Pengakuan adik ipar Jokowi tentang kasus suap pajak

Direktur Operasional PT Rakabu Sejahtera Arif Budi Sulistyo menjadi saksi pada sidang kasus dugaan suap pengurusan pajak dengan terdakwa Ramapanicker Rajamohanan Nair di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (20/3/2017).
Direktur Operasional PT Rakabu Sejahtera Arif Budi Sulistyo menjadi saksi pada sidang kasus dugaan suap pengurusan pajak dengan terdakwa Ramapanicker Rajamohanan Nair di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (20/3/2017).
© Hafidz Mubarak A. /Antara Foto

Direktur Operasional PT Rakabu Sejahtera, Arif Budi Sulistyo tampil sebagai saksi dalam sidang perkara penyuapan pajak dengan terdakwa Country Director PT EK Prima Ekspor Indonesia (EKP), Ramapanicker Rajamohanan Nair, Senin (20/3/2017). Adik ipar Presiden Joko Widodo ini mengakui membantu Rajamohanan dalam pengajuan tax amnesty (pengampunan pajak) PT EKP.

Arif Budi Sulistyo, merupakan adik dari Iriana, istri Jokowi dan menjadi Direktur Operasional PT Rakabu Sejahtera, perusahaan yang bergerak di bidang furnitur.

Nama Arif disebut dalam kasus suap pajak Rajamohanan Nair kepada Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak, Handang Soekarno. Suap itu sebesar Rp1,98 miliar, dari komitmen Rp6 miliar untuk Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, Muhammad Haniv, dan Handang.

Penyidik KPK menangkap tangan Handang dan Rajamohan di daerah Springhill Residence, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 21 November 2016.

Arif mengaku membantu proses amnesti pajak untuk PT EKP yang dikelola Rajamohanan. "Yang saya tahu, Pak Mohan cerita kepada saya ada permasalahan tax amnesty di perusahaannya PT EK Prima Ekspor Indonesia. Dia belum bisa ikut TA karena dihambat dan Pak Mohan minta bantuan pengurusan TA, dan saya punya pengalaman urus TA dibantu Handang," kata Arif melalui Antaranews.

Arif lalu meminta Rajamohanan mengirimkan data-data untuk amnesti pajak itu. Setelah data diterima, Arif meneruskannya ke Handang. Setelah mengirimkan data tersebut, Arif mengaku tidak mendapat informasi dari Handang mengenai kelanjutan proses pengurusan pajak PT EKP.

Arif mengatakan, tidak mengetahui secara detail persoalan pajak yang dihadapi PT EK Prima. Namun, ia merasa persoalan pajak yang dihadapi Mohan dapat diselesaikan melalui Handang Soekarno.

Dalam persidangan, Arif mengatakan, pernah dibantu oleh Handang saat hendak mengikuti program pengampunan pajak. Kompas.com menulis, Arif Budi Sulistyo pernah mendapat keistimewaan saat mengurus pengampunan pajak. Bantuan itu diperoleh Arif seusai menemui Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi.

"Saat itu saya ingin menanyakan soal tax amnesty, apakah bisa dilakukan di Jakarta, tidak di Solo," kata Arif.

Arif mengatakan, niatnya untuk bertemu Dirjen Pajak adalah untuk mendapat informasi langsung dari Dirjen Pajak. Pertemuan itu kemudian dilakukan bersama seorang pengusaha, Rudi Prijambodo.

Menurut Arif, pertemuan dengan Ken di Lantai V Gedung Ditjen Pajak itu juga dihadiri Handang. Ken kemudian memerintahkan Handang untuk membantu penyelesaian tax amnesty PT Rakabu Sejahtera.

Setelah pertemuan itu, Handang berangkat ke Solo dan menemui Arif di kediamannya. Handang kemudian memeriksa kelengkapan dokumen perusahaan yang dipimpin Arif.

Pada sidang sebelumnya, Senin (13/3/2017), Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi mengungkapkan isi pertemuannya dengan Arif Sulistyo. "Arief datang dengan Rudi, saat itu saya tidak sendiri karena ditemani dengan beberapa direktur. Mereka bertanya mengenai tax amnesty (TA), lalu saya putarkan film tentang TA," kata Ken melalui Antaranews.

Isi pertemuan itu menurut Ken hanya membahas mengenai rencana amnesti pajak perusahaan Arief dan Rudi tanpa menyebut secara spesifik nama perusahaannya. "Saya tidak tahu perusahaannya di mana saja karena tidak menyampaikan satu persatu, tapi ada perusahaan di Jawa Tengah, dia tanya, 'Boleh tidak TA di Jakarta?' Saya sampaikan, boleh," ujar Ken.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.