KECELAKAAN TRANSPORTASI

Perahu meledak dan terbakar di Sungai Musi

oto udara Jembatan Musi IV Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (7/12/2018).
oto udara Jembatan Musi IV Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (7/12/2018). | Nova Wahyudi /AntaraFoto

Perahu jukung Jasa Mulya meledak di Sungai Musi, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Sumatera Selatan pada Kamis (21/12/2018). Dari kejadian itu, sepuluh orang terluka dan satu korban yang terpental serta belum ditemukan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi sementara, perahu ---- bukan kapal seperti yang banyak diberitakan -- itu meledak sesaat usai membeli BBM di SPBB terapung.

Seperti diungkapkan Kepala Satuan Polisi Air (Sat Polair) Polresta Palembang Kompol Cahyo Yudho Winarno, kejadian bermula ketika Een -- sang pengemudi perahu -- sedang membeli bahan bakar berupa 10 drum solar dan 10 drum premium di SPBB terapung milik Bukhori.

Saat itu perahu diparkir di perairan belakang Kantor Bekangdam II Sriwijaya. Sekitar pukul 15.00 WIB, perahu tersebut tiba-tiba meledak dan menyebabkan kebakaran.

"Belum diketahui apa penyebab jukung meledak. Karena ketika itu sedang membeli BBM, sekarang masih diselidiki," kata Yudho seperti dikutip Kompas.com, Jumat (21/12).

Dugaan sementara, kebakaran disebabkan dari percikan api yang muncul saat perahu jukung Jasa Mulya menyalakan mesin. Percikan api tersebut kemudian menyambar tempat penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium.

Kasatpolair Polresta Palembang Komisaris Yudho Winarno menduga kebakaran dipicu oleh percikan api saat mesin perahu mulai dinyalakan (starting). Namun, penyebab pasti masih diselidiki oleh tim Puslabfor Polri.

"Hari ini kita periksa empat saksi dari pegawai SPBB. Sebenarnya ada banyak saksi lain, tapi kita periksa bertahap di Satpolair Polresta," ujar Yudho dilansir CNNINdonesia.com.

Setelah meledak dan terbakar, perahu tersebut kemudian terbawa arus Sungai Musi. Ledakan dan kobaran apinya juga turut membakar perahu Sumber Agung yang berada di dekatnya ketika itu.

Jasa Mulya yang hanyut dengan masih mengobarkan api dan kepulan asap lantas membuat heboh masyarakat yang sedang melintas di sekitar sungai. Para pengendara yang panik pun saling membunyikan klakson kendaraannya.

"Tadi sore lewat sana, suaranya besar sekali. Lalu asap keluar, banyak pengendara lain takut juga. Saya juga langsung ngebut takut ada apa-apa," jelas David, seorang warga yang diwawancarai GoNews, Kamis (20/12).

Tak berapa lama kemudian, tim SAR langsung melakukan penyisiran lokasi untuk mencari korban. Proses ini memakan waktu selama hampir enam jam.

Dari sana, tercatat sepuluh korban luka, yakni: Roni (21), Bowo (23), Turoh (45), Joniansyah (78), David Faris Zarubi (4), Har (21), Suprianto (65), Herman (35), Hendra (34), dan Rohman. Mereka dibawa ke dua rumah sakit, RS Dr. Mohammad Hoesin dan RS AK Gani Palembang, untuk menjalani perawatan intensif.

Jumlah korban tersebut belum termasuk Zulham yang bertugas sebagai operator mesin BBM. "Sampai saat ini karyawan SPBB belum ditemukan. Belum diketahui pasti hilang tenggelam atau saat kejadian masih berada di SPBB," ucap Waka Polresta Palembang, AKBP Prasetyo Rahmat Purboyo, dalam Sindonews, Kamis (20/12) malam.

Tim SAR Palembang lalu mencari Zulham di sekitar lokasi kejadian. Namun, pencarian terganggu oleh derasnya arus air dan kondisi Sungai Musi yang keruh. Jarak pandang di dalam air menjadi tebatas.

"Kondisi juga gelap. Proses evakuasi untuk sementara kita hentikan, besok akan kita lanjutkan kembali. Jika kita paksakan, akan tidak efektif untuk melakukan pencarian," Kepala Kantor SAR Palembang, Berty Kowaas, dilansir Suara.com, Kamis (20/12) malam.

Untuk memaksimalkan upaya pencarian, SAR Palembang menambah dua armada kapal untuk melakukan pencarian dan evakuasi.

Hingga artikel ini diterbitkan, Sabtu (22/12), belum ada kepastian soal korban yang hilang. Sedangkan perahu Jasa Mulya yang terbawa arus akhirnya karam di wilayah Jembatan Musi IV.

Adapun para korban, terutama yang luka parah, langsung ditangani. David, misalnya, menderita patah tulang di bagian wajah sehingga harus segera dioperasi di RS Dr. Mohammad Hoesin.

Lantas Yanto mengalami luka di bagian kepala. Adapun Roni harus merelakan kaki kirinya untuk diamputasi. Sedangkan Har menjalani perawatan intensif lantaran 80 persen tubuhnya mengalami luka bakar.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR