SOROTAN MEDIA

Prabowo masih berharap pada KPU

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019 di Jakarta, Selasa (14/5/2019).
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019 di Jakarta, Selasa (14/5/2019). | Sigid Kurniawan /Antara Foto

Calon presiden nomor urutan 02, Prabowo Subianto, masih berharap pada Komisi Pemilihan Umum (KPU), tapi ia tak akan menerima penghitungan (suara) yang curang. Hal itu disampaikan Prabowo dalam orasinya pada acara "Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pemilu 2019", Selasa (14/5/2019).

Media daring memberi perhatian besar pada hajatan Prabowo yang dihadiri pula oleh calon wakil presiden Sandiaga Uno beserta jajaran personel Badan Pemenangan Nasional (BPN) dan para simpatisan atau pendukung.

Sorotan mencapai 63 artikel dalam kurun 10 jam (12:00 hingga 22:00 WIB). Sementara puncak pemberitaan terjadi pada pukul 19.00 WIB sebanyak 17 artikel.

Kabar ini juga mendapat respons dari pembaca cukup ramai. Di Facebook, ada sekitar 13.900 komentar dan 41.300 reaksi.

Ringkasan

  • Acara digelar di ruang Puri Agung, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Prabowo memberikan orasi menggebu hingga lewat sesaat waktu jam berbuka puasa.
  • Prabowo menegaskan masih menaruh harapan kepada KPU dan mengingatkan bahwa masa depan bangsa Indonesia ada di pundak para komisionernya.
  • Prabowo minta KPU menegakkan kebenaran dan keadilan. Jika sebaliknya dan terus berbohong, KPU disebut mengizinkan penjajahan rakyat Indonesia.
  • Prabowo yang Ketua Umum Partai Gerindra juga menyatakan bersama Sandiaga dan seluruh personel BPN serta partai koalisi adil makmur memegang komitmen untuk terus berjuang bersama rakyat.
  • Prabowo mengatakan situasi politik pasca-Pemilu 2019 yang diyakini banyak terjadi kecurangan tidak sesuai dengan semangat demokrasi yang selama ini menjadi prinsip utama bernegara.
  • Itu sebabnya Prabowo tak akan tinggal diam menghadapi kecurangan yang terjadi. Bahkan Prabowo akan menyiapkan surat wasiat.
  • Dalam pemaparan fakta kecurangan, tim teknis BPN menyampaikan pemaparan mengenai berbagai kecurangan yang terjadi sebelum, saat pemungutan suara, dan sesudahnya. Antara lain daftar pemilih tetap fiktif, politik uang, penggunaan aparat, surat suara tercoblos, hingga salah hitung di situs KPU.
  • BPN juga mendesak mendesak Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU dihentikan. Permintaan itu telah disampaikan lewat surat ke KPU.
  • BPN menilai kecurangan Pemilu 2019 bersifat terstruktur, sistematif, dan masif.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh antaranews.com dengan 12 pemberitaan, diikuti peringkat kedua tribunnews.com dengan 5 pemberitaan. selanjutnya detik.com dengan 4 pemberitaan pada peringkat ketiga.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 12:00 hingga 22:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 19:00 WIB dengan total 17 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah sebaran pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh detik.com dengan 58197 sebaran, diikuti peringkat kedua tribunnews.com dengan 13454 sebaran. Selanjutnya viva.co.id dengan 5470 sebaran pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR