KISRUH LAPAS

Penjara glamor Setya Novanto di Sukamiskin

Terpidana kasus korupsi Setya Novanto bersiap memberi kesaksian dalam sidang lanjutan kasus korupsi KTP elektronik di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (14/9/2018).
Terpidana kasus korupsi Setya Novanto bersiap memberi kesaksian dalam sidang lanjutan kasus korupsi KTP elektronik di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (14/9/2018). | Rivan Awal Lingga /Antara Foto

Sosok Setya Novanto sepertinya tak akan pernah berhenti menjadi sorotan publik. Di lembaga pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, ruangan eks Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar dianggap lebih glamor ketimbang penghuni penjara lainnya.

Ombudsman Republik Indonesia menemukan adanya indikasi perbedaan fasilitas di Lapas Sukamiskin Bandung. Kamar Setya Novanto lebih luas dibanding warga binaan lain.

Ombudsman melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah Lapas yang ada di Bandung seperti Lapas Sukamiskin, Banceuy, dan Lapas Wanita pada Kamis 13 September 2018 malam.

"Kamar luas, lebih bagus, penghuni misalnya Pak Setya Novanto memang lebih luas. Ukuran saya bingung, tapi dua kali lipat dibanding lainnya," ujar pimpinan Ombudsman RI, Ninik Rahayu melalui Antaranews.

Saat berada di Lapas Sukamiskin, Ombudsman masih menemukan adanya indikasi maladministrasi dan ketidakpatutan yang terjadi di Lapas khusus narapidana koruptor tersebut.

Dari satu blok yang terdiri atas dua lantai, terdapat perbedaan standar operasional prosedur di mana kamar yang ada di lantai bawah lebih kecil dibandingkan dengan lantai atas. Setya Novanto merupakan salah satu penghuni di lantai atas.

Ninik memastikan kamar yang dihuni Setnov berbeda dengan kamar yang sempat terekspos oleh salah satu program televisi swasta. Di program tayangan televisi itu, kamar Setnov lebih kecil dibandingkan yang sekarang.

Pada Juli lalu, kemenkum HAM menggelar inspeksi mendadak ke penjara Sukamiskin. Pewawancara Najwa Shihab mengikuti inspeksi mendadak pada 21 Juli lalu. Dia menemui penghuni Sukamiskin seperti Luthfi Hasan Ishaaq, Chaeri Wardhana, Akil Mochtar, OC Kaligis, Setya Novanto, serta Nazaruddin.

Dari beberapa wawancara itu, Novanto dan Nazaruddin terlihat "lebih siap" menghadapi inspeksi mendadak itu. Beda dengan terpidana lain, seperti Luthfi yang masih mengenakan kaus oblong atau Kaligis yang tanpa mengenakan baju.

Novanto, ketika Najwa masuk, duduk di kursi plastik sambil membaca buku agama. Di belakangnya, terlihat tembok dengan cat pudar. Kamar Novanto terkesan sederhana. Jauh berbeda dengan terpidana lainnya yang disorot kamera.

Nazaruddin pun serupa dengan Novanto. Diketok lama, Nazaruddin akhirnya membuka pintu sel sudah berpakaian muslim lengkap dengan peci. Nazaruddin baru saja selesai menunaikan salat, sangat religius di sel yang terlihat sederhana.

Yasonna memberi klarifikasi ketika rangkaian tayangan Mata Najwa itu hendak berakhir. "Itu bukan sel Nazaruddin dan sel Setya Novanto," kata Yasonna di acara Mata Najwa, disiarkan Trans 7 pada Rabu (25/7/2018).

Sebelumnya, KPK membongkar praktik suap jual beli sel mewah dan fasilitas lainnya di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Lembaga antikorupsi menjerat Kalapas Sukamiskin Wahid Husen dan narapidana korupsi Fahmi Darmawansyah.

Wahid diduga menerima suap dari Fahmi berupa uang sekitar Rp279.920.000 dan $1.400 AS serta dua unit mobil jenis Mitsubishi Pajero Sport Dakkar dan Mitsubishi Triton Exceed. Suap diberikan agar Fahmi yang merupakan terpidana perkara suap proyek di Bakamla mendapat fasilitas sel atau kamar mewah.

Fasilitas di penjara terpidana korupsi pun mendapat sorotan dari KPK. Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah mengatakan, semestinya Kemenkum HAM, khususnya Ditjen Pas, mempunyai komitmen untuk melakukan perbaikan di lapas, khususnya di Sukamiskin agar kejadian itu tak berulang.

Febri mengatakan Kemenkum HAM telah menyampaikan niatnya melakukan perbaikan. Ia berharap komitmen untuk perbaikan itu segera direalisasikan.

Sementara, Irjen Kemenkumham Aidir Amin Daud, mengatakan, mewahnya kamar Novanto bukan fasilitas dari lapas. Dia mencontohkan barang seperti sprei berwarna putih kemungkinan dibawa sendiri oleh penghuni kamar.

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) bertekad melakukan pembenahan di Lapas Sukamiskin Bandung, meski membutuhkan waktu lama.

Aidir mengatakan saat ini Lapas Sukamiskin tengah membenahi soal kunjungan. Setelah itu, kata Aidir, pihaknya bisa membenahi yang lain termasuk kamar para napi.

Pembenahan dan evaluasi besar-besaran di lingkungan Ditjen Pas menjadi krusial. Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi Fakultas Hukum UGM, Oce Madril mendesak agar Menkumham Yasonna Laoly melakukan evaluasi besar-besaran di lingkungan Ditjen Pas.

"Harus ada gebrakan dari Menkumham untuk membenahi jajarannya terutama di Ditjen Pas. Harus dievaluasi mengapa ini bisa terus berulang," ucap Oce Madril melalui Detikcom, Minggu (16/9/2018).

Oce menilai, karena kasus ini terus berulang, harusnya ada penyegaran di tubuh Kemenkumham. Dia menjelaskan, pencopotan Dirjen Pas pantas dilakukan karena kasus sel mewah selalu terulang.

Oce menambahkan, seharusnya kasus seperti ini tidak perlu terjadi jika para pejabat Kemenkumham antikorupsi. Dia menduga ada aroma suap di balik peristiwa berulang ini.

View this post on Instagram

Ini dia sel sesungguhnya Setya Novanto. Sel ini terekam saat Ombudsman RI menggelar sidak ke Lapas Sukamiskin pada Kamis 13 September 2018. . Anggota Ombudsman RI Ninik Rahayu menyatakan sel Setnov lebih luas, kira-kira dua kali lipat. Sel dilengkapi kamar mandi dengan kloset duduk. . Ombudsman tidak menemukan barang mewah. Dalam rekaman tampak ada kasur dan selimut di sel Setnov. . Dalam foto yang direkam Ombudsman ada pula M Nazaruddin di sel Setya Novanto. . Mantan Ketua DPR RI dan eks Bendahara Partai Demokrat itu sedang berbincang berdua di dalam sel Setnov. . Bandingkan dengan sel Setnov saat #MataNajwa mendatanginya dalam sidak bersama Dirjen Pemasyarakatan Kemkumham akhir Juli lalu. . #MataNajwaPuraPuraPenjara . #NarasiTV #NarasiChannel #NaraZ #NajwaShihab - #regrann

A post shared by Najwa Shihab (@najwashihab) on

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR