E-COMMERCE

Pesta transaksi situs jual beli saat 11.11

Foto ilustrasi pengantaran paket Lazada.
Foto ilustrasi pengantaran paket Lazada. | Quality Art Stock /Shutterstock

Pesta diskon 11.11 berhasil memberi untung besar bagi pelaku usaha jual beli daring alias e-commerce.

Bukan hanya di Tiongkok, negara asal pesta diskon ini dimulai. Pelaku usaha jual beli daring yang beroperasi di Indonesia juga berhasil meraup lonjakan transaksi dari festival belanja yang juga tenar dengan nama Singles’ Day ini.

Ada tiga situs jual beli yang mencatatkan lonjakan penjualan cukup drastis. Pertama Lazada. Situs jual beli asal Berlin, Jerman, namun mendapatkan suntikan dana besar dari Alibaba ini berhasil meraup 20 juta pembeli di Asia Tenggara pada 11 November 2018.

Chief Marketing Officer (CMO) Lazada Indonesia Monika Rudijono dalam KOMPAS.com menyebut, pada satu jam pertama setelah 11.11 dimulai, Lazada dibanjiri oleh 1,2 juta pesanan.

Satu paket berhasil dikemas oleh petugas pada rerata waktu 25 detik. Lazada juga memberlakukan sistem pengiriman satu jam setelah transaksi pembelian sukses.

Untuk kawasan Asia Tenggara, para pelanggan Lazada juga memanfaatkan lebih dari 50 juta voucher melalui fitur Shake It, Slash It, Wonderland, dan promo penjualan lain yang ditawarkan pada hari tersebut.

Lebih dari 400 ribu jenama dan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) turut berpartisipasi. Kategori barang yang paling banyak dicari adalah smartphone, popok, susu bubuk, dan produk kecantikan.

“Belanja online bukan lagi tentang belanja sekali dan diskon, tapi membangun pengalaman berbelanja jangka panjang melalui hiburan, kegembiraan, dan interaksi,” ucap Monika.

Kedua adalah JD.ID. Anak usaha JD.com, situs jual beli pesaing Alibaba di Tiongkok, ini mencatatkan kenaikan pesanan hingga 845 persen pada hari keramat itu.

Chief Executive Officer (CEO) JD.ID Zhang Li mengatakan, demi menghadapi lonjakan pesanan, seluruh staf pegawai hingga manajemen perusahaan ikut membantu melayani pelanggan.

Li bahkan turun langsung ke gudang penyimpanan JD.ID di Marunda, Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat, untuk memilah barang pesanan hingga ke bagian pengiriman untuk memastikan semua produk sesuai pesanan, dikemas dengan rapi, dan dikirim secepatnya.

“Ini adalah bagian dari budaya perusahaan mendahulukan pelanggan yang selalu kami emban,” ucap Li dalam rilis persnya yang ditayangkan Tirto.id, Senin (12/11/2018).

Lima kategori produk yang paling banyak dipesan adalah bahan makanan, produk kesehatan, smartphone dan tablet, produk ibu dan anak, serta aksesoris kecantikan.

Penjualan tertinggi terjadi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, dengan waktu transaksi paling padat adalah pukul 21.00 WIB.

Promo yang ditawarkan JD.ID pada 11.11 adalah JDHalf (diskon 50 persen), JD99 untuk harga serba Rp99.000, dan JDGoldenTicket untuk kesempatan membeli produk premium seharga Rp111.000 saja.

Ketiga Shopee. Perusahaan jual beli online yang bermarkas di Singapura ini menerima lebih dari 11 juta pesanan hanya dalam 24 jam penjualan. Angka ini meningkat 4,5 kali dibandingkan hajatan sama yang digelar 2017.

Ada 42 juta pengunjung Shopee pada hari itu. Lebih dari 58 ribu produk laku dalam satu menit. “Shopee 11.11 Big Sale tahun ini mendapatkan sambutan yang sangat baik dari pengguna, dan lagi-lagi melebihi semua pencapaian Shopee sebelumnya,” ucap CEO Shopee Chris Feng, dikutip dari Katadata, Selasa (13/11/2018).

Lonjakan bukan hanya dimiliki Shopee. Para penjual yang berpartisipasi turut menerima peningkatan transaksi hingga 19.309 kali dengan rata-rata peningkatan kunjungan hingga 300 persen.

Bagi pelanggan perempuan, produk kecantikan seperti micellar water dan hijab laris diburu. Sementara pelanggan laki-laki umumnya mencari produk elektronik seperti earphone, smartphone, dan juga tas.

Permainan interaktif, Kuis Shopee, yang diluncurkan pertama kali pada Shopee 11.11 Big Sale berhasil mengundang partisipasi 7 juta pemain. In-app game Shopee, Goyang Shopee, juga dimainkan lebih dari 75 juta kali di Indonesia, naik sekitar 40 persen dibandingkan Shopee 9.9 Super Shopping Day yang diadakan pada 9 September 2018.

Jika sudah begini, lonjakan transaksi penjualan ini pada akhirnya merembet ke perusahaan yang bergerak di jasa pengiriman barang (logistik).

PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) salah satunya. Perusahaan yang menawarkan pengiriman kilat ini berhasil mendapatkan kenaikan permintaan hingga 30 persen pada momen 11.11 kemarin.

CEO JNE Muhammad Feriadi dalam laporan lain Katadata mengungkap, kenaikan volume pengiriman ini setara dengan kinerja JNE saat musim Ramadan.

Geliat belanja online di Indonesia memang tak main-main. Riset belanja daring yang dilakukan Google dan GfK pada awal tahun 2017 menunjukkan konsumen tertinggi di Indonesia ada di Surabaya, mencapai 71 persen.

Peringkat itu disusul Medan 68 persen dan Jakarta sebesar 66 persen. Konsumen di Surabaya menghabiskan waktu untuk belanja di depan layar reratanya 5,8 jam. Sementara, konsumen di Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) menghabiskan waktu 5,2 jam, dan Jakarta sebanyak 4,7 jam.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR