SEJARAH INDONESIA

Ratusan buku sebut Soekarno lahir di Blitar

(Ilustrasi) Seorang seniman menyelesaikan lukisan Soekarno di trotoar jalan Asia Afrika Bandung, Jawa Barat, (31/5).
(Ilustrasi) Seorang seniman menyelesaikan lukisan Soekarno di trotoar jalan Asia Afrika Bandung, Jawa Barat, (31/5). | Agus Bebeng/Ant

Dalam pidato peringatan hari lahir Pancasila di Alun-alun Kota Blitar, Jawa Timur, Presiden Joko Widodo (Jokowi) keliru menyebut Blitar sebagai kota kelahiran Proklamator Kemerdekaan RI, Soekarno. Insiden ini sempat disorot publik.

Berikut petikan pidato tersebut:

"Setiap kali saya berada di Blitar, kota kelahiran proklamator kita, Bapak Bangsa kita, penggali Pancasila, Bung Karno, hati saya selalu bergetar, getaran ini selalu muncul karena kota ini kita secara bersama-sama bisa menghayati semangat yang bersumber pada ide, cita-cita dan gagasan besar Bung Karno." (Setneg.go.id, Jumat 5 Juni 2015)

Anggota Tim Komunikasi Publik Presiden, Sukardi Rinakit meminta maaf atas kesalahan itu. Dalam rilis pers yang dterima Beritagar, Sukardi Rinakit, menjelaskan bahwa kekeliruan informasi itu terjadi karena kesalahannya memberikan informasi kepada Jokowi.

Menurut mantan Direktur lembaga riset Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) itu, ia yang meyakinkan lokasi kelahiran Bung Karno di Blitar. Saat penyusunan naskah pidato, Presiden Jokowi sempat mengingatkan bahwa sepengetahuannya kota kelahiran Bung Karno adalah Surabaya.

"Presiden waktu itu meminta saya untuk memeriksa. Karena seingat beliau Bung Karno lahir di Surabaya. Tanpa memeriksa lebih mendalam dan seksama, saya menginformasikan kepada Presiden bahwa Bung Karno lahir di Blitar," jelas Sukardi.

Ia pun menyebut situs tropenmuseum.nl sebagai rujukan atas informasi kelahiran Bung Karno. Situs itu merupakan situs milik Tropen Museum, sebuah musium etnografi di Amsterdam, Belanda. Berikut petikan informasi --yang berbahasa Belanda-- di situs tersebut:

"Soekarno (ook wel gespeld als Sukarno) werd geboren als Kusno Sosrodihardjo in Blitar, 6 juni 1901 en overleed in Jakarta op 21 juni 1970)." (tropenmuseum.nl, Jumat 5 Juni 2015)

Sukardi juga mengaku terpengaruh dengan kenangan masa kecil. Peraih gelar doktor ilmu politik dari National University of Singapore itu menyebut bahwa sejak kecil dirinya sering mendengar cerita rakyat yang menyebut Bung Karno lahir di Blitar.

Permintaan maaf Sukardi membuat namanya menjadi salah satu topik tren Twitter Indonesia pada Jumat siang ini (5/6/2015).

Sukardi tampaknya bukan satu-satunya korban kesalahan catatan sejarah tersebut. Pencarian melalui Google Buku untuk kata kunci "Soekarno Lahir di Blitar", menunjukkan setidaknya 543 hasil. Di antara hasil yang ditampilkan tampak mencolok sejumlah buku pelajaran sekolah.

Beberapa judul buku, misalnya: Intisari Pengetahuan Umum Lengkap SLTP (Eryandi Spd.), PKn-Pend.Kewarganeganegaraan SD/MI Kls 6 (Rachmat dan Masan Petun), dan Buku pintar politik: sejarah, pemerintahan, dan ketatanegaraan.

Sementara pencarian "Soekarno Lahir di Surabaya" menampilkan sekitar 1.400 hasil. Pencarian dilakukan pada 5 Juni 2015 pukul 13.26 WIB.

Tempat lahir Bung Karno terletak di Jalan Pandean IV Nomor 40, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya. Sejak Juni 2011, di rumah itu telah dibuat prasasti yang menerangkannya sebagai tempat bersejarah dalam jejak hidup Sang Proklamator.

Kata kunci "Sukardi Rinakit" sempat hadir di daftar topik tren Twitter Indonesia - 5 Juni 2015 Pukul 11.40
Kata kunci "Sukardi Rinakit" sempat hadir di daftar topik tren Twitter Indonesia - 5 Juni 2015 Pukul 11.40 | Istimewa
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR