LEBARAN 2019

Puncak arus mudik, ganjil-genap di Merak, dan diskon tarif tol

Suasana pembangunan Gerbang Tol (GT) Kalihurip Utama di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Senin (20/5/2019). PT Jasa Marga Tbk akan mengoperasikan gerbang tol pengganti GT Cikarang Utama itu mulai 23 Mei 2019 yang diharapkan dapat memperlancar arus mudik dan balik Lebaran 2019.
Suasana pembangunan Gerbang Tol (GT) Kalihurip Utama di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Senin (20/5/2019). PT Jasa Marga Tbk akan mengoperasikan gerbang tol pengganti GT Cikarang Utama itu mulai 23 Mei 2019 yang diharapkan dapat memperlancar arus mudik dan balik Lebaran 2019. | Aprillio Akbar /Antara Foto

Dua hari lagi, Kamis (30/5/2019), periode libur Idulfitri 1440 Hijriah dimulai. Berarti para pemudik bakal memenuhi perjalanan darat, laut, dan udara. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Jumat (31/5).

Berdasarkan hasil Survei Angkutan Lebaran 2019 yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan, ada 18,29 juta pemudik yang bakal bergerak ke luar dari Banten, Jabodetabek, dan Bandung Raya, menuju kampung halaman masing-masing. Sebagian besar menyatakan akan menggunakan bus dan kendaraan pribadi.

Saat berjuta orang pergi bersamaan, kemacetan pun pasti membayang, meski pemerintah telah menyelesaikan dan memfungsikan beberapa ruas jalan tol baru di Pulau Jawa dan Sumatra.

Walau demikian, kemacetan, waktu perjalanan yang lebih panjang, dan naiknya harga tiket moda transportasi, tak bisa menghalangi tradisi pulang kampung untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan handai tolan, terutama bagi umat Islam.

Berikut ini beberapa kabar mengenai arus mudik dan balik yang sebaiknya diketahui, terutama oleh anda yang akan menggunakan kendaraan pribadi.

Puncak arus mudik dan balik

PT Jasa Marga (Tbk), memperkirakan bahwa Puncak arus mudik bakal terjadi pada H-5 Lebaran, atau Jumat (31/5), sementara puncak arus balik kemungkinan bakal terjadi tiga hari setelah Lebaran, atau Minggu (9/6).

Seperti biasa, arus mudik akan didominasi kendaraan yang keluar dari Jabodetabek ke arah timur Pulau Jawa dan menuju Sumatra.

Jasa Marga memprediksi jumlah kendaraan pribadi sepanjang arus mudik dan balik akan mencapai 1,38 juta mobil. Sementara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan ada 3.365 unit bus yang siap melayani pemudik dari ibu kota.

Selain itu, menurut survei Kemenhub, ada lebih dari 900.000 orang yang akan menggunakan sepeda motor. Jika satu motor ditumpangi dua orang, akan ada sekitar 450.000 unit yang meramaikan arus mudik.

One way dan contraflow di Tol Trans Jawa

Untuk mengantisipasi kemacetan di jalan tol, para pemangku kepentingan telah memutuskan akan memberlakukan sistem satu arah (one way) dan lawan arah (contraflow) di Tol Trans Jawa pada 30 Mei-2 Juni untuk arus mudik dan 8-10 Juni untuk arus balik.

Contraflow dimulai dari KM 29 hingga KM 61 Tol Jakarta-Cikampek dan berlaku pukul 06:00-21:00 WIB. Sedangkan one way berlaku mulai dari KM 70 Cikampek sampai KM 263 Brebes Barat, pukul 09:00-21:00 WIB.

Operation Management Group Head PT Jasa Marga, Fitri Wiyanti, menyatakan pada periode arus mudik, lalu lintas dari arah Semarang dan Cirebon menuju Jakarta akan dialihkan melalui jalan arteri.

"Lalu lintas menuju Jakarta atau Bandung dialihkan melalui jalan arteri dengan keluar GT (Gerbang Tol) Brebes Barat, dan masuk ke tol kembali melalui GT Cikampek atau Sadang," jelasnya, dikutip Liputan6.com.

Direktur Operasi Jasa Marga Subakti Syukur dalam Kompas.com menambahkan, meski jam operasi one way dan contraflow dibatasi, namun diskresi kepolisian masih tetap berlaku. Artinya, ketika kondisi lalu lintas relatif lancar sebelum masa pemberlakuan kebijakan tersebut berakhir, arus lalu lintas dapat dibuka dua arah.

Untuk arus balik, 8-10 Juni, one way dan contraflow diberlakukan pada arah sebaliknya pada pukul 14:00-22:00.

Ganjil-genap di Merak mulai Kamis

Sejumlah kendaraan pemudik tujuan Sumatra antre masuk kapal ferry di Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (25/5/2019). Pihak otoritas pelabuhan lintas Merak-Bakauheni akan menerapkan kebijakan ganjil genap untuk menghindari penumpukan pada puncak arus mudik yang diprediksi terjadi H-5 atau tanggal 30 Mei.
Sejumlah kendaraan pemudik tujuan Sumatra antre masuk kapal ferry di Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (25/5/2019). Pihak otoritas pelabuhan lintas Merak-Bakauheni akan menerapkan kebijakan ganjil genap untuk menghindari penumpukan pada puncak arus mudik yang diprediksi terjadi H-5 atau tanggal 30 Mei. | Asep Fathulrahman /Antara Foto

Pemudik yang akan menyeberang ke Pulau Sumatra melalui Pelabuhan Merak, harus mengantisipasi pemberlakuan aturan pelat nomor polisi (nopol) kendaraan ganjil-genap yang bakal diterapkan mulai Kamis (30/5) hingga Minggu (1/6). Sistem ini hanya berlaku bagi mobil pribadi dan bus.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi, menyatakan aturan tersebut akan diberlakukan mulai pukul 20:00 hingga 08:00 WIB. Jika pemudik tak mau terhambat aturan ganjil-genap, Ira menyarankan untuk datang ke pelabuhan sebelum periode waktu tersebut. (h/t Viva.co.id)

Periode waktu itu dipilih karena selama ini lebih banyak pemudik yang memilih menyeberang pada malam hari hingga menyebabkan penumpukan penumpang dan kemacetan panjang di kawasan Merak.

Berdasarkan jadwal yang dikeluarkan oleh Kemenhub, untuk Pelabuhan Merak nopol genap akan diprioritaskan pada 30 Mei dan 1 Juni. Kemudian, nopol ganjil tanggal 31 Mei dan 2 Juni.

Sementara, untuk jadwal di Pelabuhan Bakauheni akan berlaku sesudah Lebaran atau arus balik. Nomor polisi genap akan diprioritaskan hanya pada 8 Juni, sementara nopol ganjil pada 7 dan 9 Juni.

Untuk harga tiket, Ira menyatakan ASDP dan Kemenhub tengah mempertimbangkan menetapkan harga 10 persen lebih murah bagi mereka yang menyeberang di luar waktu sistem ganjil-genap dan 10 persen lebih mahal pada malam hingga dini hari.

Tarif tol didiskon 15 persen

Ini akan menjadi kabar menggembirakan bagi para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi dan pemilik jasa transportasi darat. Para operator yang tergabung dalam Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) memutuskan untuk memberi diskon 15 persen di seluruh ruas tol, untuk seluruh kategori kendaraan.

Potongan harga tersebut berlaku saat arus mudik, mulai 27 Mei pukul 00:00 WIB hingga 29 Mei pukul 23:59. Sementara saat arus balik, diskon diberikan mulai 10 Juni pukul 00:00 hingga 12 Juni pukul 23:59 WIB.

Mengapa diskon diberikan sebelum puncak arus mudik dan setelah puncak arus balik? Ketua Umum ATI, Desi Arryani, menjelaskan bahwa hal itu dilakukan agar masyarakat mau menggunakan tol pada periode itu sehingga mengurangi beban lalu lintas pada puncak arus mudik dan balik. (h/t CNBC Indonesia).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR