TOLERANSI BERAGAMA

Penyegelan tiga gereja di Kota Jambi

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/9/2018).
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/9/2018). | Hafidz Mubarak A /Antara Foto

Pemerintah kota Jambi menutup tiga gereja karena tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Ketiga gereja itu adalah Huria Kristen Indonesia (HKI), Gereja Methodist Indonesia (GMI), dan Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA), yang berada di Kelurahan Kenali Barat, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama, Thomas Pentury mengatakan bahwa langkah pemerintah untuk menyegel Gereja Methodist adalah langkah terbaik untuk menjaga keamanan dan ketenteraman warga.

Thomas mendatangi gereja di Jambi dan mengadakan pertemuan dengan warga dan jemaat di pelataran Gereja HKI Simpang Rimbo, Jambi, Minggu (30/9/2018).

"Penyegelan gereja Methodist ini adalah keputusan, solusi paling baik, demi ketenteraman warga," kata Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury dilansir laman Kemenag.

Thomas Pentury mengimbau agar seluruh warga, khususnya jemaat gereja, jangan merespons dengan memunculkan masalah baru. Sebab, pemerintah dipastikan akan mengambil langkah terbaik untuk hal kondisi ini.

Pemerintah Kota Jambi melakukan penyegelan berdasarkan hasil keputusan bersama antara forum kerukunan umat beragama (FKUB), Lembaga Adat Melayu Jambi, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kepolisian dan instansi terkait.

Penyegelan itu sempat mengundang keprihatinan dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). "Peristiwa semacam ini menambah panjang daftar gereja yang ditutup atau disegel," kata Humas PGI, Irma Riana Simanjuntak melalui Antaranews.

PGI menyampaikan keprihatinannya karena penyegelan dan pelarangan ibadah di gedung gereja seperti ini terus terjadi hanya karena tekanan dari massa yang dimobilisasi.

Irma mengatakan kalaupun ketiga gereja itu belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), bukan berarti mereka tidak mau mematuhi peraturan karena mereka sebenarnya telah mengurus perizinan.

"Itu bukanlah karena faktor kesengajaan, tetapi lebih karena faktor-faktor di luar kemampuan mereka, yang seharusnya difasilitasi dan diselesaikan oleh aparat pemerintah setempat," kata Irma.

PGI menuntut aparat negara aktif menjalankan tugasnya memfasilitasi dan melindungi hak-hak masyarakat untuk menjalankan kewajiban ibadahnya, termasuk pendirian gereja sebagai tempat ibadah.

Sementara Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jambi Liphan Pasaribu mengatakan penyegelan ketiga gereja tersebut, dilakukan berdasarkan keputusan sejumlah pihak untuk menghindari eksalasi konflik dengan masyarakat sekitar gereja.

Penyegelan ini bersifat sementara. Pemerintah dan pihak terkait tengah mencari solusi terkait belum adanya izin dalam pendirian gereja tersebut. Berdasarkan pendataan Kesbangpol ketiga gereja yang disegel tersebut merupakan tempat ibadat sekitar 290 kepala keluarga.

Pemerintah Kota Jambi memfasilitasi jemaat tiga gereja di daerah itu masih bisa melaksanakan ibadat rutin setelah pemerintah menyegel bangunan tiga gereja itu karena tidak berizin.

"Kita fasilitasi mereka untuk tetap beribadat Minggu, opsinya kalau jemaat mau ibadah di aula Polresta kita jemput dengan kendaraan bus, dan jika jemaat masih mau beribadat di luar gereja dengan mendirikan tenda, maka kita siapkan keamanannya," kata Liphan Pasaribu melalui Antaranews.

Pemerintah Jambi, ujar Liphan, mengimbau warganya tetap saling menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Pemerintah Kota Jambi berkomitmen menyiapkan sarana ibadah bagi jemaat di Aula Polresta atau Lapangan Tenis Indoor Pemkot Jambi. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan sudah berkoordinasi dengan Pemkot terkait persoalan ini.

Lukman mengatakan Pemkot dan Polresta sudah koordinasi dengan para Pendeta dan Penatua. "Transportasi juga disiapkan oleh Pemkot dan Polresta berupa lima buah bus," ujar Lukman.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR