TERORISME

Penangkapan teroris tak kenal hari libur

Petugas kepolisian melakukan penjagaan saat dilakukan penggeledahan di salah satu rumah terduga teroris di Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (4/6/2018).
Petugas kepolisian melakukan penjagaan saat dilakukan penggeledahan di salah satu rumah terduga teroris di Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (4/6/2018). | Mohammad Ayudha /Antara Foto

Liburan Idulfitri 2018 tak menghentikan upaya penangkapan terhadap terduga teroris di sejumlah wilayah. Dalam beberapa pekan ini, polisi sudah menangkap lebih dari 100 terduga teroris, termasuk penangkapan di Karanganyar, Jawa Tengah, Blitar, dan Tulungagung, Jawa Timur.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, mengatakan pihaknya sudah menangkap total 110 orang terduga teroris. Penangkapan terduga teroris itu, kata Tito, terkait dengan kejadian teror di Surabaya pada Mei lalu.

"Yang jelas kita tetap bekerja meskipun masyarakat sedang berlibur kita justru menjadi puncak untuk mengamankan karena mengamankan adalah ibadah," kata Tito dikutip Antaranews seusai bersilaturahmi dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor pada Jumat (15/6/2018).

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan penangkapan terhadap enam orang terduga teroris di Blitar dan Tulungagung pada Rabu (13/6/2018) dan Kamis (14/6/2018). Di Blitar, polisi menemukan catatan tentang dua tempat yang diduga kuat bakal menjadi target penyerangan terduga teroris, yaitu Polsek Talun, Blitar, dan sebuah bank di Blitar.

Penangkapan juga terjadi di Jawa Tengah sebagai pengembangan dari Blitar. Tim Detasemen Khusus 88 menangkap seorang terduga teroris di Serangan, Kelurahan Blulukan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada malam sebelum Lebaran, Kamis (14/6/2018).

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, menyatakan bahwa terduga teroris berinisial Z yang dibekuk Densus 88 di Serangan, Blulukan, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, diduga terkait dengan rangkaian aksi bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur, pada pertengahan Mei 2018.

"Kemungkinan ada kaitannya dengan yang di Surabaya. Tetapi kalau dia penyandang dana tidak. Tapi masih ada kaitannya saja," kata Condro dikutip Kompas.com.

Penangkapan terduga teroris di Blitar, Tulungagung, dan Karanganyar itu berselang satu bulan dari penangkapan terduga teroris di Blitar. SA (37) alias Abu Umar, diamankan bersama istrinya, WMW oleh tim Densus 88 di tempat tinggalnya di Desa Jatinom, Kabupaten Blitar, 16 Mei 2018. SA diyakini sebagai Ketua JAD Jawa Timur.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menegaskan, pemerintah terus berupaya menanggulangi tindak terorisme. Upaya penangkapan terhadap terduga teroris masih akan tetap dilakukan meskipun saat hari libur.

"Penangkapan teroris tidak akan berhenti. Tidak kenal hari raya. Tidak kenal libur, terus dilakukan. Jangan dikontekskan ini hari raya, tidak, tetap tegas," ujar Moeldoko melalui Kontan.co.id.

BACA JUGA