PASAR SAHAM

Penurunan 5 sektor sebabkan IHSG loyo

Penurunan 5 sektor sebabkan IHSG loyo
Penurunan 5 sektor sebabkan IHSG loyo | Robotorial /beritagar.id

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup petang ini Rabu (27/11/2019) masuk ke zona merah 0,05 persen, atau 3,15 poin di level 6.023,04. Sepanjang perdagangan saham hari ini, IHSG sempat mencapai 6.052,49 poin di titik tertinggi, dan terendah 6.002,99 poin.

Total frekuensi perdagangan saham hari ini mencapai 586,00 ribu kali dengan nilai transaksi Rp7,27 triliun. Sebanyak 124 emiten mengalami penguatan yang menahan pergerakan IHSG, 281 emiten melemah, dan 259 emiten tidak mengalami pergerakan.

Limas Indonesia Makmur Tbk dengan mayoritas saham dimiliki oleh Itek Bachtiar (51,18%) mencatatkan penguatan harga saham paling signifikan pada perdagangan Rabu (27/11). Emiten bersandi LMAS tersebut memimpin penguatan saham (top gainer) setelah ditutup menguat di level Rp83 (33,87 persen) per saham, dimana Selasa (26/11) ditutup Rp62 per unit.

Pikko Land Development (Tbk) yang 26,38 persen saham dikuasai oleh Nio Yantony ini merupakan emiten yang mengalami penurunan terparah pada Rabu (27/11). Emiten bersandi RODA mencatatkan diri sebagai saham terlemah (top loser) setelah ditutup di level Rp65 (-34,34 persen) per saham, dimana Selasa (26/11/2019) ditutup Rp99 per unit.

Media Nusantara Citra (Tbk) (MNCN) merupakan saham paling banyak diperjualbelikan (top mover) dengan total frekuensi mencapai 57,07 ribu kali, dengan volume 34,96 juta saham.

Pelemahan indeks dipengaruhi oleh 5 sektor saham, dengan kontribusi terbesar datang dari sektor Pertanian mencapai -2.85 persen (-39,74 poin), disusul sektor Industri Konsumsi sebesar -0.45 persen (-9,02 poin), dan saham-saham di sektor Properti dan Real Estate sebesar -1.56 persen (-7,62 poin).

Sedangkan sektor saham yang menguat, di antaranya Industri Dasar, mencapai 1,41 persen (12,98 poin). Berikutnya adalah sektor Industri Konsumsi sebesar 0,55 persen (6,23 poin), lalu saham di sektor Infrastruktur yang meningkat hingga 0,56 persen (6,14 poin).

Sementara, aksi jual saham oleh investor asing meraup dana Rp3,48 triliun, terutama pada saham Surya Citra Media (Tbk) (SCMA), Telekomunikasi Indonesia (Persero) (Tbk) (TLKM), dan Bumi Resources (Tbk) (BUMI).

Investor asing juga melakukan pembelian senilai Rp3,08 triliun, khususnya pada saham Smartfren Telecom (Tbk) (FREN), Bank Rakyat Indonesia (Persero) (Tbk) (BBRI), dan Barito Pacific (Tbk) (BRPT).

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini dipublikasikan secara otomatis oleh program komputer yang mengubah angka-angka menjadi narasi. Laporan-laporan otomatis pergerakan bursa saham oleh Robotorial ini dapat diakses di Beritagar.id, khususnya dalam topik Pasar Saham.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR