PENJUALAN MOBIL

Penjualan mobil akan terus melambat

Masa kelam penjualan mobil.
Masa kelam penjualan mobil. | Lokadata /Lokadata

MELAMBAT | Pertumbuhan ekonomi yang melambat dan kondisi jalan tak layak benar-benar mengempaskan penjualan mobil sepanjang 2011-2017. Masa-masa perlambatan yang berlanjut, namun setahun terakhir menunjukkan harapan.

Pada 2009 Indonesia memiliki jalan sepanjang 476.337 km. Terus tumbuh menjadi 542.306 km pada 2018. Sayang tidak berbanding lurus dengan angka pertumbuhan penjualan mobil (penumpang maupun niaga).

Perlambatan ekonomi sudah menghantui Indonesia sejak 2011. Penjualan mobil pada tahun yang sama anjlok (16,93 persen). Perkembangannya kemudian terbilang atraktif.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat pertumbuhan penjualan -1,7 persen pada 2014. Padahal tahun sebelumnya sebesar 10,2 persen. Pada 2015 subsidi premium dihapus, harga bensin naik lebih dari 60 persen. Pertumbuhan penjualan mobil turun drastis mencapai -16,10 persen.

Melambatnya pertumbuhan ekonomi erat kaitannya dengan kemampuan masyarakat dalam membeli kendaraan. Daya beli menurun, konsumen lebih hati-hati dalam mengeluarkan uang.

Periode 2016 hingga 2018 pemerintah berupaya memperbaiki laju pertumbuhan ekonomi. Penjualan mobil bergeliat secara bertahap.

Sayangnya kondisi jalan rusak maupun rusak berat semakin bertambah. Jika pada 2016 sepanjang 180.224 km bertambah menjadi 200.051 km pada 2018.

Kondisi ini akan memperlambat mobilitas penduduk dan barang antar-daerah. Apalagi populasi mobil terus bertambah pada 2018.

Gaikindo optimistis, tahun depan penjualan mobil meningkat meski tipis dan asumsi sekitar satu juta unit. Namun, dengan pertimbangan pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5 persen dan pembangunan infrastrukturnya terus digenjot.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR