INVESTASI ASING

Qatar bangun hotel dan investasi di Mandalika Rp7,2 triliun

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (berbatik coklat) bersama Duta Besar Qatar untuk Indonesia Ahmad Bin Jassim Mohammed Ali Al-Hamar di Kedutaan Besar Qatar di Jakarta, Rabu (1/8/2018).
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (berbatik coklat) bersama Duta Besar Qatar untuk Indonesia Ahmad Bin Jassim Mohammed Ali Al-Hamar di Kedutaan Besar Qatar di Jakarta, Rabu (1/8/2018). | Tim Publikasi /Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman

Pemerintah Qatar mulai serius merealisasikan janjinya berinvestasi di Indonesia, setelah kunjungan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani ke Indonesia pada Oktober tahun lalu.

Pada Rabu (1/8/2018), pemerintah Indonesia dan Qatar akhirnya menandatangani nota kesepahaman (MoU) atas komitmen investasi senilai 500 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp7,2 triliun.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, nilai investasi tersebut merupakan komitmen awal untuk pendanaan pembangunan hotel bintang lima di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kami tanda tangani investasi 500 juta dolar untuk pembangunan hotel oleh perusahaan Qatar, Accor, yang akan membangun hotel bintang lima di Mandalika," ujar Luhut dikutip dari Katadata, Kamis (2/8).

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, Arif Havas Oegroseno, mengatakan pemerintah Indonesia telah menyiapkan lahan lebih dari 100 hektare di Mandalika untuk investasi Qatar.

Luhut menjelaskan, pemerintah Qatar melalui Qatar Investment Authority (QIA) juga menginginkan masuk ke dalam 10 destinasi Bali Baru lainnya. Hanya saja, Luhut menyarankan mereka untuk masuk ke lima tujuan dulu; antara lain Danau Toba, Banyuwangi, Borobudur, Labuan Bajo, dan termasuk Mandalika.

Pembangunan KEK Mandalika dimulai sejak 2017. Pelaksananya PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC (sesuai PP No.55 Tahun 2008 dan No. 33 Tahun 2009). Pengembang yang sama sudah menjalankan proyek Nusa Dua di Bali.

Selain itu, Luhut menjelaskan negara dari kawasan Timur Tengah itu juga ingin berinvestasi di bidang pertanian dan perikanan di Kalimantan Tengah. Qatar pun berminat membuka penerbangan langsung ke Banda Aceh sekaligus membangun akuakultur di Sabang.

"Mereka minta ke Banda Aceh. Kita tawarkan bangun akuakultur di Sabang mereka mau. Jarak mereka dari Doha itu cuma lima jam makanya mereka mau," katanya.

Selain sektor pariwisata, pemerintah juga menawarkan bidang pertahanan untuk tujuan investasi Qatar. Dalam kesempatan wawancara khusus dengan Beritagar.id, Jumat (27/7), Luhut mengungkapkan Qatar juga tertarik untuk berinvestasi di bisnis kapal selam dan senjata.

"Iya, mereka mau bikin kapal selam, mereka mau biayai risetnya. Sekarang modelnya ada lagi kita lihat nih. Mereka juga tertarik untuk senjata," ujar Luhut.

Masuknya Qatar ke bidang pariwisata di Mandalika menambah daftar catatan investasi negara kaya gas alam tersebut di Indonesia.

Sebelumnya, realisasi investasi terbesar Qatar di Indonesia meliputi investasi di bidang keuangan dan perbankan dan komunikasi melalui Qatar National Bank (QNB) Indonesia dan Ooredoo Indosat. Selama 7 tahun beroperasi di Indonesia, QNB sudah meraih profit 3 juta dolar dari investasi awal 250 juta dolar.

Qatar berinvestasi pula di bidang energi lewat investasi Nebras Power senilai 750 juta dolar. Sementara d bidang perdagangan, KBRI Doha tengah mencari mitra pemasok produk Indonesia di Source of Fortune Supermarket agar ekspor Indonesia ke Qatar bisa digenjot.

Supermarket termaksud didirikan dan dijalankan Qatindo W.L.L sejak kurun akhir Juli atau awal Agustus 2016 di Al-Khor. Qatindo W.L.L adalah usaha yang dirintis Mahdi Musa, Diaspora Indonesia di Qatar.

Sejak 2002, Qatindo sudah menjalankan Supermarket di Doha dan saat ini memiliki omset sekitar 2-3 juta Qatari Riyal setiap tahun atau sekitar Rp7-10 miliar. Qatindo juga memasok produk-produk Indonesia ke seluruh Carrefour di Qatar.

Dari sisi perdagangan, nilai total perdagangan bilateral Indonesia-Qatar pada 2016 mencapai 900 juta dolar. Produk-produk ekspor Indonesia ke Qatar antara lain furnitur, tekstil, plastik, dan suku cadang. Sementara Indonesia mengimpor minyak dari Qatar.

Kendati begitu, menurut catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), total investasi Qatar di Indonesia masih menempati posisi terbawah dalam daftar Penanaman Modal Asing (PMA). Tahun 2017, nilai investasi Qatar di Indonesia masih di bawah 100 juta dolar dan menempati posisi ke-118.

Berdasarkan data lima besar realisasi PMA tahun 2017; investasi asing di Indonesia saat ini masih dikuasai Singapura sebesar 8,4 miliar dolar (26,2 persen), Jepang sebesar 5,0 miliar dolar (15,5 persen), China sebesar 3,4 miliar dolar (10,4 persen); Hong Kong sebesar 2,1 miliar dolar, (6,6 persen), dan Korea Selatan sebesar 20 miliar dolar (6,3 persen).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR