PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

Proyek LRT Jabodebek dan Kereta Cepat ditunda demi kurangi macet

Foto aerial pembangunan konstruksi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/10/2018).
Foto aerial pembangunan konstruksi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/10/2018). | Hafidz Mubarak A /Antara Foto

Kementerian Perhubungan mengambil kebijakan untuk menghentikan sementara dua pekerjaan proyek Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang saat ini tengah digarap di ruas tol Jakarta-Cikampek.

Usai mengadakan rapat penanganan kemacetan Tol Jakarta-Cikampek di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/11/2018); Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan pembangunan dua proyek tersebut telah menyebabkan kemacetan yang cukup parah di jalur tersebut.

Penghentian proyek akan dimulai pada titik kilometer11 sampai dengan kilometer 17 yang merupakan titik terpadat terjadinya kemacetan.

"Kita akan minta LRT dan KCIC (kereta cepat) tidak dulu berkonstruksi di daerah kilometer 11 sampai kilometer 17. Jadi sementara ini tidak ada kegiatan di sana. Selain itu, kami juga akan mengevaluasi kegiatan Waskita Karya interchange di kilometer 24," kata Budi dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (21/11).

Budi meminta penghentian pekerjaan proyek ini dilakukan dalam beberapa bulan ke depan atau jika dimungkinkan hingga menjelang Lebaran tahun depan.

Terkait hal tersebut, Budi mengimbau para pekerja proyek kereta cepat dan LRT untuk memindahkan pekerjaan di lokasi lain dan lebih mengutamakan pengerjaan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek yang saat ini progresnya telah mencapai 57,5 persen.

"Konstruksi kita akan hitung lagi, kalau saya lihat paling tidak 3-4 bulan, untuk itu yang kita kasih prioritas proyek tol elevated," ungkapnya.

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu meminta kepada PT Jasa Marga Tbk (Persero) sebagai penanggungjawab pekerjaan proyek tol Jakarta-Cikampek elevated benar-benar menyusun rencana agar supaya pekerjaan ini tidak mengganggu lalu lintas.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani, menyebut target penyelesaian pengerjaan proyek tol Jakarta-Cikampek elevated sangat ketat. Hal ini dikarenakan tol Trans Jawa tidak lama lagi akan segera dioperasikan.

"Tidak lama lagi Trans Jawa akan beroperasi tetapi ditahan di Jakarta-Cikampek karena Jakarta-Cikampek belum selesai. Oleh karena itu manfaatnya masih kurang optimal, sehingga dari Jakarta ke Surabaya itu masih tersendat hanya di Jakarta-Cikampek. Untuk itu kita ingin memaksimalkan supaya Trans Jawa ini bisa betul-betul bermanfaat optimal," ujar Desi dalam Tirto.id.

Desi pun mengimbau masyarakat yang hendak melalui ruas tol Jakarta-Cikampek agar melakukan perjalanan pada siang hari. Maklum, waktu pengerjaan proyek di ruas tol tersebut adalah pada pukul 22.00 - 06.00 WIB.

Ganjil genap diperpanjang

Beberapa upaya lain yang akan dilakukan untuk meningkatkan kelancaran dan kecepatan di ruas tol Jakarta-Cikampek adalah usulan memperpanjang penerapan ganjil-genap dan pembatasan angkutan barang lebih panjang. Semula dari pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, menjadi pukul 05.00 hingga 10.00 WIB di sejumlah gerbang tol arah Jakarta agar lebih berdampak pada kelancaran lalu lintas di tol Jakarta-Cikampek.

Terkait kebijakan ganjil-genap, Sekretaris Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Hindro Surahmat, menjelaskan pihaknya tengah melakukan sosialisasi pemberlakuannya di Gerbang Tol (GT) Tambun hingga akhir November -- sebelum sepenuhnya diberlakukan.

Selain itu, ia menambahkan, BPTJ juga akan menyiapkan angkutan massal berupa bus di beberapa titik sebelum pintu masuk tol Tambun. Dengan begitu, diharapkan masyarakat akan dapat beralih menggunakan moda transportasi umum.

"BPTJ menyiapkan sejumlah angkutan massal yaitu bus premium sebagai transportasi pilihan selain kendaraan pribadi bagi masyarakat yang ingin menuju ke arah Jakarta," ujarnya dalam Liputan6.com.

Kebijakan ini sejalan dengan tiga paket kebijakan yang telah berlaku sebelumnya di GT Bekasi Barat dan GT Bekasi Timur sejak Maret 2018 lalu. Masing-masing kebijakan ganjil-genap di pintu tol; pembatasan jam operasional angkutan barang golongan III, IV dan V; serta pemberlakuan lajur khusus angkutan bus di tol yang berlaku setiap Senin s/d Jum’at pukul 06.00 – 09.00 WIB kecuali hari libur nasional.

Selain penerapan ganjil-genap dan pembatasan angkutan barang, upaya lain yang akan dilakukan adalah menindak tegas kendaraan truk yang over dimensi dan kelebihan muatan atau over loading.

Jalan Tol Jakarta-Cikampek elevated adalah sebuah jalan tol layang sepanjang 39 km yang saat ini sedang dibangun.

Jalur elevated itu dibangun dengan tujuan mengurangi kemacetan panjang yang berada di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek, mulai dari Gerbang Tol Pondok Gede Timur hingga Gerbang Tol Karawang Barat dari km 9 sampai 48.

Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek mengalami kepadatan di dua jalur sejak proyek ini besar kembali dikerjakan setelah libur lebaran tahun lalu. Pengerjaan pembangunan tol layang tersebut beriringan dengan pembangunan proyek LRT Cawang-Bekasi Timur dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Walhasil, pengguna jalan mengeluh akibat kemacetan tersebut.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR