Pemotor, pelanggar lalu lintas terbanyak di Jakarta

Polisi lalu lintas menghentikan pengendara sepeda motor yang memasuki jalur bus Transjakarta (Busway) dalam Operasi Patuh Jaya di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu, 18 Mei 2016. Pemotor adalah pelanggar lalu lintas terbanyak
Polisi lalu lintas menghentikan pengendara sepeda motor yang memasuki jalur bus Transjakarta (Busway) dalam Operasi Patuh Jaya di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu, 18 Mei 2016. Pemotor adalah pelanggar lalu lintas terbanyak | Marifka Wahyu Hidayat /Tempo

Polda Metro Jaya mendapati 107.870 pelanggaran selama 14 hari Operasi Patuh Jaya 2016. Dalam operasi yang digelar pada 14 Mei-29 Mei 2016 itu, kepolisian juga melayangkan teguran kepada 9.129 pengendara lain yang melanggar lalu lintas.

Kepala Subdit Penegakan dan Pembinaan Hukum, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto menyatakan, 100.447 pelanggar yang ditindak disertai dengan bukti pelanggaran (tilang). Polisi menyita 39.274 lembar Surat Izin Mengemudi (SIM), 68.158 lembar Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), 431 sepeda motor dan tujuh unit mobil pribadi. Penyitaan itu disebabkan karena tak dilengkapi surat-surat yang sah.

Dari jenis kendaraan yang digunakan pelanggar, sepeda motor masih yang terbanyak. "Ada 77.876 sepeda motor," ujar Budiyanto seperti dikutip dari Kontan.co.id.

Lalu diikuti mobil pribadi dengan jumlah 9.631 unit, Mikrolet 8.065 unit, taksi 5.290 unit, kendaraan barang 3.255 unit, bus 2.036 unit, dan Metromini 1.717 unit.

Dari jenis pelanggaran, masih didominasi oleh pelanggaran rambu-rambu lalu lintas. "Jumlahnya mencapai 73.281 pelanggaran," kata dia.

Pelanggaran lain, jenisnya beragam. Dari 34.588 pelanggaran terbagi dalam beberapa jenis. Di antaranya tidak menggunakan sabuk pengaman, helm, memakai ponsel saat berkendara, tidak menyalakan lampu di siang hari, dan tidak ada kelengkapan surat-surat. "Angka ini menandakan kedisiplinan masyarakat masih rendah," ujar Budiyanto seperti dikutip dari rmoljakarta.com.

Menurut catatan kepolisian, pelanggaran ini naik dibanding tahun lalu. "Ada peningkatan sebesar 7 persen," ujar Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto kepada Detik.com.

Operasi yang digelar sejak tanggal 16-29 Mei 2016, jumlah pelanggar yang diberi tilang sebanyak 107.870 pelanggar dan teguran sebanyak 9.129 pelanggar. Sedangkan tahun 2015, menurut catatan CNN Indonesia jumlah pelanggar yang diberi tilang sebanyak 100.386 dan teguran sebanyak 9.009 pelanggar.

Budiyanto mengatakan, meningkatnya pelanggaran disebabkan banyak faktor. "Bisa karena jumlah kendaraan yang semakin meningkat, ditambah operasi penegakan hukum yang ditingkatkan dan kesadaran masyarakat itu sendiri yang berkurang," ujarnya.

Jumlah kendaraan bermotor di Jakarta tumbuh pesat setiap hari. Dalam sehari sekitar enam ribu kendaraan baru yang terjual. Kendaraan roda empat mencapai 1.600 unit, sedangkan roda dua 4.000 sampai 4.500 unit.

Menurut Data Transportasi Jakarta 2015, jumlah kendaraan mencapai 17,5 juta unit. Terdiri dari sepeda motor 13 juta sepeda motor, 3,2 juta mobil penumpang, 673 ribu mobil barang, serta 362 ribu bus.

Selama empat belas hari Operasi Patuh Jaya, tercatat ada 130 kecelakaan lalu lintas. Alhasil, menimbulkan 140 korban, terdiri dari 14 orang meninggal, 34 orang luka berat dan 92 orang luka ringan. "Kerugian material dari kecelakaan lalu lintas itu senilai Rp415.450.000," kata Budiyanto.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR