PENERIMAAN CPNS

Pendaftaran CPNS 2017 Periode II ditutup dengan 1,3 juta pendaftar

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur (kanan) meninjau tahapan seleksi calon pegawai negeri sipil Kementerian Hukum dan HAM di Denpasar, Senin (11/9/2017)
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur (kanan) meninjau tahapan seleksi calon pegawai negeri sipil Kementerian Hukum dan HAM di Denpasar, Senin (11/9/2017) | Nyoman Budhiana /Antara Foto

Pendaftaran online penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Periode II telah ditutup pada 25 September 2017. Sejak dibuka pada 11 September, rasio pelamar untuk 60 Kementerian dan Lembaga (K/L) dan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), mencapai 1 berbanding 65,5 orang.

Lowongan CPNS periode II yang menyediakan 17.928 formasi pada 60 K/L dan Pemerintah Provinsi Kaltara, mengundang 1.295.295 orang pendaftar. Pada Periode I untuk Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan Mahkamah Agung (MA) jumlah pelamarnya 1.137.731 orang untuk 19.210 formasi.

Setelah usainya masa pendaftaran ini, panitia seleksi di masing-masing instansi akan mengumumkan nama-nama pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi, dan berhak mengikuti seleksi tahap berikutnya, yaitu Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) dengan menggunakan Computer Assisted Test (CAT).

"Pengumuman (hasil) seleksi administrasi 30 September 2017," kata Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB, Herman Suryatman, kepada detikFinance, Senin (25/9/2017).

Menurut Herman, pelaksanaan SKD dijadwalkan pada 9-20 Oktober 2017, sesuai perencanaan masing-masing intansi. Apabila lolos, selanjutnya pelamar akan mengikuti Seleksi Kompetisi Bidang (SKB). Sedangkan pengumuman kelulusan akhir akan dilaksanakan pada 20 November 2017.

Selama proses pendaftaran, BKN menemukan beberapa berkas persyaratan pelamar yang diunggah melalui SSCN, tidak dapat terbaca oleh sistem. Sekitar 800 ratus pelamar pun diwajibkan untuk mengunggah kembali berkas persyaratan tersebut. Mereka berpotensi gugur bila dokumen dimaksud tidak dilengkapi sebelum masa pendaftaran berakhir.

Hingga pukul 10.50 WIB pada hari terakhir pendaftaran, Senin (25/9), jumlah pelamar mencapai 1.213.778 orang. Artinya hingga tenggat terakhir penutupan pada 26 September pukul 00.01 WIB, masih ada penambahan sebanyak 81.517 pelamar.

Menurut data Badan Kepegawaian Negara (BKN) lewat situs sscn.bkn.go.id, hingga Senin pagi itu, instansi yang menjadi favorit pelamar adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), sebanyak 154.006 pelamar untuk 300 formasi.

Berikutnya adalah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebanyak 136.690 pelamar untuk 2.880 formasi; Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 111.930 pelamar untuk 1.000 formasi; Kejaksaan Agung (Kejagung) 73.772 pelamar untuk 1.000 formasi; dan Kementerian Pertanian (Kementan) 73.156 pelamar untuk 475 formasi.

Sedangkan lima intansi yang paling sedikit jumlah pelamarnya adalah Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) sebanyak 50 pelamar untuk 26 formasi; Kementerian Koordinator bidang Perekonomian 317 pelamar untuk 25 formasi.

Kemudian Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dengan 831 pelamar untuk 10 formasi; Kementerian Pariwisata (Kemenpar) 1.252 pelamar untuk 40 formasi; dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) 1.361 pelamar untuk 40 formasi.

Adapun instansi yang terbanyak membuka lowongan adalah Kementerian Keuangan dengan 2.880 formasi. BAPETEN yang hanya menyediakan 10 formasi, merupakan lembaga dengan jumlah formasi paling sedikit.

Bila keseluruhan pelamar CPNS 2017 Periode I dan II digabungkan, jumlahnya mencapai 2.433.656 orang, yang mengincar 37.138 formasi. Rata-rata satu jabatan diperebutkan oleh 65,5 pelamar, atau rasionya mencapai 1:65,5.

Capaian ini mendekati rekor pelamar CPNS online pada 2014 sebanyak 2.603.780 orang, yang tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI). Saat itu, dilansir situs Setkab, pemerintah membuka 65 ribu formasi yang terdiri dari 25 ribu untuk instansi pemerintah pusat, dan 40 ribu untuk pemerintah daerah.

Rasio jabatan dengan pelamarnya kala itu mencapai 1:40. Rasio tersebut menunjukkan persaingan pada 2014 lebih ringan dibanding persaingan untuk penerimaan CPNS tahun ini.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR