PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Polri pecat langsung oknum polisi pembawa sabu

Petugas menyusun barang bukti narkoba jenis sabu-sabu saat gelar kasus hasil Operasi Anti Narkotik (Antik) 2018 di Polda Lampung, Lampung, Kamis (19/7/2018).
Petugas menyusun barang bukti narkoba jenis sabu-sabu saat gelar kasus hasil Operasi Anti Narkotik (Antik) 2018 di Polda Lampung, Lampung, Kamis (19/7/2018). | Ardiansyah /Antara Foto

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mencopot Wakil Direktur Narkoba Polda Kalimantan Barat AKBP Hartono setelah tertangkap membawa sabu di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (28/7/2018).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal mengatakan, penyidik Divisi Propam Mabes Polri sampai saat ini masih melakukan pemeriksaan berikut memproses pelanggaran kode etik profesi yang dilakukan oknum kepolisian ini.

Pemeriksaan akan difokuskan pada kepemilikan sabu dan juga alasan kedatangan AKBP Hartono ke Jakarta.

“Sedang kami dalami keterkaitannya. Apakah bersangkutan terlibat jaringan apapun,” kata Iqbal, mengutip VIVA, Senin (30/7/2018).

Iqbal menekankan, jika terbukti bersalah, maka tindakan tegas akan dijatuhkan Polri kepada yang bersangkutan. “Polri tegas pada oknum anggota Polri yang melakukan pelanggaran atau pidana apapun,” kata Iqbal, mengutip detikcom, Minggu (29/7/2018).

Keputusan pencopotan jabatan AKBP Hartono sebagai Wadir Narkoba Polda Kalbar tertuang dalam surat telegram bernomor ST/1855/VII/KEP/2018 tertanggal 28 Juli 2018 yang ditandatangani Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Arief Sulistyanto, mewakili Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Dalam surat itu juga disebutkan, AKBP Hartono selanjutnya akan dimutasi sebagai perwira menengah di Pelayanan Markas (Yanma) Polri.

AKBP Hartono tertangkap tangan membawa 12 gram sabu oleh petugas Avsec di Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Sabtu (28/7/2018).

Awalnya AKBP Hartono berkilah narkoba yang dibawanya itu adalah barang bukti yang bakal diuji di laboratorium di Jakarta. Namun, AKBP Hartono gagal menunjukkan surat tugas yang memperkuat alibinya tersebut.

“Menurut keterangan, dia ke Jakarta dalam rangka menjalankan tugas, tetapi sebenarnya tidak, dan tanpa izin datang ke sana,” kata Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Nanang Purnomo, mengutip Antaranews.

AKBP Nanang mengaku tak begitu mengenal AKBP Hartono. Sepanjang pengetahuannya, sebelum menjabat sebagai Wadir Reserse Narkoba Polda Kalbar, AKBP Hartono pernah menjabat sebagai kapolres di daerah Sulawesi.

“Selama enam bulan menjalankan tugas di Polda Kalbar, kami masih belum menemukan catatan buruknya,” sambung AKBP Nanang.

April lalu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian pernah dengan tegas menyatakan pihaknya tidak bermain-main dengan penindakan narkoba. Bahkan, hukuman tembak mati tak diperbolehkan bagi polisi yang terbukti terlibat sebagai pengedar maupun bandar.

Tito beralasan, dalam upaya melawan jaringan narkoba dibutuhkan kekompakan antara TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Indonesia Police Watch (IPW) pernah menyebut, pada tahun 2016 jumlah anggota kepolisian yang terlibat narkoba mencapai di atas 200 orang.

Selama ini, ada kecenderungan anggota polisi yang terlibat narkoba mendapat ganjaran hukuman yang ringan, sehingga keadilan menjadi timpang dan efek jera tak tercipta.

"Sudah saatnya anggota Polri yang bermain-main atau terlibat narkoba dijatuhi hukuman mati. Tujuannya agar ada efek jera dan penyalahgunaan narkoba tidak menyebar luas di lingkungan kepolisian," kata Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane.

Dalam perayaan ke-72 Bhayangkara, 11 Juli 2018, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo meminta agenda reformasi internal Polri terus dilanjutkan.

Menurut pria yang akrab disapa Bamsoet ini, pengabdian Polri dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban umum telah mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat.

Hal tersebut merujuk pada masuknya Indonesia ke dalam daftar 10 negara teraman menurut survei Gallup’s Law and Order Report 2018.

“Kendati kurva cinta dan simpati publik kepada Polri terus membaik, pekerjaan Jenderal Tito belum selesai. Publik mencatat bahwa masih ada oknum prajurit Polri berperilaku menyimpang,” tukas Bamsoet.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR