74 TAHUN INDONESIA MERDEKA

Rapor merah tamatan sekolah

Status pendidikan yang ditamatkan penduduk berusia di atas 15 tahun.
Status pendidikan yang ditamatkan penduduk berusia di atas 15 tahun. | Lokadata /BPS

Pendidikan mulia | Ki Hadjar Dewantara pernah berujar, "Dengan ilmu, kita menuju kemuliaan". Kiprah Ki Hadjar dalam dunia pendidikan menjadikannya sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Tanggal kelahirannya setiap 2 Mei dijadikan Hari Pendidikan Nasional.

Indonesia kini sudah memasuki usia 74 tahun kemerdekaannya. Pernyataan Ki Hadjar di era kolonial masih relevan sampai sekarang. Istilah "kemuliaan" dapat merujuk pada kualitas sumber daya manusia yang erat kaitannya dengan tingkat pendidikan.

Sayangnya, tak semua orang bisa meraih pendidikan di Indonesia bahkan untuk level SD. Berdasarkan data BPS, 4,4 persen penduduk 15 tahun ke atas tidak atau belum bersekolah, meskipun trennya terus menurun dari tahun ke tahun.

Kalau penduduk 15 tahun ke atas jumlahnya 193,5 juta orang, artinya ada 8,5 juta orang tidak atau belum bersekolah. Kalau ditambah dengan penduduk yang tamat SD menjadi 84,5 juta orang --hampir setara dengan jumlah penduduk Vietnam.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan beragam cara, termasuk menambah anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan pada 2019 mencapai Rp492,5 triliun, naik 11,3 persen dari tahun sebelumnya Rp444,1 triliun.

Meski anggaran membengkak, rapor pendidikan Indonesia dianggap masih merah. Laporan Human Development Data (1990-2017), indeks pendidikan Indonesia tertinggal dari Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, dan kalah tipis dari Vietnam.

Indeks Pendidikan diukur dengan menggabungkan rata-rata lama sekolah dan harapan lama anak-anak.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR