Pokemon Go buat saham Nintendo berlari kencang

Seorang wanita sedang bermain Pokemon Go di Leerdam, Belanda, Senin (11/7/2016).
Seorang wanita sedang bermain Pokemon Go di Leerdam, Belanda, Senin (11/7/2016). | Piroschka Van De Wouw /EPA

Tak hanya para milenial saja yang sedang jatuh cinta dengan Pokemon Go, investor pun tengah merasakan hal yang sama.

Kurang dari satu minggu sejak diluncurkan --6 Juli 2016 di Australia dan Selandia Baru, menyusul Amerika Serikat sehari setelahnya--, Pokemon Go sudah membuat saham Nintendo berlari kencang.

Senin (11/7/2016), saham Nintendo ditutup di posisi 20,260 Yen (atau sekitar USD199,7/Rp2,6 juta) per lembarnya atau meroket 24,5 persen dari pembukannya di Bursa Saham Tokyo, Jepang.

Analis Macquarie Capital Securities di Jepang, David Gibson memperingatkan dalam CNBC.com, penguatan saham Nintendo masih akan terus terjadi mengingat rencana peluncuran permainan mobile ini di Jepang dan negara-negara lainnya dalam waktu dekat.

Bekerja sama dengan Niantic dan Google, permainan keluaran Nintendo ini berbasis augmented reality, atau teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan atau pun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata.

Pokemon Go bisa diunduh secara gratis melalui App Store untuk iOS dan Google Play untuk Android. Meskipun belum menjelajah secara luas, namun para penggemar yang ingin memainkan game ini dapat memanfaatkan file mentahan aplikasi (APK) untuk Android atau menggunakan akun regional negara yang sudah resmi dirilis seperti Amerika Serikat bagi iOS.

Analis Ekuitas Morgan Stanley MUFG Securities, Mia Nagasaka, mengestimasikan Pokemon Go mampu memberikan dampak yang luar biasa bagi laba Nintendo.

Setidaknya, Pokemon Go bisa memberikan profit bagi Nintendo hingga mencapai 15 miliar hingga 20 miliar Yen (sekitar USD140 juta hingga USD196 juta) per bulannya. Dengan turnover harian diestimasi bisa mencapai 400 juta hingga 500 juta Yen.

Valuasi Nintendo saat ini bernilai 2,87 triliun Yen, atau sekitar USD28 miliar, naik 63,7 persen dari USD17,1 miliar dari peluncuran perdana Pokemon Go.

Namun begitu, nilai saham Nintendo masih belum mampu melampaui nilai tertingginya pada 30 Oktober 2007, atau pada saat permainan konsol Wii diluncurkan. Saat itu, nilai saham Nintendo mencapai USD625 per lembarnya dan membuat Perusahaan memiliki valuasi mencapai USD79,9 miliar.

Sejak ponsel pintar merajalela, Nintendo mengalami kemunduran drastis pada kinerja perusahaannya. Nintendo mengawali bisnisnya dengan menjual perangkat keras yang dikoneksikan ke televisi.

Pokemon Go bukanlah aplikasi mobile pertama yang diluncurkan Nintendo untuk menghalau gempuran ponsel pintar. Miitomo, yang diluncurkan Nintendo pada awal Maret lalu berhasil meenarik perhatian hingga mencapai jutaan pengguna dalam tiga hari peluncurannya.

Berbagai laporan menyebut Nintendo berencana meluncurkan empat permainan mobile lagi hingga akhir Maret 2017. Seluruh permainan mobile itu ditujukan untuk merangsang pertumbuhan profit hingga pertumbuhan pendapatan hingga mencapai 45 juta Yen.

Nintendo juga berencana untuk merilis konsol selanjutnya pada Maret 2017.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR