SOROTAN MEDIA

Pidato tanpa tedeng aling-aling Nadiem Makarim

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (kanan) dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (kiri) menyimak arahan Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas penyampaian program dan kegiatan bidang pembangunan manusia dan kebudayaan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (31/10/2019)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (kanan) dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (kiri) menyimak arahan Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas penyampaian program dan kegiatan bidang pembangunan manusia dan kebudayaan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (31/10/2019) | Puspa Perwitasari /Antara Foto

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, mengunggah teks pidato yang hanya berjumlah dua halaman. Teks itu rencananya dibacakan pada upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional, Senin (25/11/2019). Pidato "tak biasa" tersebut menarik perhatian netizen, hingga jadi topik tren di linimasa Twitter.

Situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah mengunggah teks pidato itu sejak Jumat (22/11). Dalam pidatonya, Nadiem misalnya menekankan bahwa meski ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, guru lebih sering diberi aturan dibandingkan mendapat pertolongan.

"Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas," tulisnya. Ia pun mengakui bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi guru terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Ringkasan

  • Salinan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pada upacara peringatan Hari Guru Nasional 2019 jadi perhatian.
  • Naskah pidato ini dibuat sebanyak 2 halaman dan terlihat sedikit berbeda dari biasanya. Nadiem menyebut, tugas guru adalah yang termulia sekaligus tersulit.
  • Para guru diajak untuk menemukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri serta membantu guru lain yang mengalami kesulitan.
  • Nadiem dalam pidatonya menyebut bahwa meski guru ingin membantu murid-murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tapi disibukkan tugas administratif.
  • Ia bahkan mengakui bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi guru terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.
  • Hari Guru Nasional dicetuskan sejak 1994 sesuai Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, dan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
  • Tanggal 25 November dipilih sebagai Hari Guru Nasional, bersamaan dengan ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh tribunnews.com dengan 7 pemberitaan, diikuti peringkat kedua cnnindonesia.com dengan 3 pemberitaan. selanjutnya liputan6.com dengan 2 pemberitaan pada peringkat ketiga.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 02:00 hingga 14:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 11:00 WIB dengan total 8 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh detik.com dengan 7942 interaksi, diikuti peringkat kedua cnnindonesia.com dengan 2224 interaksi. Selanjutnya tribunnews.com dengan 572 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR