UJIAN NASIONAL

Pendaftaran SNMPTN tak diperpanjang meski sepi peminat

Foto ilustrasi pelajar mengikuti ujian.
Foto ilustrasi pelajar mengikuti ujian. | Smolaw /Shutterstock

Pendaftaran Selesksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) bakal ditutup Selasa (19/2/2019), pukul 22.00 WIB. Panitia Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) memastikan pendaftaran tidak akan diperpanjang untuk ketiga kalinya.

Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT Budi Prasetyo mengatakan, peluang penambahan peserta ujian kemungkinannya tetap kecil meski waktu pendaftaran diperpanjang.

“Kami sudah melakukan perpanjangan satu kali pada waktu pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dan dua kali pendaftaran SNMPTN. Jadi, kecil kemungkinan adanya perpanjangan lagi,” kata Budi dalam laporan AntaraNews.

Hingga 18 Februari 2019 pukul 18.00 WIB, sebanyak 475.418 siswa melakukan pendaftaran dengan sistem daring (online) ini. Dari jumlah tersebut, peserta yang telah difinalisasi mencapai 467.203 siswa.

Jumlah peserta ini sejatinya baru mencapai 59 persen dari keseluruhan angka pelajar yang bisa mengikuti SNMPTN, yakni sebanyak 778.849 siswa. Adapun siswa yang dinyatakan lulus pada 2019 berjumlah 2.330.420 orang.

Budi mengklaim, banyaknya peserta yang tidak ikut mendaftar lantaran masih ragu dengan perguruan tinggi tujuan serta program studi yang bakal diambil.

Di samping itu, pihaknya memastikan tidak ada kendala teknis dalam proses pendaftaran yang dilakukan melalui situs http://web.snmptn.ac.id.

Menurutnya, penumpukan akses yang mengakibatkan terhambatnya jaringan pada situs yang dituju tidak akan terjadi karena pihaknya telah menyiapkan 10 server tambahan berikut dengan kapasitas bandwith yang dinaikkan.

Jika pun ada siswa yang mengalami kesulitan dalam proses pendaftaran dan pelengkapan dokumen, Ketua LTMPT Ravik Kasidi menjamin pihaknya bakal mencarikan solusi yang prinsipnya tidak akan merugikan siswa.

LTMPT memberlakukan aturan yang meringankan pendaftar, di antaranya untuk masuk ke dalam situs pendaftaran, calon mahasiswa hanya perlu memasukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dengan sistem ganjil dan genap.

Jika NISN ganjil, maka jam pendaftaran bisa dilakukan pada jam ganjil, begitu juga sebaliknya.

Siswa kemudian diminta untuk mengisi biodata serta mengunggah pasfoto resmi. Sedangkan untuk program studi seni dan olahraga, peserta wajib mengunggah portofolio dan dokumen bukti keterampilan yang telah disahkan.

Pengumuman hasil seleksi administrasi diumumkan pada 23 Maret 2019. Setelahnya, proses penilaian akan dilakukan oleh tiap PTN usai menerima rangking nasional pendaftar SNMPTN di tiap program studi.

Sejumlah PTN menerapkan formulasi khusus sebagai pertimbangan diterimanya peserta SNMPTN. Seperti misalnya di Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, yang memberlakukan acuan nilai peringkat calon mahasiswa berikut dengan indeks sekolahnya.

Sementara di Universitas Andalas, Padang, Sumatra Barat, calon mahasiswa boleh mengikuti dua kali ujian masuk. Nanti, kedua nilai dari ujian itu bakal digabung untuk melihat skor akhir peserta.

Semula, pendaftaran SNMPTN dibuka pada 4 Februari hingga tanggal 14 Februari 2019. Sulitnya mengakses laman pendaftaran pada detik-detik akhir membuat LTMPT memperpanjang tenggat hingga 16 Februari 2019. Lantaran persoalan serupa, LTMPT kembali memperpanjang masa pendaftaran hingga 19 Februari 2019.

Perubahan sistem seleksi

Khusus pada pelaksanaan ujian seleksi tahun ini, Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menetapkan kebijakan baru dengan meluncurkan Lembaga Tes Masuk PTN (LTMPTN).

Kepala Seksi Pembelajaran dan Teknologi Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Fajar Priautama dalam tempo.co menjelaskan, tujuan pembentukan lembaga ini agar tata kelola manajemen seleksi masuk PTN lebih terkoordinasi.

Secara khusus ada dua fungsi LTMPTN, pertama mengelola dan mengolah data calon mahasiswa dan kedua melaksanakan seleksi.

LTMPTN hanya akan mengurus calon mahasiswa yang mengikuti SNMPTN, sementara seleksi mandiri (Seleksi Bersama Masuk PTN/SBMPTN) bakal langsung diserahkan kepada PTN. Perubahan sistem juga berlaku pada SBMPTN yakni penyelenggaraan ujian tertulis bakal dilakukan melalui basis komputer (UTBK).

Selain membentuk LTMPTN, pada tahun ini calon mahasiswa hanya dapat memilih dua program studi dari sebelumnya tiga yang ditawarkan. Khusus untuk program sarjana pendidikan, tes yang dibuka tidak hanya berbasis komputer, melainkan juga ada keterampilan pedagogis.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR