PILKADA JABAR 2018

Pilkada Jabar 2018 jadi tiket menuju Pilpres 2019

Ketua Umum PPP Romahurmuziy (tengah), Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (kedua kiri), Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum (kedua kanan), Waketum PPP Arwani Thomafi (kanan), dan Sekjen PPP Arsul Sani (kiri) di kantor DPP PPP, Tebet, Jakarta, Selasa (24/10). PPP resmi mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur dan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum sebagai calon Wakil Gubernur pada Pilkada Jawa Barat pada 2018.
Ketua Umum PPP Romahurmuziy (tengah), Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (kedua kiri), Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum (kedua kanan), Waketum PPP Arwani Thomafi (kanan), dan Sekjen PPP Arsul Sani (kiri) di kantor DPP PPP, Tebet, Jakarta, Selasa (24/10). PPP resmi mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur dan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum sebagai calon Wakil Gubernur pada Pilkada Jawa Barat pada 2018. | Aprillio Akbar /Antara Foto

Jawa Barat memiliki jumlah pemilih paling besar dibandingkan dengan provinsi lainnya, 18 persen pemilih nasional. Dengan jumlah pemilih yang melimpah ini, Pilkada Jabar 2018 dianggap sangat strategis untuk ajang lebih besar, yaitu pemilihan presiden 2019.

Pada pemilihan presiden 2014, Jawa Barat memiliki 33 juta pemilih, bandingkan dengan DKI Jakarta yang hanya 7 juta pemilih. Di tanah Pasundan ini, Prabowo Subianto-Hatta Radjasa menang dari Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Meski secara nasional akhirnya kalah, Prabowo-Hatta unggul di 22 kabupaten/kota di Jawa Barat dengan total suara 59,78 persen. Adapun Jokowi-Kalla hanya menang di 4 kabupaten/kota di Jawa Barat dengan total suara 40,22 persen.

Kemenangan Prabowo-Hatta di Jawa Barat itu tak lepas dari pilkada yang digelar setahun sebelum Pilpres 2014. Calon Gubernur Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar yang dijagokan Partai Gerindra, sebagai penyokong Prabowo-Hatta, mengalahkan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki yang diusung PDI Perjuangan.

Pilkada Jawa Barat pun menjadi tiket menuju Pilpres 2019. Berkaca pada hasil Pilpres 2014, dukungan Gubernur Jawa Barat kepada calon presiden merupakan faktor penting.

"Dalam konteks Pilpres 2019, calon gubernur yang terpilih pada Pilkada 2018 dan siapa calon presiden yang ia dukung akan berpeluang memenangkan Pilpres di Jawa Barat," kata Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Djayadi Hanan.

Lalu, bagaimana peta Pilkada jabar 2018? Sampai sekarang lima kandidat terkuat adalah Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil; Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar; anggota DPR Fraksi Demokrat, Dede Yusuf; tokoh agama, Abdullah Gymnastiar; dan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.

Hasil sigi lembaga simulasi survei SMRC menyatakan Ridwan Kamil unggul dibandingkan dengan calon lainnya dalam semua metode simulai survei. Wali Kota Bandung ini melaju dan memiliki peluang besar memenangkan pertarungan yang berlangsung pada Juni 2018 ini.

SMRC menggelar survei pada 27 September sampai 3 Oktober 2017 terhadap 820 responden di Jawa Barat. Metode yang digunakan multi-stage random sampling dan margin of errorr 3,5 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

"Dari berbagai simulasi pilihan, Ridwan Kamil konsisten berada di urutan teratas. Dukungan berkisar 16,8-64 persen tergantung jumlah calon dan komposisi calon yang bersaing," kata Djayadi.

Dengan pertanyaan simulasi semi terbuka, pilihan kalau Pilkada Jabar digelar saat ini. Responden diberi daftar nama 27 calon untuk dipilih dan boleh memilih nama lainnya. Ridwan Kamil berada di urutan paling atas dengan elektabilitas 34,1 persen.

Adapun elektabilitas Deddy Mizwar mencapai 15,5 persen, Dede Yusuf 9,9 persen, Abdullah Gymnastiar 6,0 persen, dan Dedi Mulyadi 5,6 persen.

Hasil relatif sama dengan metode simulasi lainnya, dengan banyak nama calon atau hanya dua nama calon. Ridwan Kamil tetap unggul, tetapi terus dibayangi Deddy Mizwar.

Jika head to head antara keduanya, Kamil unggul dengan 50,7 persen dan Deddy Mizwar 39,0 persen.

"Ada persiapan ketat antara Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar. Terus-menerus begitu dengan metode simulasi yang lain," ujar Djayadi.

Hingga sekarang, baru Nasdem yang secara terbuka dan konsisten menyatakan dukungan terhadap Kamil. Partai Golkar dan PPP pun belakangan mendukung Kamil.

Adapun Gerindra yang sempat mengusung Deddy Mizwar pernah menyatakan menarik dukungan. PDI Perjuangan akan mengumumkan jagoannya pada 11 November ini.

Pertarungan Pilkada Jabar masih sangat cair dan belum mengerucut ke dua kekuatan Pilpres Jokowi dan Prabowo.

Sosok Jokowi dan Prabowo masih mendominasi dukungan warga Jawa Barat pada Pilpres 2019. Dalam pertanyaan spontan (top of mind) yang diajukan SMRC, Jokowi mendapat dukungan terbanyak, 25,7 persen, bersaing ketat dengan Prabowo yang mendapat dukungan 22 persen, dan nama-nama lain di bawah 2 persen.

Dalam simulasi dua nama, Jokowi memperoleh dukungan 48,8 persen warga, sementara Prabowo 43,8 persen. Dibanding Mei 2017 dukungan terhadap Jokowi mengalami peningkatan sekitar 7,3 persen, sedangkan Prabowo mengalami penurunan sekitar 8,5 persen.

Djayadi mengatakan bahwa untuk pertama kalinya sejak Pilpres, 9 Juli 2014, Jokowi mengungguli Prabowo. Dari empat kali survei yang dilakukan sejak Pilpres 2014, terlihat tren pelemahan dukungan pada Prabowo di Jawa Barat. "Peluang Jokowi untuk memenangkan pilpres di Jawa Barat semakin besar."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR