PEMILU 2019

PPP dan Hanura kempes di DPRD DKI Jakarta

Suasana Rapat Paripurna Istimewa DPRD DKI Jakarta di ruang Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Sabtu (22/6/2019).  KPU DKI Jakarta telah menetapkan anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024.
Suasana Rapat Paripurna Istimewa DPRD DKI Jakarta di ruang Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Sabtu (22/6/2019). KPU DKI Jakarta telah menetapkan anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024. | Nova Wahyudi /Antara Foto

Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menetapkan hasil pemilihan legislatif 2019 untuk mengisi DPRD DKI Jakarta. Dari 106 anggota dewan, 44,4 persen isinya adalah wajah lama.

Kejutan kali ini, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) kempes tak dapat satu kursi pun. Walau memperoleh 103.073 suara, tak mampu mengantar satu kursi pun buat mereka. Padahal, pada periode 2014-2019, mereka memiliki 10 kursi.

Nasib mirip juga menimpa Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dulu mereka juga memiliki 10 kursi. Namun kali ini tinggal 1 kursi saja. Debutan baru Partai Solidaritas Indonesia (PSI) justru datang langsung memperoleh 8 kursi sekaligus.

Partai lain yang mendapat tambahan kursi adalah PAN, Gerindra, Nasdem, dan PKS. Perolehan kursi Partai Demokrat tetap, 10 kursi. Sedangkan PDIP, Golkar, dan PKB berkurang. Walau berkurang tiga kursi, tapi PDIP masih menjadi jawara dengan 25 kursi.

Sementara itu, lima partai lain seperti Perindo, Partai Berkarya, PBB, Partai Garuda, dan PKPI (tak mendapatkan jatah kursi di DPRD DKI Jakarta. "Sudah sah ya semuanya kita ketok palu dan akan ditandatangani oleh KPU dan saksi," ucap Ketua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon, Senin (12/8/2019) seperti dikutip dari Kompas.com.

Dari 106 anggota DPRD DKI Jakarta yang baru ini, 47 di antaranya adalah wajah lama. Tiga wajah lama di antara mereka sukses loncat pindah partai politik. Sebab, jika mereka masih maju dengan partai politik lama, kemungkinan besar tak akan memperoleh kursi.

Mereka adalah Riano P Ahmad (PAN), di periode sebelumnya maju lewat PPP. Kemudian, Jamaluddin Lamanda (PKB), periode sebelumnya di Fraksi Hanura. Ketiga, Wahyu Dewanto. Di periode sebelumnya ia maju lewat Hanura, tapi pada Pemilu kali ini ia ganti partai politik menjadi Gerindra.

Dari 59 anggota DPRD DKI Jakarta yang baru, tak bisa juga bersih dari dinasti politik. Beberapa di antara mereka adalah anak atau famili dari petinggi partai politik. Misalnya, Zita Anjani (PAN) anak Ketua Umum PAN sekaligus Ketua MPR Zulkifli Hasan. Kemudian, Dimaz Raditya Soesatyo (Golkar), anak politikus Partai Golkar sekaligus Ketua DPR, Bambang Soesatyo.

Dari Nasdem, muncul Nova Harivan Paloh, keponakan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham 'Lulung' Lunggana, yang pindah partai politik PPP ke PAN, memberikan manfaat. Anaknya, Guruh Tirta Lunggana, terpilih jadi anggota DPRD DKI di Fraksi PAN.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR