Pemprov DKI resmikan 98 gedung baru untuk pendidikan

Ilustrasi sebuah sekolah dasar di Jakarta.
Ilustrasi sebuah sekolah dasar di Jakarta. | Joachim Affeldt /Shutterstock

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan meresmikan 98 gedung yang dibangun sebagai sarana pendidikan di ibu kota pada Jumat, 8 Maret 2019. Pembangunan seluruh gedung tersebut menghabiskan dana Rp2 triliun.

Ke-98 gedung tersebut terdiri dari 5 gedung Sekolah Luar Biasa (SLB), 71 Sekolah Dasar (SD), 16 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 1 Sekolah Menengah Atas (SMA), 1 Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK), 1 gedung Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), 2 asrama, dan 1 gedung kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang baru selesai direhabilitasi.

Enam di antara 98 sekolah tersebut dijadikan sekolah percontohan yakni SMP Negeri 59 Kemayoran Jakarta Pusat, SDN Susukan, SDN Lagoa, SDN Cengkareng, SDN Pondok Labu, dan SDN Untung Jawa di Kepulauan Seribu.

Pada gedung percontohan tersebut dibangun fasilitas yang cukup unik, misalnya dengan adanya sistem tata udara alami yang memungkinkan sirkulasi udara berjalan dengan baik. Lalu ada juga panel surya yang ramah lingkungan, karena akan meminimalkan penggunaan listrik, seperti yang dibuat di SDN Pondok Labu 01 Pagi, Jakarta Selatan.

Panel surya ini selain sebagai fasilitas, juga rencananya akan masuk ke dalam kegiatan belajar-mengajar. Melalui panel surya, para siswa-siswi akan diajarkan tentang sumber energi berkelanjutan.

Selain itu, gedung-gedung tersebut juga dipastikan ramah penyandang disabilitas. Hal ini disampaikan Anies dalam acara peresmian secara simbolis yang dilakukan di SDN Pondok Labu 01 Pagi, Cilandak, Jakarta Selatan.

"Tadi ada seorang siswa kelas 5 yang selalu juara satu di sini. Dia adalah penyandang disabilitas dan kelasnya di lantai atas. Tadi sama-sama jalan ke atas. Jadi Insya Allah semuanya dirancang setara untuk semua. Jadi ramah bagi penyandang disabilitas," kata Anies kepada Merdeka.com, Jumat (8/3).

Pembangunan dan rehabilitasi gedung-gedung tersebut menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2018 hingga sekitar Rp2 triliun, dengan rincian: Rp1,82 triliun untuk rehab gedung sekolah dan Rp231 miliar untuk rehabilitasi kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Kendati masih jauh dari jumlah total sekolah negeri di Jakarta, Anies berharap, pembaruan gedung tersebut dapat meningkatkan mutu pendidikan bagi siswa-siswi ibu kota.

“Ini adalah tempat menumbuhkan karakter, menumbuhkan kebiasaan positif. Semua harus memiliki karakter pembelajar, gurunya, tenaga kependidikan, siswanya, orang tuanya. Sekolah adalah tempat untuk terus menerus belajar,” ucap Anies lagi kepada Suara.com, Jumat (8/3).

Anies juga mengimbau kepada para pejabat yang akan bekerja di kantor dinas yang baru agar tak terlena dengan segala fasilitasnya. Kenyamanan yang diberikan justru harus membuat mereka memberikan pelayanan yang lebih baik lagi.

Sebab, seperti ditekankannya bahwa manfaat bangunan baru tak diukur dari seberapa nyaman, melainkan berapa banyak sekolah di Jakarta bisa mendapatkan pendidikan berkualitas.

"Jadikan kantor sebagai penyebar komitmen mengayomi siswa dan memuliakan guru dan tenaga pendidikan serta terpancar tolok ukur layanan pendidikan bermutu harus dijalankan," tegasnya, seperti dikutip Medcom.

Rehabilitasi bangunan sarana pendidikan tak berhenti sampai di situ. Pada 2019, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI berencana untuk merehabilitasi 132 gedung sekolah.

Mayoritas gedung yang akan dibenahi merupakan bangunan sekolah dasar. Untuk itu, telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 2,1 triliun di APBD DKI 2019.

Selain merombak total gedung sekolah, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI juga melakukan pembangunan ruang kelas baru di tujuh lokasi sekolah dengan total nilai anggaran sebesar Rp 55,54 miliar.

Lalu ada pula alokasi anggaran untuk membangun gedung SMK Negeri baru. Gedung SMK ini akan berlokasi di Jakarta Barat dan Jakarta Timur dengan menelan biaya sekitar Rp208 miliar.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR