai 69,58 persen. Partisipasi Pemilu dilihat dari perbandingan jumlah orang yang mencoblos dengan jumlah orang yang terdaftar atau DPT.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR