Prarekonstruksi Pulomas: 16 menit menyekap dan merampok

Tersangka perampokan dan pembunuhan Pulomas, Ridwan Sitorus alias Ius Pane (kiri) mengikuti prarekonstruksi, Jumat (6/1/2017).
Tersangka perampokan dan pembunuhan Pulomas, Ridwan Sitorus alias Ius Pane (kiri) mengikuti prarekonstruksi, Jumat (6/1/2017). | Rivan Awal Lingga /Antara Foto

Polisi gelar prarekonstruksi perampokan Pulomas Jumat ini (6/1/2017) untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Prarekonstruksi cuma diikuti Ius Pane, sementara dua tersangka lain tak hadir.

"Mereka sakit," kata Kepala Kepolisian Resor Jakarta Timur Kombes Muhammad Agung Budijono di tempat kejadian, kawasan Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta.

Kedua tersangka yang dimaksud adalah Erwin Situmorang dan Alfin Bernius Sinaga. Sedang pimpinan komplotan grup Korea Utara ini, Ramlan Butarbutar tewas saat diciduk. Para korban selamat juga tidak dihadirkan. Mereka diperankan pemeran pengganti.

Sebanyak 72 adegan diperagakan dalam prarekonstruksi itu. Adegan krusialnya terletak pada adegan ke-55, saat pemilik rumah Dodi Triono mengendarai mobil memasuki kediamannya.

Pasalnya jika Dodi datang ke rumahnya lebih telat 20 menit, maka dirinya tidak akan terbunuh, dan yang lain bisa jadi akan terselamatkan olehnya. Karena perampokan hanya berlangsung 16 menit.

Pantauan Liputan6.com, orang yang menjadi peran pengganti Dodi mengendarai Honda Jazz saat tiba di rumahnya. Sang sopir Yanto ternyata datang sebelum Dodi dengan motor matic.

Sebelumnya, pada adegan-adegan awal, tampak sekali peran Ius Pane begitu dominan. Dia yang turun duluan dari mobil untuk mengecek pagar rumah yang tertutup. Setelah tahu tak terkunci, para pelaku itu masuk ke bagian teras rumah Dodi.

Ius masuk dengan santai dan menghampiri Tasro, sopir Dodi yang lain. Ius menodongkan sepucuk airsoft gun berbentuk pistol dan memaksa Tasro membuka rolling door garasi. Setelah berhasil melumpuhkan sopir itu, Ramlan dengan cara jalan pincang dan yang lain masuk.

Sebenarnya ketika Dodi datang, perampokan dan penyekapan di rumahnya sedang terjadi. Saat itu Erwin, Ramlan, dan Ius baru saja akan menuju teras dari dalam rumah sambil membawa hasil rampok. Saat di teras itu mereka bertemu Dodi yang mengenakan celana pendek.

Dodi pun langsung ditodong dengan pistol dan dibawa ke dalam. Dompet yang berada di saku celana dan jam di tangannya diambil. Setelah itu, dia juga dimasukkan ke dalam kamar mandi--bersama korban yang lain. Dodi tercatat sebagai orang paling akhir yang disekap.

Kemudian Ramlan mengunci kamar mandi itu dari luar, lalu memadamkan lampunya. Sebelum meninggalkan rumah, Ramlan, Erwin, dan Ius sempat mengecek mobil yang sebelumnya dikemudikan Dodi untuk mengecek barang berharga di dalamnya.

Diketahui para pelaku masuk ke dalam rumah pukul 14.26 WIB dan selesai pukul 14.42 WIB. Perampokan dilakukan sangat singkat, yakni selama 16 menit. Para korban baru ditemukan keesokan harinya pada pukul 10.10 WIB. Dari 11 orang yang disekap, enam orang tewas, termasuk Dodi dan dua anaknya

Dari keterangan polisi, pelaku tercatat mengambil uang, jam dan dompet milik Dodi. Pelaku juga diketahui melakukan kekerasan terhadap anak pertama Dodi, Dianita Gemma Dzalfayla, dengan cara memukulnya dengan gagang senjata api.

Prarekontruksi menjadi tontonan warga sekitar yang ingin menyaksikan langsung proses kejadian perampokan sadis tersebut. Ratusan warga memadati lokasi, meski hanya bisa memantau dari jarak jauh karena telah dipasangi garis polisi dengan jarak 50 meter.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR