PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dapat pinjaman baru, nilainya Rp5,6 triliun

Kereta api Argo Parahyangan melintasi proyek terowongan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di Tagog Apu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (9/4/2019).
Kereta api Argo Parahyangan melintasi proyek terowongan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di Tagog Apu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (9/4/2019). | Raisan Al Farisi/ /Antara Foto

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan mendapat pencairan pinjaman kelima dari China Development Bank (CDB) sebesar AS $400 juta atau sekitar Rp5,6 triliun (kurs Rp 14.190). Pinjaman tersebut akan cair pada September ini.

CDB merupakan bank infrastruktur asal Tiongkok yang meminjamkan dana hingga 75 persen terhadap seluruh proyek PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Proyek tersebut diperkirakan menelan biaya sebesar AS $6,071 miliar atau setara dengan Rp85,2 triliun.

Adapun total dana pinjaman dari CDB terhadap proyek ini sebesar AS $4,553 miliar atau setara Rp63,9 triliun. Hingga saat ini, pinjaman yang sudah cair senilai AS $1,1 miliar.

"Kami kalau sudah menerima pinjaman, langsung dibayarkan kontraktor karena dominan itu memang untuk bayar kontraktor," ungkap Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra dikutip dari Beritasatu.com, Rabu (11/9/2019).

Chandra mengungkapkan, sebagian besar dana pinjaman dari CDB ini langsung dibayarkan kepada kontraktor. Dengan cairnya pinjaman sebesar Rp5,6 triliun tersebut, pihaknya akan memasuki tahap ketiga pembayaran kepada kontraktor proyek.

"Ya kalau sudah kepegang sekarang kita bayar ke kontraktornya. Jadi pinjaman kita dominan untuk bayar ke kontraktor. Sebetulnya sekarang kita sedang proses pembayaran ke kontraktor yang ketiga. Jadi menunggu pencairan ini," papar dia.

Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung melibatkan dua kontraktor asal Tiongkok yakni China Railway Group Limited dan Sinohydro Corporation Limited, serta satu kontraktor lokal yakni PT Wijaya Karya Tbk. (Persero). Kontraktor asal Tiongkok dianggap berpengalaman dan bisa mengerjakan proyek lebih cepat.

KCIC mencatat kemajuan pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung mencapai 32,8 persen hingga awal September 2019. Proyek tersebut ditargetkan baru bisa beroperasi pada pertengahan 2021.

Chandra mengatakan progres pengerjaan kereta cepat ini masih sesuai jadwal dan diproyeksikan pada akhir tahun ini bisa mencapai 53 persen.

"Tahun ini target konstruksi 53 persen. Sekarang sudah sampai 32,8 persen. Stasiunnya ada empat dan sudah mulai konstruksi semua. Target kalau operasi itu pada pertengahan 2021," terang Chandra.

Lebih lanjut, dia menerangkan, realisasi pembebasan lahan untuk kebutuhan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah 99 persen dan sisa yang belum terbebaskan diharapkan tuntas dalam waktu 1-2 bulan ke depan.

"Lahan sudah 99 persen. Tinggal sedikit lagi di Karawang, Bandung, dan sedikit di Bekasi. Kalau kita bebaskan ada proses konsinyasi. Konsinyasi makan waktu lama," sebut Chandra.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR