KRIMINALITAS

Polda Riau buru sindikat pencuri minyak mentah PT Chevron

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi (ketiga kanan) menjelaskan kronologis penangkapan pelaku pembobolan pipa migas (illegal tapping) PT Chevron Pacific Indonesia ketika pengungkapan kasus di Mapolda Riau, di Pekanbaru, Riau, Minggu (17/11/2019).
Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi (ketiga kanan) menjelaskan kronologis penangkapan pelaku pembobolan pipa migas (illegal tapping) PT Chevron Pacific Indonesia ketika pengungkapan kasus di Mapolda Riau, di Pekanbaru, Riau, Minggu (17/11/2019). | Rony Muharrman /Antara Foto

Direktorat Kriminal Umum Polda Riau membongkar sindikat pencurian dan penjualan minyak mentah atau illegal tapping di fasilitas milik PT Chevron Pacific Indonesia. Ada lima tersangka yang telah dibekuk yakni DP, JH, AM, BS dan HU.

Selain itu Polisi masih menetapkan tiga pelaku ke dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam perkara ini. Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan, ketiga pelaku yang ditetapkan sebagai DPO tersebut memiliki peran berbeda, mulai dari pembeli minyak curian hingga pembocor pipa.

"Di antaranya inisial MM sebagai pembeli, inisial DD sebagai pemberi informasi, dan AL sebagai pengebor, penggali tanah dan penyalur minyak ke tangki," katanya dilansir dari Antaranews, Selasa (19/11/2019).

Dalam aksinya, para pelaku memiliki keahlian dan peralatan lengkap. Mereka mampu menyedot minyak dari dalam pipa yang bertekanan tinggi dan juga panas.

"Peralatan disediakan dibeli oleh JH, khusus mengebor pipa hingga pengawasan supaya tidak terdeteksi petugas," jelasnya.

Dari hasil penyelidikan polisi, terungkap aksi curang itu terjadi sejak lima bulan terakhir. Dalam aksinya, mereka bahkan memiliki tronton berkapasitas 28 ton.

Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi menjelaskan, pengungkapan ini dilakukan Satgas Zapin di lima lokasi di Riau, di antaranya Balam KM 0 Bangko Pusako Rokan Hilir, dengan tersangka JH berperan sebagai penyedia mobil tangki untuk mengangkut minyak mentah.

Sejumlah pekerja memeriksa bagian pipa gas yang bocor milik PT. Chevron Pacifik Indonesia di jalan lintas Duri - Pekanbaru kilometer 121 Desa Balai Raja Pinggir, Bengkalis, Riau, Senin (17/9).
Sejumlah pekerja memeriksa bagian pipa gas yang bocor milik PT. Chevron Pacifik Indonesia di jalan lintas Duri - Pekanbaru kilometer 121 Desa Balai Raja Pinggir, Bengkalis, Riau, Senin (17/9). | Aswaddy Hamid /Antara Foto

Kemudian SOE Jambon 02 Areal bekasap PT CPI Kecamatan Mandau Bengkalis, tersangka JH berperan sebagai penjual minyak mentah. KM 43 Minas Barat Minas Siak, tersangka JH berperan sebagai penjual minyak mentah.

Berikutnya Jalan Raya Minas-Perawang KM.18 PKM 15.800 Desa Lukut Tualang Siak, tersangka JH berperan sebagai penjual minyak mentah. Lokasi terakhir di Jalan lintas kota Garo-Gelombang PKM 21300 Desa Kota Garo Tapung Hilir Kampar.

Sejumlah barang bukti berhasil disita polisi di antaranya dua unit mobil tangki pengangkut minyak mentah dan sejumlah pipa yang dijadikan sebagai pipa penyalur minyak ke mobil tangki.

Dalam aksinya JH dan kawan-kawan berhasil mengambil minyak mentah milik PT CPI sebanyak 349.000 liter atau 2.195 barel atau senilai Rp1,9 miliar.

Sedangkan untuk kerugian yang dialami pihak PT CPI akibat terjadinya tindak pidana pencurian minyak mentah di wilayah hukum Polda Riau selama satu tahun sebanyak 12.700 barel atau senilai AS $762.000. PT Chevron juga harus mengeluarkan biaya perbaikan terhadap selang atau pipa yang telah dijebol dan dirusak oleh pelaku kejahatan senilai AS $1 juta.

Selain ketiga DPO itu, polisi kini juga tengah mendalami pihak penampung minyak mentah yang ada di daerah Sumatera Selatan (Sumsel) dan juga Sumatera Barat (Sumbar).

Pasal yang disangkakan kepada pelaku melanggar Pasal 363 juncto Pasal 55. 56 KUH Pidana dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Menurut Kapolda Agung, pencurian minyak ini tidak hanya merugikan negara, namun juga akan membahayakan masyarakat sekitar, sehingga masyarakat perlu juga ikut dalam mengawasi pencurian tersebut.

"Tidak hanya Chevron, pencurian minyak mentah ini juga sedang dikembangkan di Polres Siak di BOB dan PHE Siak," tuturnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR