SOROTAN MEDIA

Presiden dipilih MPR bak membuka kotak Pandora

Pimpinan Sementara MPR Ketua Abdul Wahab Dalimunthe (ketiga kiri) didampingi Wakil Ketua Hillary Brigitta Lasut (kedua kanan) saat memimpin jalannya Sidang Paripurna MPR ke-2 di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/10/2019)
Pimpinan Sementara MPR Ketua Abdul Wahab Dalimunthe (ketiga kiri) didampingi Wakil Ketua Hillary Brigitta Lasut (kedua kanan) saat memimpin jalannya Sidang Paripurna MPR ke-2 di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/10/2019) | M Risyal Hidayat /Antara Foto

PBNU usul agar presiden kembali dipilih MPR, karena pemilihan langsung dinilai boros biaya. Sejumlah partai pun tak sejalan, misalnya Demokrat dan PKS. MPR saat ini tengah menerima masukan masyarakat mengenai wacana amandemen terbatas UUD 45.

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menganggap pemilihan lewat MPR sama saja merampas hak rakyat, dan kembali ke era Orde Baru. Penolakan juga disampaikan Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid. Menurutnya, belum ada usul apapun dari fraksi di MPR.

Pengamat menilai Indonesia akan mundur dan kembali ke zaman orba. Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini, menyebutnya ibarat membuka kotak Pandora-- mitologi Yunani ihwal terbukanya guci yang menghebohkan umat manusia.

Ringkasan

  • Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengusulkan supaya pemilihan presiden dikembalikan oleh MPR.
  • Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengatakan, hal itu merupakan aspirasi sejumlah kiai NU lewat munas di Cirebon pada 2012.
  • Wakil di MPR dari Fraksi PKB menilai usulan tersebut akan menjadi masukan bagi MPR. Sedangkan wakil PPP menyatakan MPR belum membicarakannya.
  • Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini, menilai usulan tersebut membuka kotak pandora untuk mengulang kembali ke zaman Orde Baru (Orba).
  • Alasan pertimbangan biaya, keutuhan bangsa, dan kebutuhan pada figur yang baik menurutnya akan menjadi pembenaran.
  • Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengatakan pemilihan langsung atau tidak, akan dibahas di Komisi II untuk melihat kajiannya.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh tribunnews.com dengan 6 pemberitaan, diikuti peringkat kedua sulselsatu.com dan merdeka.com dengan 5 pemberitaan.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 00:00 hingga 20:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 08:00 WIB dengan total 12 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh kompas.com dengan 2146 interaksi, diikuti peringkat kedua dw.com dengan 611 interaksi. Selanjutnya cnnindonesia.com dengan 439 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR