SOROTAN MEDIA

Pengancam Jokowi mengaku emosional

Ilustrasi: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono memberikan keterangan kepada media.
Ilustrasi: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono memberikan keterangan kepada media. | Putra Haryo Kurniawan /ANTARA FOTO

Jagat media sosial diramaikan dengan tayangan video demo di depan kantar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sabtu (11/5/2019). Seorang pemuda mengancam akan memenggal kepala Jokowi (Presiden Joko Widodo).

Immanuel Ebenezer, Ketua Komunitas Relawan Jokowi Mania (Joman) melaporkan penyebar video dan pemuda yang menyampaikan ancaman tersebut ke Polda Metro Jaya.

Minggu (12/5/2019) Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono memastikan Polisi berhasil meringkus tersangka di Perumahan Metro Parung, Bogor. Pemuda 25 tahun berinisial HS itu pun mengakui kesalahannya. "Kalau yang kemarin itu jelas memang menurut saya, di situ saya memang emosional. Memang saya akui salah," ujar HS, saat ditangkap.

Penangkapan HS ini menjadi sorotan media daring sepanjang hari ini. Hingga pukul 19.00, sebanyak 119 berita ditulis oleh 46 media, dengan puluhan ribu sebaran di media sosial.

Ringkasan

  • Video ancaman memenggal kepala Jokowi (Presiden Joko Widodo) viral di media sosial.
  • Ketua Umum Tim Jokowi Mania Immanuel Ebenezer mengaku, pihaknya melaporkan pria dalam video beserta pembuat video tersebut.
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Prabowo Argo Yuwono, memastikan tersangka sudah ditangkap polisi pada Minggu pagi pukul 08.00.
  • Tersangka HS (25) beralamat di Palmerah, ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor.
  • Tersangka dijerat dengan Pasal 27 ayat 4 junto Pasal 45 ayat 1 UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
  • Pasal 104 KUHP berbunyi, "Makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden memerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.
  • Pasal 27 ayat 4 UU ITE berbunyi, "Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman. Ancaman pidananya penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak satu miliar rupiah.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh tribunnews.com dengan 33 pemberitaan, diikuti peringkat kedua antaranews.com dengan 9 pemberitaan. selanjutnya suara.com dengan 5 pemberitaan pada peringkat ketiga.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 01:00 hingga 19:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 14:00 WIB dengan total 18 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah sebaran pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh detik.com dengan 45186 sebaran, diikuti peringkat kedua kompas.com dengan 28100 sebaran. Selanjutnya viva.co.id dengan 12928 sebaran pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR