E-COMMERCE

Perusahaan e-commerce merambah bisnis pinjam uang online

Ilustrasi gambar. Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky (kanan) meninjau stan warung mitra Bukalapak saat Perayaan HUT ke-9 Bukalapak di Jakarta, Kamis (10/1/2019).
Ilustrasi gambar. Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky (kanan) meninjau stan warung mitra Bukalapak saat Perayaan HUT ke-9 Bukalapak di Jakarta, Kamis (10/1/2019). | Puspa Perwitasari /Antara Foto

Bisnis pinjaman uang secara online semakin berkembang di Indonesia. Potensi ini yang kini coba dibidik oleh sejumlah perusahaan belanja daring (e-commerce) di Tanah Air.

Beberapa e-commerce mulai menawarkan layanan pinjaman dana agar para pelaku usaha kecil dengan mudah mendapatkan akses keuangan untuk meningkatkan usaha mereka. Hal ini dilakukan e-commerce dengan menggandeng perusahaan finansial teknologi (fintech) pinjaman (lending).

Salah satunya Lazada. E-commerce milik Alibaba ini berencana untuk meningkatkan layanan keuangan bagi pelanggan. Inisiatif ini bersamaan dengan ulang tahun ke-7 Lazada.

CEO Lazada, Pierre Poignant, mengatakan layanan keuangan bisa menjadi bagian dari masa depan perusahaan. Lazada telah menempatkan banyak sumber daya untuk layanan keuangan.

"Dengan data, kami akan dapat menilai pinjaman dengan lebih tepat. Jadi saya pikir, sedikit banyak, masa depan menjadi lebih efisien, lebih cepat dan lebih besar, itu satu bagian," kata Pierre dalam Brand Future Forum yang digelar di Singapura Kamis (21/3).

Untuk dapat menyalurkan pinjaman, Lazada harus menggandeng perusahaan finansial teknologi dalam negeri. Tahun lalu, Lazada telah bekerja sama dengan fintech usaha kecil, Finaxar, untuk menawarkan kredit ke rekanan Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) dalam platform.

Pierre melihat bahwa lebih banyak produk pembiayaan akan membuat bunga menjadi lebih murah. Lazada juga memiliki data terkait kemampuan bayar para penjual. Dengan demikian, data-data ini bisa mempermurah bunga pinjaman, karena risiko gagal bayarnya diperkecil. Apalagi, ia melihat layanan pembiayaan ini berpeluang untuk meningkatkan transaksi lintas negara (cross-border).

"Bagian kedua adalah kami akan menjelajah di bagian pembiayaan lainnya. Sebagai contoh, sesuatu yang sangat menjanjikan, menurut saya, adalah pembiayaan perdagangan lintas negara yang juga akan kita perhatikan," ujarnya.

Lazada juga tengah mengembangkan pembayaran dompet digital yang terhubung dengan alat pembayaran elektronik milik Alibaba yaitu Ant Financial Service Group atau yang lebih dikenal dengan Alipay.

Merujuk situs Lazada Indonesia, sistem pembayaran yang dilakukan oleh salah satu e-commerce Indonesia ini dapat digunakan dengan berbagai cara pertama Lazada Credit, transfer bank, cash on delivery, dompet digital DANA, serta fintech lending seperti Kredivo dan Akulaku.

Agar dapat masuk ke pasar Indonesia sesuai regulasi, Alipay harus bekerja sama dengan Bank umum kelompok usaham (BUKU) 4 yang bermodal inti lebih dari Rp30 triliun.

Hingga saat ini, sudah ada beberapa Bank yang menyatakan tertarik untuk menggandeng Alipay seperti PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Namun, Bank Indonesia belum memberikan izin operasional payment milik Alibaba ini karena proses kerja sama antara Alipay dan bank masih berlangsung.

Perusahaan e-commerce Bukalapak juga merilis layanan pinjaman bagi para pemilik warung yang terhubung dengan platformnya. Untuk menyediakan layanan bernama Modal Mitra ini, Bukalapak menggandeng tiga perusahaan fintech yakni Amartha, Modalku dan PohonDana.

Associate Vice President of Financing Solution Bukalapak, Sigit Suryawan, mengatakan program ini semestinya memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha kecil yang ingin meningkatkan usahanya melalui platformnya.

"Modal Mitra ini dapat dimanfaatkan oleh para pemilik warung sebagai modal tambahan untuk membeli barang kebutuhan jualan," ujarnya dalam siaran pers dikutip Kamis (28/3).

Dengan demikian, ia berharap produk yang dijual di warung mitra Bukalapak lebih beragam. Alhasil, transaksi diharapkan bisa meningkat. Begitu pun pendapatan pemilik warung juga akan meningkat.

Pinjaman yang diberikan oleh Bukalapak sebesar Rp 1 juta hingga Rp 10 juta per pemilik warung, dengan jangka waktu enam bulan. Mitra warung Bukalapak bisa membayar pinjaman dengan cara mencicil, mulai dari Rp 90 ribu per pekan.

Mitra warung Bukalapak bisa mengajukan pinjaman melalui aplikasi. Sigit menjamin, proses pengajuan pinjaman bakal cepat karena data pemilik warung otomatis tercatat ketika mendaftar sebagai mitra Bukalapak. Kemudian, data ini akan diteruskan ke fintech pinjaman yang bekerja sama dengan Bukalapak.

Tokopedia juga tidak mau ketinggalan. E-commerce yang didirikan William Tanuwijaya ini baru saja meluncurkan layanan pinjaman dana lewat Home Credit.

Kerjasama Tokopedia dan Home Credit ini menawarkan pembiayaan dana mulai dari Rp1,5 juta Rp10 juta. Jangka waktu pinjaman mulai dari 3 hingga 12 bulan. Produk yang ditawarkan dalam program ini mencakup elektronik, gadget, furnitur, otomotif, fashion dan banyak lagi.

Layanan pembiayaan Home Credit sudah bisa dinikmati pengguna iOS dan Android sejak awal Februari 2019 melalui aplikasi Tokopedia.

Bisnis pinjaman online semakin populer

Laju bisnis pinjaman dana yang ditawarkan lewat online semakin populer di Indonesia. Laporan Google berjudul Year in Search: Insights for Brands 2018 mengatakan pertumbuhan pencarian pinjaman pribadi secara online meningkat sepanjang tahun lalu.

Google mencatat, sebanyak 74 persen konsumen Indonesia ternyata melakukan riset online terlebih dahulu sebelum mengajukan permohonan pinjaman atau kredit

Laporan mesin pencarian ini menyebut bahwa penelusuran mengenai pinjaman online semakin populer hingga tumbuh 5 kali lipat sepanjang 2018. Adapun kata "pinjaman online" mencakup total 36 persen yang ditemukan orang ketika melakukan penelusuran dalam kategori pinjaman pribadi.

Kredit cicilan online pun diketahui menarik banyak minat di berbagai kategori produk. Pencarian kata "cicilan" tumbuh 1,7 kali lipat. Kemudian, 1,9 kali lipat tumbuh soal penelusuran cicilan untuk produk e-commerce.

Uniknya, "cicilan hp" adalah kueri yang paling banyak ditelusuri dalam topik terkait cicilan. Lalu, "cicilan mocil" menjadi penelusuran yang meningkat 1,5 kali setelah hari raya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR