RINGKASAN SEPEKAN

Pulau reklamasi, FPI, Gibran, dan industri otomotif

Status terdaftar FPI yang kedaluwarsa, pembatalan pencabutan izin reklamasi Pulau H , dan munculnya nama Gibran dalam survei calon wali kota Solo, jadi kabar populer sepanjang pekan lalu.
Status terdaftar FPI yang kedaluwarsa, pembatalan pencabutan izin reklamasi Pulau H , dan munculnya nama Gibran dalam survei calon wali kota Solo, jadi kabar populer sepanjang pekan lalu. | Robotorial /Beritagar.id, Antara Foto, EPA-EFE

Status terdaftar Front Pembela Islam (FPI) yang kedaluwarsa, pencabutan izin reklamasi Pulau H yang dibatalkan PTUN Jakarta, dan munculnya nama Gibran Rakabuming Raka dalam survei calon wali kota Solo, menjadi kabar yang menarik perhatian sepanjang pekan lalu.

Lalu ada pula dua berita yang kurang menggembirakan dari industri otomotif, mengenai pemecatan karyawan Nissan dan dampaknya bagi karyawan pabrik asal Jepang itu di Indonesia.

Berikut adalah ringkasan 6 berita populer dalam sepekan (28/7/2019 - 2/8/2019):

FPI ditunggu sejumlah syarat

Foto arsip menunjukkan anggota Front Pembela Islam (FPI) tengah berunjuk rasa di Sawangan, Depok, Jawa Barat, 24 Februari 2017.
Foto arsip menunjukkan anggota Front Pembela Islam (FPI) tengah berunjuk rasa di Sawangan, Depok, Jawa Barat, 24 Februari 2017. | Bagus Indahono /EPA

Status terdaftar organisasi massa (ormas) Front Pembela Islam (FPI) sudah kedaluwarsa pada 20 Juni 2019 sesuai Surat Keterangan Terdaftar (SKT) 01-00-00/010/D.III.4/VI/2014. Untuk memperbarui SKT, FPI harus memenuhi 10 syarat.

Menurut Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Soedarmo, lima syarat di antaranya itu belum dipenuhi FPI hingga Rabu (31/7/2019).

Syarat-syarat itu adalah penomoran surat permohonan perpanjangan SKT, tanda tangan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga dari para pengurus, surat pernyataan kegiatan, surat pernyataan bahwa lambang dan atribut FPI bukan milik orang lain, dan surat rekomendasi dari Kementerian Agama.

Baca selengkapnya di sini.

Kartun: Posisi Anies Baswedan dalam kekusutan Jakarta

Oleh media, Anies diposisikan suka menyalahkan pihak lain.  Sebenarnya Jakarta kaya akan masalah, siapa pun gubernurnya.
Oleh media, Anies diposisikan suka menyalahkan pihak lain. Sebenarnya Jakarta kaya akan masalah, siapa pun gubernurnya. | Salni Setyadi /Beritagar.id

Saat ini Gubernur DKI Jakarta Anies menghadapi dua isu besar lingkungan selain reklamasi. Pertama, polusi udara Ibu Kota. Kedua, penanganan sampah Jakarta: opini publik terarahkan untuk membenturkan Anies dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Dalam aneka masalah, Anies sering terkabarkan "menyalahkan" ini dan itu. Secara tersurat Anies tak menyalahkan, namun simpulan media dan kemudian khalayak menjadi demikian. Anies suka lempar masalah — atau membelokkan masalah — untuk menghindar.

Karena persoalan komunikasi, dan citra suka menyalahkan pihak lain, maka kemarin (31/7/2019) ada tajuk berita "Masalah Sampah di Jakarta, Anies Salahkan Gubernur Sebelumnya".

Baca selengkapnya di sini.

Heboh, Gibran masuk survei cawalkot Solo

Presiden Joko Widodo bersama putra sulung Gibran Rakabuming dan cucu Jan Ethes mengunjungi pusat perbelanjaan di The Park Mall, Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (1/5/2019).
Presiden Joko Widodo bersama putra sulung Gibran Rakabuming dan cucu Jan Ethes mengunjungi pusat perbelanjaan di The Park Mall, Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (1/5/2019). | Mohammad Ayudha /Antara Foto

Kalangan politik seketika heboh saat nama Gibran Rakabuming Raka muncul dalam hasil survei bakal calon Wali Kota Solo untuk periode 2020-2025. Bahkan bukan cuma Gibran, tapi juga adik bungsunya Kaesang Pangarep.

Survei itu digalang Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (25/7/2019) lalu. Gibran dan Kaesang berada di tiga besar dalam hal popularitas.

Urusan popularitas, nama Gibran, anak pertama Presiden Joko Widodo itu, berada di urutan teratas dengan angka 90 persen. Berikutnya Wakil Wali Kota Solo (Surakarta) Achmad Purnomo dan Kaesang.

Baca selengkapnya di sini.

Gugatan reklamasi pulau H dikabulkan, Anies bakal melawan

Nelayan beraktivitas di dekat Pulau G, perairan Teluk Jakarta, Jakarta Utara, Kamis (27/9/2018). Pengadilan Tata Usaha Negara mengabulkan gugatan pengembang reklamasi Pulau H.
Nelayan beraktivitas di dekat Pulau G, perairan Teluk Jakarta, Jakarta Utara, Kamis (27/9/2018). Pengadilan Tata Usaha Negara mengabulkan gugatan pengembang reklamasi Pulau H. | Sigid Kurniawan /Antara Foto

Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta memerintahkan Gubernur Anies Baswedan mengizinkan kembali proyek reklamasi Pulau H. Pencabutan izin reklamasi pulau yang dikembangkan oleh PT Taman Harapan Indah, itu dibatalkan.

Berdasarkan putusan PTUN nomor 24/G/2019/PTUN-JKT, majelis hakim menyatakan, keputusan gubernur nomor 1409 Tahun 2018 tentang pencabutan izin reklamasi itu batal karena diterbitkan sebelum izin PT Taman Harapan Indah berakhir.

Dengan putusan ini maka, saat ini ada 5 pulau reklamasi yang secara hukum boleh dilanjutkan. Yakni pulau C, D, G, H, dan N.

Gubernur Anies Baswedan menjelaskan belum menerima secara resmi petikan putusan tersebut. Maka ia belum bisa memastikan akan mengajukan banding atau tidak atas putusan tersebut. Ia akan melihat petikan resminya dan mempelajarinya terlebih dahulu untuk melakukan upaya hukum.

Baca selengkapnya di sini.

Nissan akan PHK ribuan karyawan, termasuk di Indonesia

CEO Nissan Motor Co. Hiroto Saikawa dan pejabat senior lainnya menghadiri rapat umum pemegang saham luar biasa di Tokyo, Jepang, Senin (8/4/2019), dalam foto yang disiarkan oleh Nissan Motor Co.
CEO Nissan Motor Co. Hiroto Saikawa dan pejabat senior lainnya menghadiri rapat umum pemegang saham luar biasa di Tokyo, Jepang, Senin (8/4/2019), dalam foto yang disiarkan oleh Nissan Motor Co. | Nissan Motor /Antara Foto

Penurunan laba yang drastis memaksa pabrikan mobil asal Jepang, Nissan, melakukan efisiensi lewat pemutusan hubungan kerja (PHK) ribuan pekerja di seluruh dunia. Nissan disebut bakal merumahkan sekitar 12.500 orang karyawan atau 9 persen dari total karyawan Nissan di seluruh dunia, termasuk Indonesia, hingga 2022 mendatang.

"Selama tahun fiskal 2018-2019 kami sudah dan mulai mengurangi pekerja di delapan lokasi, sebanyak 6.400 orang lebih dan enam lokasi mulai tahun fiskal 2020 sampai 2022 sebanyak 6.100 orang, jadi totalnya 12.500 pekerja," ujarnya dalam video yang dirilis Nissan.

Meski tidak menyebut negara mana, namun dari laporan Nikkei, pemotongan jumlah pekerja paling banyak terjadi di India sebanyak 1.700 orang. Kemudian di Amerika Serikat (1.420 pekerja), Meksiko (1.000 pekerja), Jepang (880 pekerja), Spanyol (470 pekerja), dan Inggris (90 pekerja).

Baca selengkapnya di sini.

Awan hitam memayungi industri otomotif

Pengunjung melihat mobil yang dipamerkan saat pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS 2019) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (25/4/2019). Pameran industri otomotif tersebut berlangsung 25 April - 5 Mei 2019.
Pengunjung melihat mobil yang dipamerkan saat pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS 2019) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (25/4/2019). Pameran industri otomotif tersebut berlangsung 25 April - 5 Mei 2019. | Sigid Kurniawan /Antara Foto

Awan hitam memayungi industri otomotif dunia, termasuk Indonesia. Ancaman penurunan laba hingga gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) membayangi sektor yang setiap tahunnya menyerap jutaan tenaga kerja ini.

PHK 12.500 pekerja di dunia baru-baru ini diumumkan oleh pabrikan mobil asal Jepang Nissan. Jejaring usahanya di Indonesia, PT Nissan Motor Indonesia, berencana melakukan PHK sebanyak 830 pekerjanya sebagai strategi efisiensi.

Rencana Nissan tersebut menambah daftar panjang masalah PHK di dunia otomotif. Juni lalu produsen mobil asal Amerika Serikat, Ford Motor Company, mengumumkan bakal merumahkan sekitar12.000 pekerja di Eropa dan menutup pabrik di Kanada.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong, menyebut industri otomotif memang sedang mengalami guncangan yang luar biasa. Ia menyebut, pada 2018, untuk kali pertama dalam sejarah penjualan mobil di Tiongkok mengalami penurunan dibandingkan 2017. Pada tahun lalu penjualan mobil di Tiongkok hanya terjual 28 juta unit atau turun 3 persen dibandingkan 2017.

Baca selengkapnya di sini.

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR