KRIMINALITAS

Polisi temukan titik terang pembunuhan siswi SMK Bogor

Sejumlah bus antar kota antar provinsi menunggu penumpang di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (7/1/2019).
Sejumlah bus antar kota antar provinsi menunggu penumpang di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (7/1/2019). | Yulius Satria Wijaya /Antara Foto

Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik peristiwa pembunuhan terhadap Andriana Yubelia Noven Cahya (18). Siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Baranangsiang itu ditemukan tewas di gang kecil belakang Masjid Raya, Jalan Riau, Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (8/1/2019).

Namun, Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Hendri Fiuser mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah cara agar pelaku lebih cepat diringkus, salah satunya adalah dengan scientific identification.

"Sampai saat ini kami belum bisa mengindentifikasi pelaku, tetapi ciri-ciri pelaku sedikit banyak sudah ada gambaran. Ini yang coba kami dalami dengan langkah-langkah scientific identification," ungkap Hendri kepada INILAH di tempat kejadian perkara (TKP), Rabu (09/01) dini hari WIB.

Scientific identification atau identifikasi berbasis sains yang dimaksudkan adalah memeriksa suatu kejadian melalui bukti DNA, sidik jari, kondisi kejiwaan, dan sebagainya.

Biasanya, untuk pemeriksaan jenis ini polisi akan melibatkan sejumlah pakar, seperti pakar kejiwaan, Psikologi Forensik dari Polda Metro Jaya, dan sebagainya.

Jika serangkaian proses tersebut membuahkan hasil, kepolisian tinggal mencocokkan hasil tersebut kepada hasil visum serta autopsi rumah sakit.

Untuk itu, polisi mendatangi dan menggeledah kamar korban dan membawa buku harian serta laptop korban untuk diteliti. Badik dan baju seragam yang ada pada kejadian juga telah dibawa untuk diperiksa.

Mereka juga mempelajari lebih lanjut tangkapan layar CCTV yang ada di lokasi kejadian. Meskipun tak begitu tajam, tapi dari sana polisi menemukan titik terang karena seorang teman korban mengenali ciri fisik pelaku dalam rekaman.

Kecurigaan polisi pun kian bertambah tatkala muncul berita soal tertangkapnya terduga pelaku dalam akun Instagram hiburan, Lambe Turah. Meski unggahan tersebut dihapus tak lama kemudian.

"Pelaku kan belum ketangkap. Nah, dia itu sempat memposting tulisan di medsosnya untuk mengonter tuduhan bahwa ia telah ditangkap. Justru, di situ jadi titik terang kita untuk masuk," jelas Hendri, seperti dikutip Kompas.com, Rabu (9/1).

Hingga saat ini polisi telah meminta keterangan dari empat orang saksi. Sementara diduga motif pembunuhan tersebut adalah dendam. Dugaan ini juga diperkuat dengan nihilnya barang pribadi korban yang hilang, seperti tas dan ponsel.

"Sedikit banyak sudah ada gambarannya, ini yang sedang kita dalami. Pada umumnya kasus seperti ini ada motif dendam atau sakit hati, korelasinya ke situ," kata Hendri kepada Okezone, di lokasi kejadian, Rabu (9/1).

Kabar terbaru dari Tempo.co (10/1) menyebutkan bahwa polisi tengah memburu terduga pelaku yang disebut pernah berpacaran dengan korban.

Wali Kota Bogor Bima Arya pun turut memantau perkembangan kasus tersebut. Dia juga berpendapat, kasus ini tak berkaitan dengan aspek keamanan. Sebab menurutnya, di lokasi kejadian, fasilitas keamanan tercukupi dengan adanya 24 CCTV yang merupakan swadaya masyarakat.

Kronologi kejadian

Kabar pembunuhan siswi kelas XI jurusan Tata Busana Butik itu membuat geger masyarakat Bogor. Pasalnya, dia ditemukan bersimbah darah dengan luka tusuk di bagian dada kiri sedalam 22 cm dan lebar sekitar 3 cm.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas CCTV di sekitar lokasi, korban diketahui ditusuk oleh seorang lelaki berbaju biru dan celana jins. Pelaku awalnya berdiri di ujung gang tangga Masjid Raya Bogor tersebut dan bersandar ke dinding, terlihat sedang menunggu.

Lalu pelaku bergerak ke arah atas, di saat itu korban terlihat sedang menuruni tangga jalan menuju arah bawah ke Jl Riau. Pelaku lalu menghampiri korban yang mencoba menghindar ke sisi pinggir jalan arah tembok.

Setelah menusuk, pelaku terlihat mendorong korban hingga terjatuh, lalu kabur melarikan diri ke arah datangnya korban. Korban yang tadinya terduduk mencoba berdiri, lalu tumbang.

Sekitar pukul 16.00 WIB warga menemukan Andriana yang telah jatuh tersungkur. Gadis berkacamata itu kemudian dibawa ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong.

Jenazah disemayamkan di Rumah Duka RS Borromeus, Bandung, sebelum dimakamkan Kamis (10/1).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR