TRANSPORTASI MASSAL

Penumpang KA mencapai 5,7 juta sepanjang Nataru

Penumpang antre untuk menaiki kereta api di Stasiun Kotabaru, Malang, Jawa Timur, Kamis (20/12/2018).
Penumpang antre untuk menaiki kereta api di Stasiun Kotabaru, Malang, Jawa Timur, Kamis (20/12/2018). | Ari Bowo Sucipto /Antara Foto

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI melaporkan, jumlah penumpang Kereta Api (KA) mencapai angka 5,7 juta orang saat libur Natal 2018 dan Tahun Baru (Nataru) 2019. Berarti terjadi kenaikan sebanyak 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 5,1 juta.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro menyampaikan, keberadaan jumlah penumpang tersebut dihitung selama 18 hari masa arus mudik dan balik Nataru, yakni sejak 20 Desember 2018 sampai 6 Januari 2019.

"Jumlah penumpang pada saat Nataru kemarin awalnya diprediksi ada kenaikan jadi 5,3 juta dari 5,1 juta pada tahun sebelumnya. Faktanya naik jadi 5,7 juta, ini kira-kira sekitar 12 persen," jelas dia di Gedung Jakarta Railway Center, Jakarta, seperti dikutip Liputan6.com, Kamis (10/1).

Kenaikan ini juga didukung oleh penambahan perjalanan oleh KAI dengan rincian: 346 perjalanan KA reguler serta 48 perjalanan KA tambahan atau total 394 KA. Jumlah ini berarti meningkat 5 persen dari tahun sebelumnya, yakni 375 KA.

Sebabnya, untuk mencapai kenaikan penumpang saat musim liburan seperti Nataru atau Lebaran, faktor ketersediaan tempat duduk sangat berpengaruh. Pihak PT KAI pun rutin menyiapkan kursi tambahan untuk mengantisipasi kenaikan penumpang.

"Lalu, untuk jurusan favorit, itu kami sudah mulai kami tambah armada. Misal KA Parahyangan Jakarta-Bandung yang tadinya 8 kereta atau 16 perjalanan, itu kami tambah hingga sekarang ada 30 perjalanan. Hal-hal ini yang tambah jumlah penumpang drastis, maka kalau sampe 12 persen ya lumayan tinggi," jelasnya dilansir Merah Putih, Kamis (10/1).

Kenaikan volume penumpang ini juga dipengaruhi oleh penumpang dinamis dan faktor adanya peningkatan minat masyarakat terhadap angkutan KA. Selain itu, peluncuran kereta baru juga mempengaruhi, seperti KA Galunggung dengan rute Stasiun Kiaracondong (Bandung)-Stasiun Tasikmalaya dan KA Pangandaran relasi Stasiun Gambir (Jakarta)–Stasiun Bandung–Stasiun Banjar yang diluncurkan pada periode Nataru tahun ini.

Peluncuran kedua KA tersebut dinilai cukup mendongkrak jumlah penumpang, terutama dengan skema menerapkan tarif gratis selama masa promo.

Tercatat, hingga akhir masa Nataru atau 6 Januari 2019, volume KA Galunggung dan KA Pangandaran selalu mencapai 100 persen.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pengguna jasa kereta api, pemerintah melalui Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, serta anggota komunitas pecinta KA menjadikan perjalanan kereta api pada masa angkutan Nataru 2018/2019 ini berjalan aman, lancar, terkendali,” ucap Edi Sukmoro lagi, seperti dikutip Jawa Pos, Kamis (10/1).

Pelaksanaan angkutan yang dimulai pada 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019 itu diklaim berjalan dengan aman dan lancar tanpa kendala, serta tercatat tanpa kecelakaan (zero accident).

Kenaikan tersebut membuat PT KAI pun meningkatkan target penumpang untuk 2019, yakni sebanyak 435.496.082 atau naik 2,5 persen dibanding 2018 (424.683.403 penumpang). Angka penumpang tahun 2018 tersebut naik 8 persen dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 394.134.634 penumpang.

Sementara, untuk angkutan barang pada 2018, PT KAI, mengutip Katadata.co.id, telah mengangkut sekitar 45,5 juta ton barang. Jumlah tersebut naik 13,7 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 40 juta ton.

Dengan capaian tersebut, PT KAI menargetkan adanya peningkatan angkutan barang menggunakan jasa mereka sebesar 17,5 persen, menjadi 53,5 juta ton pada tahun ini. "Pokoknya kita akan genjot di tahun 2019 lebih tinggi lagi," kata Edi.

Dengan proyeksi kenaikan jumlah penumpang dan angkutan barang yang telah ditargetkan tersebut, Edi mengatakan PT KAI diprediksi dapat mengantongi pendapatan senilai Rp 23,5 triliun pada tahun 2019, naik 18 persen dari sekitar Rp 19,9 triliun pada 2018.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR