Polisi larang aksi bela ulama

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan usai menjenguk korban bom Kampung Melayu di Rumah Sakit Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta, Kamis (25/5). Polisi melarang aksi yang menyebut bela ulama yang akan digelar Jumat (9/6).
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan usai menjenguk korban bom Kampung Melayu di Rumah Sakit Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta, Kamis (25/5). Polisi melarang aksi yang menyebut bela ulama yang akan digelar Jumat (9/6). | M Agung Rajasa /ANTARA

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya, Inspektur Jenderal Polisi Mochamad Iriawan melarang aksi bela ulama yang bakal digelar pada Jumat (9/6).

Menurut dia, lebih baik pada bulan Ramadan ini masyarakat lebih banyak melakukan ibadah. "Iya (kami larang), untuk apa? Tadarusan saja, doa-doa saja semoga situasi tertib, pangan banyak, rakyat juga sejahtera. Itu saja doakan," ujar Iriawan Kamis (8/6) seperti dikutip dari Kompas.com.

Iriawan menyebut pengelola masjid Istiqlal tak akan mengizinkan acara itu.

Pengelola Masjid Istiqlal memastikan juga tidak akan memberikan izin 'Aksi Bela Ulama 96'. Pengelola telah mengirimkan surat penolakan tersebut kepada Presidium Alumni 212."Benar (tidak boleh)," ujar Protokoler Masjid Istiqlal Abu Hurairah melalui pesan singkat kepada detikcom, Jumat (9/6).

Abu Hurairah mengatakan Masjid Istiqlal telah mempunyai agenda rutin yang tidak bisa diganggu hari ini. Namun, dia tidak menjelaskan lebih lanjut kegiatan apa saja yang dilakukan tersebut.

Sekretaris Presidium Alumni Aksi 212, Hasri Harahap mengatakan, telah menerima surat dari panitia Masjid Istiqlal yang tak memberikan izin mereka.

Tapi dia memastikan acara Aksi Bela Ulama 96 tetap akan berlangsung."Mereka tulis surat begitu (tak memberi izin), kita mohon mau Salat Jumat di sana sampai buka puasa. Kita tetap berlangsung ke Masjid Istiqlal," katanya kepada merdeka.com, Jumat (9/6).

Namun, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir mengatakan tidak akan menghadiri Aksi Bela Ulama 96 yang diadakan di Masjid Istiqlal. "Saya mungkin di tempat lain," ujar Bachtiar Rabu (7/6) seperti dinukil dari tempo.co.

Aksi Bela Ulama 96 digagas oleh Presedium Alumni 212 menolak dugaan kriminalisasi terhadap ulama. Presidium alumni 212 rencananya bakal akan menggelar Aksi Bela Ulama hari ini.

Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo mengatakan tujuan aksi sebagai sikap mereka atas adanya upaya kriminalisasi ulama. Ada tiga agenda yang akan dilakukan pada aksi nanti yakni mulai dari tabligh akbar hingga doa bersama.

Iriawan menegaskan proses hukum terhadap Rizieq jangan diartikan sebagai tindakan kriminalisasi terhadap ulama.

"Wapres sudah bicara, Pak Din Syamsuddin sudah bicara, Ketua MUI sudah bicara, tidak ada kriminalisasi ulama, titik," katanya.

Rizieq Shihab menjadi tersangka kasus percakapan berisi pornografi. Dia kini melarikan diri ke Arab Saudi. Rizieq direncanakan akan memperpanjang visanya karena habis pada Senin (12/6).

Polisi kini sedang bekerja sama dengan otoritas Imigrasi untuk menimbang mencabut paspor Rizieq. "Kemungkinan itu ada, tapi kami belum putuskan. Kita lihat perkembangan saja," ujar Iriawan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR