PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

Penerbangan dipindah ke BIJB, proyek Tol Cisumdawu dikebut

Foto udara sejumlah kendaraan melintas di Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (31/5/2019).
Foto udara sejumlah kendaraan melintas di Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (31/5/2019). | M Agung Rajasa /Antara Foto

Rute penerbangan telah dipindahkan, kini pemerintah kebut pembangunan akses tol ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Jalur tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 61 km yang menghubungkan Bandung dengan BIJB ditargetkan selesai pada akhir 2020.

Jalan tol yang terdiri dari enam ruas tersebut mulai dibangun pada 2012 dan dijadwalkan selesai pada 2021. Namun, seiring keputusan untuk memindahkan 13 rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke BIJB mulai Senin (1/7/2019), pembangunan tol tersebut dikebut.

"Berdasarkan kontrak, Jalan Tol Cisumdawu ditargetkan selesai tahun 2021, tetapi dengan percepatan operasional BIJB Kertajati maka jalan tol ini sangat ditunggu kehadirannya karena signifikan sekali manfaatnya untuk meningkatkan pergerakan lalu lintas menuju Bandara," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, saat meninjau pembangunan tol tersebut, Selasa (2/7).

Diresmikan Presiden Joko Widodo pada 24 Mei 2018, BIJB adalah bandara terbesar kedua di Indonesia, setelah Soekarno-Hatta di Banten. Namun, akses Bandung-Kertajati yang relatif sulit membuat bandara bernilai Rp2,6 triliun tersebut sepi penumpang.

Karena jalanan yang kerap macet dan transportasi umum yang langsung menuju bandara relatif jarang, jarak 165 km dari Bandung ke Kertajati paling cepat ditempuh paling cepat sekitar 3 jam.

Para penumpang asal Bandung tampaknya lebih memilih menggunakan Bandara Halim Perdanakusuma (145,3 km) atau Soekarno-Hatta (174 km). Infrastruktur jalan dan sarana transportasi ke dua bandara di Jakarta tersebut lebih terjamin, maskapai dan rute penerbangan pun jauh lebih variatif.

Pada periode Januari-Maret 2019, mengutip Tirto.id, jumlah penumpang hanya mencapai sekitar 30.000 orang. Padahal target yang ditetapkan pengelola, PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) adalah 2,7 juta orang pada tahun ini.

Akibat sepinya penumpang, beberapa maskapai yang sempat melayani rute ke BIJB pun hengkang. Sebelum keputusan pada 1 Juli itu, tersisa satu maskapai dengan satu rute penerbangan yang melayani penumpang di BIJB, yaitu Citilink dengan rute Bandung-Surabaya.

Sepinya penumpang, tentu saja, memberatkan pengelola bandara. Biaya pemeliharan bandara yang berdiri di lahan seluas 3.480 hektare tersebut mencapai Rp6 miliar per bulan.

Penumpang berjalan memasuki pesawat di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Senin (1/7/2019). Kementerian Perhubungan memindahkan 13 penerbangan domestik dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati mulai 1 Juli 2019, dengan menyisakan 20 penerbangan domestik serta 12 penerbangan internasional.
Penumpang berjalan memasuki pesawat di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Senin (1/7/2019). Kementerian Perhubungan memindahkan 13 penerbangan domestik dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati mulai 1 Juli 2019, dengan menyisakan 20 penerbangan domestik serta 12 penerbangan internasional. | Raisan Al Farisi /Antara Foto

Masa depan BIJB jelas bergantung pada kemudahan calon penumpang mengaksesnya. Oleh karena itulah pembangunan jalan tol menuju Kertajati jadi prioritas utama.

Tol Cisumdawu diyakini bisa memangkas waktu tempuh dari Bandung hingga setengahnya, menjadi sekitar 1,5 jam. Dengan demikian, bakal jadi pilihan menarik bagi calon penumpang.

Selain itu, jalan tol tersebut juga akan menghubungkan dua tol lain yang telah lama beroperasi, Tol Purbaleunyi dan Cipali, sehingga bisa memperlancar perjalanan dari bagian selatan Jawa Barat menuju kawasan utara provinsi tersebut.

Menurut Menteri Basuki, seksi 1-3 ruas Cileunyi-Cimalaka (33 km) ditargetkan rampung pada akhir 2019. Pembebasan lahan di Seksi 1 Cileunyi-Rancakalong (10,57 km) sudah mencapai 68,53 persen dan progres konstruksi 32,1 persen.

Seksi 2 (17,05 Km) Fase I dari Rancakalong-Ciherang sudah selesai tahun 2017 dan Fase II Ciherang-Sumedang pembebasan lahannya mencapai 92,2 persen dan untuk konstruksi sudah 69,14 persen.

Pada Lebaran 2019, seksi 2 fase 2 Cisumdawu, yang terbentang sepanjang 5,5 km dari Rancakalong ke Sumedang, sempat dibuka sebagai jalur alternatif arus mudik.

Sementara Seksi 3 hingga Seksi 6 yang menghubungkan Sumedang-Cimalaka-Legok-Ujung Jaya-Dawuan sepanjang 32,65 km dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT. Citra Karya Jabar Tol (CKJT) dengan nilai investasi Rp 8,41 Triliun.

"Seksi 3 dari Sumedang ke Cimalaka 4,05 Km yang dikerjakan BUJT pembebasan lahannya sudah lebih dari 99 persen dan progres fisiknya sudah sekitar 74 persen, sehingga kita optimistis di akhir 2019 akan selesai. Selanjutnya tinggal pembangunan seksi 4-6," ujar Basuki.

Kementerian PUPR juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk percepatan pengadaan lahan pada seksi 6 ruas Ujungjaya - Dawuan (6,07 Km). Sebagian besar lahan di jalur tersebut merupakan milik Perum Perhutani.

Sembari menunggu selesainya Tol Cisumdawu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT BIJB membantu perjalanan penumpang dari dan ke bandara dengan memastikan tersedianya berbagai layanan transportasi--bus Damri, travel, dan taksi online. Khusus Damri rute Bandung-Kertajati digratiskan hingga sebulan mendatang.

Pada hari pertama pengalihan penerbangan ke BIJB ada 3.780 penumpang terlayani dalam 36 pergerakan pesawat--masing-masing 18 terbang dan mendarat. Pengelola bandara kini menargetkan sedikitnya 24 pergerakan pesawat setiap harinya.

Selesainya Tol Cisumdawu diharapkan bisa mempermudah upaya untuk mencapai target tersebut dan membuat BIJB semakin ramai, meneguhkan statusnya sebagai bandara terbesar kedua di Indonesia.

"Kami optimistis jika Bandara Kertajati dapat maju dan berkembang pesat sehingga mampu mendorong pemerataan perekonomian masyarakat di Jawa Barat," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dalam CNN Indonesia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR