KRIMINALITAS

Polisi periksa 8 saksi kasus pembunuhan siswi SMK di Bogor

Wali Kota Bogor, Bima Arya, menyalakan lilin di lokasi kejadian penusukan siswi SMK Baranangsiang Adriana Yubelia Noven Cahya di jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/1/2019).
Wali Kota Bogor, Bima Arya, menyalakan lilin di lokasi kejadian penusukan siswi SMK Baranangsiang Adriana Yubelia Noven Cahya di jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/1/2019). | Arif Firmansyah /Antara Foto

Hingga saat ini polisi masih dalam proses pemeriksaan saksi untuk mengejar pelaku pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya (18), siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat.

"Sejauh ini sudah delapan orang saksi yang kita mintai keterangan," ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko kepada detikcom, Jumat (11/1/2019).

Kematian pelajar kelas XI jurusan Tata Busana Butik itu telah menyita perhatian. Sebab, dia ditemukan bersimbah darah di gang kecil belakang Masjid Raya, Jalan Riau, Baranangsiang, Bogor pada Selasa (8/1). Di dada kirinya terdapat luka tusuk sedalam 22 cm dan lebar sekitar 3 cm.

Dari rekaman CCTV, pelakunya diduga seorang lelaki dan bermotif dendam. Sang mantan pacar yang berinisial S pun turut diamankan.

Truno enggan merinci delapan orang saksi yang sudah diperiksa polisi. Truno hanya menjelaskan dari delapan orang itu di antaranya adalah S dan warga sekitar.

Sebelumnya, sempat diberitakan bahwa S dibekuk Satreskrim Polresta Bogor Kota di Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/1) malam. Dia diduga kuat menghabisi nyawa pelajar yang akrab disapa Noven itu.

Hal tersebut didasari pada informasi dan foto yang beredar luas di media sosial mengenai hubungan S dan Noven. S pun sempat memberikan komentar soal kabar tersebut di media sosial.

Namun setelah dilakukan pendalaman, Polresta Bogor memastikan bahwa S bukanlah pembunuh Noven. Sebab setelah menjalani pemeriksaan dengan berbagai bukti yang dibawanya sebagai alibi, tak ada dugaan yang bisa mengarah kepadanya.

"Yang jelas kemungkinan bukan dia pelakunya jika melihat ciri-ciri fisik di CCTV dan berbagai bukti sebagai alibinya. Jadi saya tegaskan S itu diamankan sebagai saksi," jelas Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser dikutip Sindonews (h/t Line Today), Kamis (10/1).

Terkait asumsi masyarakat yang menyebutkan S diduga kuat pelaku karena foto S dan Noven yang beredar, Hendri menyebutkan tidak ada pengusutan penyebaran kabar bohong (hoaks) tersebut. Namun jika keluarga S merasa dirugikan, Hendri mempersilakan keluarga S untuk melaporkan ke polisi.

Dalam mengungkap kasus tersebut, Polresta Bogor dibantu tim gabungan dari Mabes Polri dan Polda Jabar. Polresta Bogor juga sudah mengirimkan rekaman decoder CCTV kepada tim forensik Mabes Polri untuk mengetahui secara detail wajah pelaku yang terekam CCTV.

Kendati demikian, identifikasi profil wajah melalui CCTV masih membutuhkan waktu mengingat gambar yang dihasilkan tidak maksimal.

Proses pemeriksaan terkendala minimnya saksi saat peristiwa pembunuhan terjadi. Orang tua korban pun tak bisa memberiksan terlalu banyak keterangan, sebab Noven diketahui tinggal terpisah dengan orang tuanya yang berdomisili di Bandung.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya meminta masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada kepolisian untuk fokus menangani kasus tersebut.

“Kapolresta Bogor sempat cerita kepada saya, beliau cerita 24 jam tidak tidur. Makanya mungkin belum bisa menyampaikan perkembangan kasusnya ke publik.

"Beliau memastikan penyelidikan terus jalan, saat ini polisi melakukan penyelidikan dengan pendekatan scientific identification, ditelusur melalui kecanggihan teknologi, tidak hanya sebatas polisi di Bogor yang bergerak tetapi di Indonesia,” ucap Bima, seperti dilansir Pikiran-Rakyat.com, Jumat (11/1).

Saat ini Noven telah dimakamkan di Cimuncang, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung pada Kamis (10/1). Keluarga besar SMK Baranangsiang Bogor bersama Bima pun melakukan tabur bunga di tempat Noven ditemukan meregang nyawa.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR