GIM VIDEO

PUBG gim terlaris, raup Rp2 triliun sebulan

Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) disaksikan Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga (kiri) mencoba permainan daring PUBG pada acara Spirit of Millennials Games Day 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/12/2018).
Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) disaksikan Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga (kiri) mencoba permainan daring PUBG pada acara Spirit of Millennials Games Day 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/12/2018). | Hafidz Mubarak A /ANTARA FOTO

PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) Mobile kini adalah gim mobile paling laris di dunia. Mei 2019, Tencent berhasil meraup lebih dari $146 juta atau sekitar Rp2 triliun.

Begitu menurut hitung-hitungan para analis seperti dilaporkan The Financial Times.

Popularitas gim daring PUBG tak perlu dipertanyakan lagi. Per Desember 2018, PUBG mobile memiliki lebih dari 200 juta pengguna.

Main PUBG di ponsel memang tidak sepuas memainkannya di komputer, salah satunya karena alasan kualitas gambar. Namun, buktinya hal ini tidak menghalangi popularitas gim ini.

Kini, gim ini dilaporkan sebagai gim terlaris di dunia untuk perangkat seluler.

Angka-angka yang disampaikan para analis menunjukkan, PUBG Mobile menghasilkan pendapatan lebih dari $146 juta pada Mei 2019.

Angka ini termasuk items dan skins yang dibeli pemain, juga uang yang dihabiskan untuk main PUBG. Pendapatan tersebut dilaporkan berasal dari dua gim, PUBG Mobile menghasilkan $76 juta bulan lalu, sementara PUBG--yang di Tiongkok berganti nama jadi Game For Peace--sebanyak $70 juta.

Menurut perusahaan data Sensor Tower, dari total pendapatan $146 juta yang diraih PUBG Mobile, $43 juta berasal dari pengguna Android, sementara $101 juta lainnya berasal dari pengguna iOS.

Gim yang diadaptasi Tencent dari gim komputer Korea Selatan ini menghasilkan $4,8 juta per hari pada bulan Mei.

Perlu dicatat, Game For Peace hanya tersedia di Tiongkok. Sementara PUBG Mobile tersedia di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Tencent, selaku distributor sekaligus bagian dari pengembang gim harus membuat versi lain untuk Tiongkok setelah regulator pemerintah menolak PUBG Mobile untuk monetisasi.

Game For Peace adalah versi lain dari permainan utama yang punya latar patriotik dan jauh lebih sedikit kekerasan serta pertumpahan darah.

Pendapatan PUBG jauh lebih tinggi dari $125 juta yang dihasilkan oleh gim Honor of Kings dalam periode yang sama. Honor of Kings juga merupakan gim milik Tencent.

Sementara Fortnite, gim battle-royal lain tercatat paling populer di kalangan pengguna komputer dan konsol.

Pendapatan versi mobile-nya--yang hanya diluncurkan di negara-negara tertentu--nilainy bahkan tak sampai setengah dari pendapatan PUBG mobile. Pada bulan Mei, total uang yang dihabiskan pemain Fortnite adalah sekitar $43,3 juta.

Sebelum ini, PUBG Mobile telah memberlakukan batas waktu bermain harian untuk para pemain di India. Satu jam untuk pemain di bawah 12 tahun, dan dua jam untuk pemain dari usia 13-18 tahun.

Aturan ini diberlakukan lantaran PUBG Mobile dituding menjadi penyebab sejumlah kematian di India.

Hal ini diduga memengaruhi keseluruhan pendapatan Tencent. Tetapi melihat angka pendapatan Mei 2019, PUBG Mobile membuktikan spekulasi ini salah. Gim ini pun bercokol di puncak industri gim mobile.

Di Indonesia, PUBG juga populer. Menurut Marketing Director of SEA PUBG Mobile, Oliver Ye, dari seluruh pemain aktif, pemain Indonesia berada di peringkat kedua yang paling getol bermain.

Itu juga yang membuat Indonesia jadi tuan rumah turnamen PUBG Mobile Club Open 2019 tahap final. Perhelatan ini akan digelar pada 22-23 Juni 2019 di ICE BSD, Tangerang.

Sementara itu, Indonesia berjaya dalam ajang PUBG Mobile Club Open Southeast Asia 2019 atau PMCO SEA Spring Cup 2019 yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok. Lima tim Indonesia yang ikut dalam turnamen ini lolos ke babak Championship Stage.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR